Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

RESPON BIBIT KELAPA SAWIT ( Elaeis guineensis Jacg. ) TERHADAP PEMBERIAN ZEOLIT DI PEMBIBIT UTAMA

View through CrossRef
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kuap, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari Jambi selama 3 bulan mulai bulan Nopember 2015 sampai Januari 2016 yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian zeolit pada bibit kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq. ) di pembibitan utama. Bibit kelapa sawit yang digunakan adalah jenis Dura yang telah berumur 3 bulan. Media tanam yang digunakan adalah tanah ultisol yang dicampur zeolit dan pupuk NPK dalam polybag ukuran 5 kg. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian zeolit sebanyak 5 taraf; yaitu z0 (tanpa pemberian zeolit), z1 (50 g zeolit), z2 (100 g zeolit), z3 (150 g zeolit), dan z4 (200 g zeolit) setiap polybag. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali (15 unit satuan percobaan). Setiap petak terdapat 3 bibit, sehingga jumlah bibit sebanyak 45 polybag, 2 tanaman digunakan untuk tanaman sampel. Peubah yang diamati adalah tinggi bibit (cm), diameter batang (mm), berat kering tanaman (g), dan berat kering akar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian zeolit dengan dosis yang berbeda pada media tanam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi bibit, diameter batang, berat kering tanaman, dan berat kering akar bibit kelapa sawit. Dosis zeolit 200 g per polybag merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan utama.Kata Kunci : Zeolit, Respon Bibit Kelapa Sawit
Title: RESPON BIBIT KELAPA SAWIT ( Elaeis guineensis Jacg. ) TERHADAP PEMBERIAN ZEOLIT DI PEMBIBIT UTAMA
Description:
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kuap, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari Jambi selama 3 bulan mulai bulan Nopember 2015 sampai Januari 2016 yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian zeolit pada bibit kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq.
) di pembibitan utama.
Bibit kelapa sawit yang digunakan adalah jenis Dura yang telah berumur 3 bulan.
Media tanam yang digunakan adalah tanah ultisol yang dicampur zeolit dan pupuk NPK dalam polybag ukuran 5 kg.
Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian zeolit sebanyak 5 taraf; yaitu z0 (tanpa pemberian zeolit), z1 (50 g zeolit), z2 (100 g zeolit), z3 (150 g zeolit), dan z4 (200 g zeolit) setiap polybag.
Masing-masing perlakuan diulang 3 kali (15 unit satuan percobaan).
Setiap petak terdapat 3 bibit, sehingga jumlah bibit sebanyak 45 polybag, 2 tanaman digunakan untuk tanaman sampel.
Peubah yang diamati adalah tinggi bibit (cm), diameter batang (mm), berat kering tanaman (g), dan berat kering akar tanaman (g).
Hasil penelitian menunjukkan pemberian zeolit dengan dosis yang berbeda pada media tanam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi bibit, diameter batang, berat kering tanaman, dan berat kering akar bibit kelapa sawit.
Dosis zeolit 200 g per polybag merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan utama.
Kata Kunci : Zeolit, Respon Bibit Kelapa Sawit.

Related Results

RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
Kelapa sawit adalah tanaman industri/ perkebunan yang diolah sebagai penghasil bahan baku minyak masak, minyak perseroan, maupun bahan bakar. Dalam pengembangan usaha budidaya tana...
ADSORPSI URANIUM TERLARUT OLEH KOMPOSIT AMMONIUM DIHYDROGEN PHOSPHATE/ZEOLIT
ADSORPSI URANIUM TERLARUT OLEH KOMPOSIT AMMONIUM DIHYDROGEN PHOSPHATE/ZEOLIT
Zeolit merupakan salah satu mineral aluminosilikat yang banyak dipelajari sebagai material penjerap untuk pengelolaan limbah cair. Mineral ini juga banyak dipelajari untuk pengelol...
AKTIVASI ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA ALAT PENGERING BERSUHU RENDAH
AKTIVASI ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA ALAT PENGERING BERSUHU RENDAH
ACTIVATION OF NATURAL ZEOLITE AS AN ADSORBENT FOR LOW TEMPERATURE DRYING SYSTEM. Drying is one process which is used in many industries, especially in food product. The process usu...
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana tenaga kerja pabrik kelapa sawit dan bagaimana produtivitas petani sawit kontribusi perkebunana pabrik kelapa sawit terhadap pendapa...

Back to Top