Javascript must be enabled to continue!
PENGELOLAAN PERSEMAIAN TANAMAN RAKYAT UNTUK MENINGKATKAN KEANEKARAGAMAN JENIS TANAMAN DI LAHAN PEKARANGAN
View through CrossRef
Persemaian adalah tempat yang dalam memproses benih atau bahan lain dari tanaman menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan. Di Desa Tegalyoso, Lampung Timur, khususnya dusun IV, terdapat dua fasilitas penting yang berkontribusi dalam penyediaan bibit tanaman, yaitu Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan komposisi benih/bibit, menganlisis pengelolaan persemaian, menganalisis pemanfaatan persemaian. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, artikel, dan sumber lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persemaian KBR di Desa Tegalyoso memiliki tiga jenis tanaman utama, yaitu Alpukat, Pinang, dan Nangka. Sementara itu, persemaian KWT menanam berbagai jenis tanaman seperti Daun Bawang, Pakcoy, Sawi, Bayam, Terong, Pepaya, Kacang Panjang, Kangkung, dan Timun. Pengelolaan persemaian meliputi beberapa tahapan, seperti pemilihan lokasi, persiapan lahan, penyediaan media tanam, penyemaian benih, penyiraman, pemberian pupuk, pengendalian hama dan penyakit, perawatan rutin. Terdapat perbedaan dalam media tanam, ukuran polybag, dan bahan tiang paranet yang digunakan antara persemaian KBR dan KWT. kesimpulannya, pengelolaan persemaian yang baik dan pemilihan jenis tanaman yang tepat akan memastikan pertumbuhan bibit yang optimal, kuat, dan siap untuk dipindahkan ke area yang lebih luas.
Universitas Halu Oleo - Faculty of Forestry and Environmental Sciences
Title: PENGELOLAAN PERSEMAIAN TANAMAN RAKYAT UNTUK MENINGKATKAN KEANEKARAGAMAN JENIS TANAMAN DI LAHAN PEKARANGAN
Description:
Persemaian adalah tempat yang dalam memproses benih atau bahan lain dari tanaman menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan.
Di Desa Tegalyoso, Lampung Timur, khususnya dusun IV, terdapat dua fasilitas penting yang berkontribusi dalam penyediaan bibit tanaman, yaitu Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan Kelompok Wanita Tani (KWT).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan komposisi benih/bibit, menganlisis pengelolaan persemaian, menganalisis pemanfaatan persemaian.
Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam.
Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, artikel, dan sumber lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persemaian KBR di Desa Tegalyoso memiliki tiga jenis tanaman utama, yaitu Alpukat, Pinang, dan Nangka.
Sementara itu, persemaian KWT menanam berbagai jenis tanaman seperti Daun Bawang, Pakcoy, Sawi, Bayam, Terong, Pepaya, Kacang Panjang, Kangkung, dan Timun.
Pengelolaan persemaian meliputi beberapa tahapan, seperti pemilihan lokasi, persiapan lahan, penyediaan media tanam, penyemaian benih, penyiraman, pemberian pupuk, pengendalian hama dan penyakit, perawatan rutin.
Terdapat perbedaan dalam media tanam, ukuran polybag, dan bahan tiang paranet yang digunakan antara persemaian KBR dan KWT.
kesimpulannya, pengelolaan persemaian yang baik dan pemilihan jenis tanaman yang tepat akan memastikan pertumbuhan bibit yang optimal, kuat, dan siap untuk dipindahkan ke area yang lebih luas.
Related Results
Keanekaragaman Tanaman Pekarangan Dan Pemanfaatannya Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Di Kecamatan Wakorumba Selatan
Keanekaragaman Tanaman Pekarangan Dan Pemanfaatannya Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Di Kecamatan Wakorumba Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, struktur dan indeks keanekaragaman tanaman serta pola pemanfaatan untuk mendukung ketahanan pangan di kecamatan Wakorum...
PENYIAPAN MEDIA BUDIDAYA LELE DUMBO SISTEM BIOFLOK DI KOPRAL BUMILIS (KOLAM TERPAL BULAT MINIMALIS) PERKOTAAN
PENYIAPAN MEDIA BUDIDAYA LELE DUMBO SISTEM BIOFLOK DI KOPRAL BUMILIS (KOLAM TERPAL BULAT MINIMALIS) PERKOTAAN
Pekarangan merupakan lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal. Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan produktif, seperti untuk tanaman hias, buah,...
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yan...
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake seluas sekitar 358.405,70 ha berada di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, juga terdapat aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. Dalam penelitia...
OPTIMALISASI PENGGUNAAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA SELEDRI DAN CABAI ORGANIK DI DESA MENDALO DARAT KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA
OPTIMALISASI PENGGUNAAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA SELEDRI DAN CABAI ORGANIK DI DESA MENDALO DARAT KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tahun 2019 melibatkan kelompok Ibu PKK warga RT 25, Desa Mendalo Darat. Kegiatan ini bertujuan untuk menfasilitasi warga dalam mengatasi ...
Pemanfaatan Pertanian Rumah Tangga (Pekarangan Rumah) Dengan Teknik Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur
Pemanfaatan Pertanian Rumah Tangga (Pekarangan Rumah) Dengan Teknik Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur
Abstrak Program pemberdayaan ini untuk memanfaatkan pekarangan rumah milik warga dalam rangka pengoptimalan fungsi lahan dengan teknik budidaya tanaman sayuran secara vertikult...
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ABSTRAK Wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang secara pembangunan ekonomi paling tertinggal dibandingkan wilayah kabupaten Bogor lainnya. Untuk mengurangi kete...
ANALISIS SUMBERDAYA LAHAN PERTANIAN MELALUI PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS KECAMATAN KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR)
ANALISIS SUMBERDAYA LAHAN PERTANIAN MELALUI PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS KECAMATAN KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR)
Penggunaaan lahan yang tepat serta sesuai dengan kemampuan lahan akan menentukan keberhasilan kegiatan produksi pertanian. Sistem Informasi Geografis atau GIS dapat digunakan untuk...

