Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Dosis Kompos dan Frekuensi Penyiraman pada Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.)
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit sengon laut serta mengetahui dosis kompos dan frekuensi penyiraman yang tepat untuk pertumbuhan bibit sengon laut yang optimum. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah dosis kompos yang terdiri dari tiga aras yaitu kontrol atau 0 g per polybag, 30 g per polybag dan 40 g per polybag. Faktor kedua adalah frekuensi penyiraman yang terdiri dari tiga aras yaitu dua kali sehari, satu kali sehari dan dua hari sekali. Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi pengaruh interaksi antara dosis kompos dan frekuensi penyiraman terhadap semua parameter. Dosis kompos berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman setiap waktu pengamatan, diameter batang setiap waktu pengamatan, berat segar bibit dan berat kering bibit. Frekuensi penyiraman berpengaruh nyata terhadap suhu tanah 60 HSS dan 90 HSS, tinggi tanaman 30 HSS, diameter batang 30 HSS dan 60 HSS. Dosis kompos 30 g per polybag adalah dosis optimum bagi pertumbuhan bibit sengon sedangkan penyiraman dua kali sehari adalah frekuensi penyiraman yang tepat bagi bibit sengon. ©2016 dipubikasikan oleh Savana Cendana.
Title: Pengaruh Dosis Kompos dan Frekuensi Penyiraman pada Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.)
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit sengon laut serta mengetahui dosis kompos dan frekuensi penyiraman yang tepat untuk pertumbuhan bibit sengon laut yang optimum.
Penelitian mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang tiga kali.
Faktor pertama adalah dosis kompos yang terdiri dari tiga aras yaitu kontrol atau 0 g per polybag, 30 g per polybag dan 40 g per polybag.
Faktor kedua adalah frekuensi penyiraman yang terdiri dari tiga aras yaitu dua kali sehari, satu kali sehari dan dua hari sekali.
Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi pengaruh interaksi antara dosis kompos dan frekuensi penyiraman terhadap semua parameter.
Dosis kompos berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman setiap waktu pengamatan, diameter batang setiap waktu pengamatan, berat segar bibit dan berat kering bibit.
Frekuensi penyiraman berpengaruh nyata terhadap suhu tanah 60 HSS dan 90 HSS, tinggi tanaman 30 HSS, diameter batang 30 HSS dan 60 HSS.
Dosis kompos 30 g per polybag adalah dosis optimum bagi pertumbuhan bibit sengon sedangkan penyiraman dua kali sehari adalah frekuensi penyiraman yang tepat bagi bibit sengon.
©2016 dipubikasikan oleh Savana Cendana.
Related Results
KUALITAS MORFOLOGIS BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria L) SEBAGAI BIBIT SIAP TANAM DI PERSEMAIAN BPDASHL SIANTAN KALIMANTAN BARAT
KUALITAS MORFOLOGIS BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria L) SEBAGAI BIBIT SIAP TANAM DI PERSEMAIAN BPDASHL SIANTAN KALIMANTAN BARAT
Sengon (Paraserianthes falcataria L) is a plant planted by the West Kalimantan BPDASHL to provide seedlings for the land rehabilitation and state forests and the community.This stu...
ANALISIS KESEHATAN BIBIT SENGON LAUT (Paraseriantes falcataria) DI PERSEMAIAN
ANALISIS KESEHATAN BIBIT SENGON LAUT (Paraseriantes falcataria) DI PERSEMAIAN
Sengon is a multi-use type, its leaves are used for animal feed because they contain high protein, and are also used for green fertilizer because sengon roots contain many root nod...
PENGARUH FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.)
PENGARUH FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.)
Buncis (Phaseolus vulgaris L.) termasuk tanaman yang mempunyai sensitifitas agak tinggi terhadap kekeringan. Frekuensi penyiraman yang berbeda dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pe...
PENGUATAN BALOK KAYU SENGON (PARASERIANTHES FALCATARIA) DENGAN MENGGUNAKAN CFRP DALAM MENAHAN BEBAN LENTUR
PENGUATAN BALOK KAYU SENGON (PARASERIANTHES FALCATARIA) DENGAN MENGGUNAKAN CFRP DALAM MENAHAN BEBAN LENTUR
ABSTRACT Sengon wood (Paraserianthes Falcataria) is one of the wood varieties that is often used in Indonesiain the forest industry. This type of wood was chosen because it gro...
PENGARUH SUHU AIR DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIBIT SENGON BUTO (Enterolobium cyclocarpum)
PENGARUH SUHU AIR DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIBIT SENGON BUTO (Enterolobium cyclocarpum)
Planting sengon plants requires high-quality seeds that have high germination and vigor. Sengon seeds have a period of dormancy caused by hard seed coats. Breaking dormancy of seng...
PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)
PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)
Usaha pembibitan kakao yang dilakukan secara besar-besaran seringkali menghadapi masalah ketersediaan air penyiraman. Untuk mengatasi hal tersebut, pemberian Fungi Mikoriza Arbusku...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan lokal tradisi Syukur Laut merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir pantai Pamayangsari. Kegiatan ini memiliki nilai nilai tradisi yang bisa dikaji...

