Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penentuan Status Hara Nitrogen pada Bibit Duku

View through CrossRef
<p>Nitrogen merupakan unsur yang sangat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan produksi tanaman.  Hara ini merupakan komponen esensial klorofil, protein, hormon, dan enzim. Gejala kekurangan atau kelebihan hara tersebut dapat terdeteksi secara visual pada penampilan daun, sehingga sangat penting untuk mencegah terjadinya kedua kondisi tersebut pada pertumbuhan bibit duku (Lansium domesticum Corr). Penelitian status hara nitrogen dilakukan pada bibit duku umur 2 tahun yang ditanam pada media pasir di Provinsi Jambi dari bulan Maret 2010 sampai dengan Maret 2011.  Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok, dengan lima perlakuan dosis nitrogen: 0, 100, 200, 400, dan 800 ppm/tanaman, diaplikasikan dalam bentuk air irigasi setiap 2 hari sekali dan masing-masing perlakuan terdiri dari tiga tanaman dan tiga ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala kekurangan nitrogen pertama terlihat pada daun tua yang ditandai dengan perubahan warna daun menjadi hijau kekuningan (klorosis), tangkai daun lemah dan berwarna kuning, jumlah daun kurang atau sama dengan 4,2 helai, pertumbuhan terhambat, dan konsentrasi nitrogen daun kurang dari 1,13%. Kecukupan nitrogen ditandai dengan pertumbuhan yang normal, daun berwarna hijau tua, jumlah daun berkisar antara 5 sampai 5,5 helai dan konsentrasi nitrogen daun antara 1,13 sampai 1,44%. Kelebihan nitrogen terlihat pada daun yang berwarna coklat dan mengalami nekrosis, jumlah daun kurang dari 3,78 helai, pertumbuhan bibit terhambat, konsentrasi nitrogen daun lebih dari 1,44%. Pertumbuhan maksimum membutuhkan 381 ppm pupuk nitrogen/tanaman, yang setara dengan 8 g urea/l air atau 77 g Urea/tahun. Rekomendasi pemupukan N ini merupakan salah satu teknologi yang dapat meningkatkan ketersediaan bibit duku bermutu.</p><p>ABSTRAK</p><p>Nitrogen greatly affects the growth, development and production of crops, since it is an essential component of chlorophyl, proteins, hormones, and enzymes. The deficiency or excessive symptoms of the nitrogen can be easily observed mainly and visually in leaves, so it is important to determine the nitrogen concentration in both conditions.  The status study of the nitrogen on duku (Lansium domesticum Corr) seedling planted in sand was conducted in Jambi Province from March 2010 until March 2011.  The experiment was arranged by a randomized complete block design with five treatments consisting of three plants in each treatment and three replications. The treatments were consisted of five levels of nitrogen fertilization of 0, 100, 200, 400, and 800 ppm/plant. The results showed that nitrogen deficiency symptoms were appeared in old leaves with color changing from light green and yellowish (chlorosis), weak petiole and yellow color, leaf number more than or equal with 4.2, stunted growth with leaf nitrogen concentration less than 1.13%.  Adequate nitrogen was characterized by normal growth, dark green leaves, number of leaves between 5–5.5, and leaf nitrogen concentration from 1.13–1.44%. The symptoms of excessive nitrogen showed brown leaves, dry leaf (necrosis), number of leaves ≤ 3.78, inhibited seedling growth, leaf nitrogen concentration more than 1,44%.  The maximum growth requires 381 ppm of nitrogen fertilizer/crop, equivalent to 8 g of  Urea/l of water or 77 g Urea/year. Recommendation of nitrogen fertilizer is one technology that will increase the availability of qualified duku seedlings.</p>
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Title: Penentuan Status Hara Nitrogen pada Bibit Duku
Description:
<p>Nitrogen merupakan unsur yang sangat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan produksi tanaman.
 Hara ini merupakan komponen esensial klorofil, protein, hormon, dan enzim.
Gejala kekurangan atau kelebihan hara tersebut dapat terdeteksi secara visual pada penampilan daun, sehingga sangat penting untuk mencegah terjadinya kedua kondisi tersebut pada pertumbuhan bibit duku (Lansium domesticum Corr).
Penelitian status hara nitrogen dilakukan pada bibit duku umur 2 tahun yang ditanam pada media pasir di Provinsi Jambi dari bulan Maret 2010 sampai dengan Maret 2011.
 Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok, dengan lima perlakuan dosis nitrogen: 0, 100, 200, 400, dan 800 ppm/tanaman, diaplikasikan dalam bentuk air irigasi setiap 2 hari sekali dan masing-masing perlakuan terdiri dari tiga tanaman dan tiga ulangan.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala kekurangan nitrogen pertama terlihat pada daun tua yang ditandai dengan perubahan warna daun menjadi hijau kekuningan (klorosis), tangkai daun lemah dan berwarna kuning, jumlah daun kurang atau sama dengan 4,2 helai, pertumbuhan terhambat, dan konsentrasi nitrogen daun kurang dari 1,13%.
Kecukupan nitrogen ditandai dengan pertumbuhan yang normal, daun berwarna hijau tua, jumlah daun berkisar antara 5 sampai 5,5 helai dan konsentrasi nitrogen daun antara 1,13 sampai 1,44%.
Kelebihan nitrogen terlihat pada daun yang berwarna coklat dan mengalami nekrosis, jumlah daun kurang dari 3,78 helai, pertumbuhan bibit terhambat, konsentrasi nitrogen daun lebih dari 1,44%.
Pertumbuhan maksimum membutuhkan 381 ppm pupuk nitrogen/tanaman, yang setara dengan 8 g urea/l air atau 77 g Urea/tahun.
Rekomendasi pemupukan N ini merupakan salah satu teknologi yang dapat meningkatkan ketersediaan bibit duku bermutu.
</p><p>ABSTRAK</p><p>Nitrogen greatly affects the growth, development and production of crops, since it is an essential component of chlorophyl, proteins, hormones, and enzymes.
The deficiency or excessive symptoms of the nitrogen can be easily observed mainly and visually in leaves, so it is important to determine the nitrogen concentration in both conditions.
 The status study of the nitrogen on duku (Lansium domesticum Corr) seedling planted in sand was conducted in Jambi Province from March 2010 until March 2011.
 The experiment was arranged by a randomized complete block design with five treatments consisting of three plants in each treatment and three replications.
The treatments were consisted of five levels of nitrogen fertilization of 0, 100, 200, 400, and 800 ppm/plant.
The results showed that nitrogen deficiency symptoms were appeared in old leaves with color changing from light green and yellowish (chlorosis), weak petiole and yellow color, leaf number more than or equal with 4.
2, stunted growth with leaf nitrogen concentration less than 1.
13%.
 Adequate nitrogen was characterized by normal growth, dark green leaves, number of leaves between 5–5.
5, and leaf nitrogen concentration from 1.
13–1.
44%.
The symptoms of excessive nitrogen showed brown leaves, dry leaf (necrosis), number of leaves ≤ 3.
78, inhibited seedling growth, leaf nitrogen concentration more than 1,44%.
 The maximum growth requires 381 ppm of nitrogen fertilizer/crop, equivalent to 8 g of  Urea/l of water or 77 g Urea/year.
Recommendation of nitrogen fertilizer is one technology that will increase the availability of qualified duku seedlings.
</p>.

Related Results

KUALITAS MORFOLOGIS BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria L) SEBAGAI BIBIT SIAP TANAM DI PERSEMAIAN BPDASHL SIANTAN KALIMANTAN BARAT
KUALITAS MORFOLOGIS BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria L) SEBAGAI BIBIT SIAP TANAM DI PERSEMAIAN BPDASHL SIANTAN KALIMANTAN BARAT
Sengon (Paraserianthes falcataria L) is a plant planted by the West Kalimantan BPDASHL to provide seedlings for the land rehabilitation and state forests and the community.This stu...
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Duku Sebagai Pengusir Nyamuk
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Duku Sebagai Pengusir Nyamuk
Pemberdayaan ini sasarannya adalah masyarakat yang berdomisili di Desa Muara Kumpeh Kecamatan Kumpeh Ulu yang sebagian besar wilayah tersebut merupakan perkebunan duku yang terkena...
Intensitas Serangan Hama pada Anakan Tanaman Hutan di Persemaian Permanen Tumbang Nusa Kalimantan Tengah
Intensitas Serangan Hama pada Anakan Tanaman Hutan di Persemaian Permanen Tumbang Nusa Kalimantan Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, frekuensi, dan intensitas serangan hama pada bibit di Kebun Bibit Permanen, Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah. Kebun bibit mema...
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN BIBIT DURIAN UNGGUL MENGGUNAKAN METODE AHP PADA CANDRA DUREN
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN BIBIT DURIAN UNGGUL MENGGUNAKAN METODE AHP PADA CANDRA DUREN
Salah satu faktor penentu dalam keberhasilan budidaya durian adalah pemilihan bibit durian. Toko Candra Duren merupakan sebuah toko penjualan bibit dan buah durian yang berlokasi d...
Microrna Regulation of Nodule Zone-Specific Gene Expression In Soybean
Microrna Regulation of Nodule Zone-Specific Gene Expression In Soybean
Nitrogen is a paramount important essential element for all living organisms. It has been found to bea crucial structural component of proteins, nucleic acids, enzymes and other ce...
INVESTIGATION OF LAND SUITABILITY FOR DUKU PLANTS AT RASUAN AND UJAN MAS IN SOUTH SUMATERA
INVESTIGATION OF LAND SUITABILITY FOR DUKU PLANTS AT RASUAN AND UJAN MAS IN SOUTH SUMATERA
Duku becomes a seasonal flagship commodity in South Sumatra. In the process of growth and production of duku, environmental and soil factors are very influential including pH, C-or...
Aplikasi Penyaluran Bibit Perkebunan Berbasis Web Pada Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat
Aplikasi Penyaluran Bibit Perkebunan Berbasis Web Pada Dinas Perkebunan Kabupaten Pasaman Barat
Dinas Perkebunan kabupaten Pasaman Barat mempunyai program kegiatan penyaluran bibit perkebunan kepada kelompok tani. Petani mendapatkan informasi penyaluran bibit dari sosialisasi...
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
Kelapa sawit adalah tanaman industri/ perkebunan yang diolah sebagai penghasil bahan baku minyak masak, minyak perseroan, maupun bahan bakar. Dalam pengembangan usaha budidaya tana...

Back to Top