Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KUALITAS MORFOLOGIS BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria L) SEBAGAI BIBIT SIAP TANAM DI PERSEMAIAN BPDASHL SIANTAN KALIMANTAN BARAT

View through CrossRef
Sengon (Paraserianthes falcataria L) is a plant planted by the West Kalimantan BPDASHL to provide seedlings for the land rehabilitation and state forests and the community.This study was conducted with the objectives of: (1) determining morphological values which include: height, diameter, robustness, root shoot ratio, seed quality index and (2) determine the correlation between age and seed quality based on the age of the seedlings before and after the age of three months. The study used a survey method with purposive sampling and random sampling. Sampling for ten seedlings was carried out random on 30 seeds selected for each age class. The data collected in the study were in the form of morphological quality consisting of height (cm), diameter (mm), wet weight, and dry weight of seedlings. Based on height, diameter, wet weight and dry weight of the seedlings, the sturdiness, shoot-to-root ratio and seed quality index were calculated. Based on the morphological quality, the age of sengon seedlings aged 3 to 3.5 months is included in the category of targeted seedlings so that they are suitable for planting in the field. The regression analysis result showed that there was a relationship between growth age and character of sengon seedlings aged 2.5 months to 4 months. As the age of the seedlings increases, the height and diameter increases. The regression of morphological characters with positive and high coefficient values indicated that seedling age had a positive relationship to seedling quality.Keywords:  morphological, quality, sengon AbstrakSengon (Paraserianthes falcataria L) merupakan  salah satu jenis tanaman yang disemaikan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Kalimantan Barat untuk penyediaan bibit dalam rangka rehabilitasi lahan dan hutan negara serta masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menentukan nilai mutu bibit yang meliputi : tinggi, diameter, kekokohan, rasio pucuk akar (RPA), indek mutu bibit (IMB) dan (2) menentukan korelasi umur dengan kualitas bibit berdasarkan umur bibit sebelum dan sesudah berumur tiga bulan.Penelitian menggunakan  metode survei dengan teknik pengambilan secara purposive sampling dan random sampling. Pengambilan sampel untuk 10 bibit dilakukan secara random terhadap 30 bibit yang sudah diseleksi pada masing-kelas umur. Data yang dikumpulkan dalam penelitian berupa kualitas morfologis terdiri dari tinggi (cm), diameter (mm), berat basah,dan berat kering bibit. Berdasarkan ukuran tinggi, diameter, berat basah dan berat kering bibit dihitung kekokohan, rasio pucuk akar (RPA), indeks mutu bibit (IMB). Berdasarkan kualitas morfologis maka umur bibit sengon yang berumur 3 sampai 3,5 bulan sudah termasuk dalam kategori bibit siap tanam sehingga layak untuk ditanam dilapangan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat hubungan umur pertumbuhan dan karakter bibit sengon umur  2,5 bulan sampai 4 bulan. Semakin bertambahnya umur bibit ukuran tinggi dan diameter semakin meningkat. Hasil regresi karakter morfologis dengan nilai koefisien positif dan tinggi, menunjukkan bahwa umur bibit mempunyai hubungan positif terhadap kualitas bibit. Kata Kunci : kualitas, morfologis, sengon
Title: KUALITAS MORFOLOGIS BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria L) SEBAGAI BIBIT SIAP TANAM DI PERSEMAIAN BPDASHL SIANTAN KALIMANTAN BARAT
Description:
Sengon (Paraserianthes falcataria L) is a plant planted by the West Kalimantan BPDASHL to provide seedlings for the land rehabilitation and state forests and the community.
This study was conducted with the objectives of: (1) determining morphological values which include: height, diameter, robustness, root shoot ratio, seed quality index and (2) determine the correlation between age and seed quality based on the age of the seedlings before and after the age of three months.
The study used a survey method with purposive sampling and random sampling.
Sampling for ten seedlings was carried out random on 30 seeds selected for each age class.
The data collected in the study were in the form of morphological quality consisting of height (cm), diameter (mm), wet weight, and dry weight of seedlings.
Based on height, diameter, wet weight and dry weight of the seedlings, the sturdiness, shoot-to-root ratio and seed quality index were calculated.
Based on the morphological quality, the age of sengon seedlings aged 3 to 3.
5 months is included in the category of targeted seedlings so that they are suitable for planting in the field.
The regression analysis result showed that there was a relationship between growth age and character of sengon seedlings aged 2.
5 months to 4 months.
As the age of the seedlings increases, the height and diameter increases.
The regression of morphological characters with positive and high coefficient values indicated that seedling age had a positive relationship to seedling quality.
Keywords:  morphological, quality, sengon AbstrakSengon (Paraserianthes falcataria L) merupakan  salah satu jenis tanaman yang disemaikan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Kalimantan Barat untuk penyediaan bibit dalam rangka rehabilitasi lahan dan hutan negara serta masyarakat.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menentukan nilai mutu bibit yang meliputi : tinggi, diameter, kekokohan, rasio pucuk akar (RPA), indek mutu bibit (IMB) dan (2) menentukan korelasi umur dengan kualitas bibit berdasarkan umur bibit sebelum dan sesudah berumur tiga bulan.
Penelitian menggunakan  metode survei dengan teknik pengambilan secara purposive sampling dan random sampling.
Pengambilan sampel untuk 10 bibit dilakukan secara random terhadap 30 bibit yang sudah diseleksi pada masing-kelas umur.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian berupa kualitas morfologis terdiri dari tinggi (cm), diameter (mm), berat basah,dan berat kering bibit.
Berdasarkan ukuran tinggi, diameter, berat basah dan berat kering bibit dihitung kekokohan, rasio pucuk akar (RPA), indeks mutu bibit (IMB).
Berdasarkan kualitas morfologis maka umur bibit sengon yang berumur 3 sampai 3,5 bulan sudah termasuk dalam kategori bibit siap tanam sehingga layak untuk ditanam dilapangan.
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat hubungan umur pertumbuhan dan karakter bibit sengon umur  2,5 bulan sampai 4 bulan.
Semakin bertambahnya umur bibit ukuran tinggi dan diameter semakin meningkat.
Hasil regresi karakter morfologis dengan nilai koefisien positif dan tinggi, menunjukkan bahwa umur bibit mempunyai hubungan positif terhadap kualitas bibit.
Kata Kunci : kualitas, morfologis, sengon.

Related Results

ANALISIS KESEHATAN BIBIT SENGON LAUT (Paraseriantes falcataria) DI PERSEMAIAN
ANALISIS KESEHATAN BIBIT SENGON LAUT (Paraseriantes falcataria) DI PERSEMAIAN
Sengon is a multi-use type, its leaves are used for animal feed because they contain high protein, and are also used for green fertilizer because sengon roots contain many root nod...
PENGELOLAAN PERSEMAIAN TANAMAN RAKYAT UNTUK MENINGKATKAN KEANEKARAGAMAN JENIS TANAMAN DI LAHAN PEKARANGAN
PENGELOLAAN PERSEMAIAN TANAMAN RAKYAT UNTUK MENINGKATKAN KEANEKARAGAMAN JENIS TANAMAN DI LAHAN PEKARANGAN
Persemaian adalah tempat yang dalam memproses benih atau bahan lain dari tanaman menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan. Di Desa Tegalyoso, Lampung Timur, khususnya dusun IV, ...
PENGARUH SUHU AIR DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIBIT SENGON BUTO (Enterolobium cyclocarpum)
PENGARUH SUHU AIR DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIBIT SENGON BUTO (Enterolobium cyclocarpum)
Planting sengon plants requires high-quality seeds that have high germination and vigor. Sengon seeds have a period of dormancy caused by hard seed coats. Breaking dormancy of seng...
KORELASI KONSENTRASI IAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN KULTUR JARINGAN SENGON (Paraserianthes falcataria)
KORELASI KONSENTRASI IAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN KULTUR JARINGAN SENGON (Paraserianthes falcataria)
Sengon (Paraserianthes falcataria) is a fast growing plant that has high economic value. But the presence of sengon in the wild every year begins to decline due to the high demand ...
Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.)
Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit sengon laut. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan A...
Pengaruh Dosis Kompos dan Frekuensi Penyiraman pada Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.)
Pengaruh Dosis Kompos dan Frekuensi Penyiraman pada Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit sengon laut serta mengetahui dosis kompos dan frekuensi penyira...
Analisis Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Akibat Pengaturan Jarak Tanam
Analisis Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Akibat Pengaturan Jarak Tanam
Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia sehingga dapat menyumbang devisa bagi...

Back to Top