Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kecepatan Multiplikasi Tunas Tiga Aksesi Stevia (Stevia rebaudiana (Bertoni)) Secara In Vitro

View through CrossRef
Pengembangan stevia di Indonesia terkendala oleh teknologi perbanyakan karena daya kecambah benih yang rendah. Salah satu alternatif dalam perbanyakan stevia adalah melalui multiplikasi tunas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh respon pertumbuhan aksesi stevia terbaik terhadap multiplikasi tunas stevia. Penelitian ini terdiri atas dua tahapan percobaan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang masing-masing terdiri atas dua faktor. Pada percobaan pertama, faktor pertama adalah tiga aksesi stevia yakni aksesi Bogor, Garut dan Tawangmangu, Faktor kedua adalah jenis sitokinin yakni tanpa sitokinin (kontrol), Zeatin, Kinetin, TDZ, 2-IP dan BA. Pada percobaan kedua, faktor keduanya adalah konsentrasi Benzyl Adenine (BA) yakni BA 0 mgL-1 (kontrol), BA 0.15 mgL-1, BA 0.5 mgL-1, BA 1 mgL-1, BA 1.13 mgL-1 dan BA 1.5 mgL-1. Hasil penelitian adalah aksesi Garut dengan jenis sitokinin BA menghasilkan respon terbaik dengan menghasilkan jumlah tunas rata-rata 6 tunas. Konsentrasi BA yang paling efektif diperoleh pada aksesi Garut dengan penambahan BA 1 mgL-1 dengan rata-rata 7.45 tunas. Tinggi tunas terbaik diperoleh pada perlakuan sitokinin Zeatin pada aksesi Tawangmangu dengan tinggi rata-rata 8.2 cm. Pada perbedaan penambahan BA tinggi tunas terbaik diperoleh pada perlakuan tanpa BA dengan tinggi rata-rata 8.72 cm. Akar hanya tumbuh pada perlakuan tanpa BA dengan rata-rata 10.52 akar.Kata kunci: Stevia, Aksesi,  Benzyl Adenin,  Multiplikasi,  In vitro
Title: Kecepatan Multiplikasi Tunas Tiga Aksesi Stevia (Stevia rebaudiana (Bertoni)) Secara In Vitro
Description:
Pengembangan stevia di Indonesia terkendala oleh teknologi perbanyakan karena daya kecambah benih yang rendah.
Salah satu alternatif dalam perbanyakan stevia adalah melalui multiplikasi tunas.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh respon pertumbuhan aksesi stevia terbaik terhadap multiplikasi tunas stevia.
Penelitian ini terdiri atas dua tahapan percobaan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang masing-masing terdiri atas dua faktor.
Pada percobaan pertama, faktor pertama adalah tiga aksesi stevia yakni aksesi Bogor, Garut dan Tawangmangu, Faktor kedua adalah jenis sitokinin yakni tanpa sitokinin (kontrol), Zeatin, Kinetin, TDZ, 2-IP dan BA.
Pada percobaan kedua, faktor keduanya adalah konsentrasi Benzyl Adenine (BA) yakni BA 0 mgL-1 (kontrol), BA 0.
15 mgL-1, BA 0.
5 mgL-1, BA 1 mgL-1, BA 1.
13 mgL-1 dan BA 1.
5 mgL-1.
Hasil penelitian adalah aksesi Garut dengan jenis sitokinin BA menghasilkan respon terbaik dengan menghasilkan jumlah tunas rata-rata 6 tunas.
Konsentrasi BA yang paling efektif diperoleh pada aksesi Garut dengan penambahan BA 1 mgL-1 dengan rata-rata 7.
45 tunas.
Tinggi tunas terbaik diperoleh pada perlakuan sitokinin Zeatin pada aksesi Tawangmangu dengan tinggi rata-rata 8.
2 cm.
Pada perbedaan penambahan BA tinggi tunas terbaik diperoleh pada perlakuan tanpa BA dengan tinggi rata-rata 8.
72 cm.
Akar hanya tumbuh pada perlakuan tanpa BA dengan rata-rata 10.
52 akar.
Kata kunci: Stevia, Aksesi,  Benzyl Adenin,  Multiplikasi,  In vitro.

Related Results

Characterization of 56 Soybean Accessions on Yield Components and Maturity-related Traits
Characterization of 56 Soybean Accessions on Yield Components and Maturity-related Traits
<p>Peningkatan produktivitas kedelai nasional dapat dilakukan dengan penggunaan varietas produktivitas tinggi dan manipulasi indeks panen menggunakan varietas genjah. Pembent...
Perbandingan Pemberian Pemanis Stevia Rebaudiana Sediaan Serbuk dan Cair terhadap Peningkatan Kadar Gula Darah pada Kelompok Dewasa Muda
Perbandingan Pemberian Pemanis Stevia Rebaudiana Sediaan Serbuk dan Cair terhadap Peningkatan Kadar Gula Darah pada Kelompok Dewasa Muda
Abstract. Type 2 diabetes mellitus (DM) in young adults is on the rise. This disease is caused by insulin resistance such as an unhealthy lifestyle, a high-sugar diet, and lack of ...
Eksplorasi Plasma Nutfah Tanaman Pangan di Provinsi Kalimantan Barat
Eksplorasi Plasma Nutfah Tanaman Pangan di Provinsi Kalimantan Barat
<p><strong>Abstract</strong></p><p>West Kalimantan is are area of tropical rain forest with high rainfall more than 3600 millimeter per year. Potentia...
Potensi Stevia (Stevia rebaudiana) sebagai Suplemen Nondiabetik Penunjang Terapi bagi Penderita Diabetes Mellitus Tipe II
Potensi Stevia (Stevia rebaudiana) sebagai Suplemen Nondiabetik Penunjang Terapi bagi Penderita Diabetes Mellitus Tipe II
Diabetes Mellitus tipe II merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Penderita Diabetes Mellitus harus mengontrol kadar gula darah mereka d...
VARIASI GENETIK BEBERAPA SPESIES KAPAS (Gossypium sp.) BERDASARKAN KERAGAMAN POLA PITA ISOZIM
VARIASI GENETIK BEBERAPA SPESIES KAPAS (Gossypium sp.) BERDASARKAN KERAGAMAN POLA PITA ISOZIM
<p>ABSTRAK</p><p>Deskripsi aksesi-aksesi kapas berdasarkan karakter morfologinyatelah disusun berdasarkan descriptor list yang disusun oleh IBPGR, akantetapi mark...
Anti-hypercholesterol effects of microencapsulation of leaf extract Stevia rebaudiana
Anti-hypercholesterol effects of microencapsulation of leaf extract Stevia rebaudiana
Several studies have proven that Stevia rebaudiana Bertoni leaf extract has been shown to be able to lower cholesterol. Furthermore, microencapsulation was developed to protect the...

Back to Top