Javascript must be enabled to continue!
Hidrogenasi Benzen
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan mempelajari unjuk kerja katalis ruthenium dan rhodium yang disupport dengan karbon aktif pada reaksi hidrogenasi benzene pada fasa cair dengan pelarut asam asetat. Percobaan dilakukan dalam reaktor bertekanan yang dilengkapi dengan pengaduk mekanis, indicator tekanan, termokopel dan jaket pemanas. Variabel penelitian adalah temperatur yaitu pada 30 0C, 50 0C, 75 0C, 100 0C, 125 0C dan 150 0C. sedangkan tekanan dilakukan pada 9 atm dan persentase katalis Metal C sebesar 5%. Analisa hasil dilakukan dengan Gas Chromatographi dengan memakai standar intern Toluen yang terpisah secara baik dengan benzen maupun sikloheksana sebagai produk reaksi hidrogenasi. Dari hasil penelitian didapat bahwa reaksi hidrogenasi benzen menjadi sikloheksana dengan katalis 5% Ruthenium yang disupport dengan karbon aktif memerlukan energy aktivasi sebesar 1416, 73 kal/mol, sedangkan dengan katalis Rhodium sebesar 110,202 kal/mol.energi aktivasi yang rendah, menunjukkan bahwa reaksi hidrogenasi benzene menjadi sikloheksana dikontrol oleh transfer massa. Hasil sikloheksana bias dianalisis secara kualitatif mulai pada suhu 30 0C. sikloheksana yang terbanyak diperoleh pada suhu 150 0C. Dengan menganggap bahwa konsentrasi H2 dalam larutan selalu konstan , reaksi ini mengikuti orde nol terhadap benzene.Kata kunci : hidrogenasi, reaktor batch, benzene
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Hidrogenasi Benzen
Description:
Penelitian ini bertujuan mempelajari unjuk kerja katalis ruthenium dan rhodium yang disupport dengan karbon aktif pada reaksi hidrogenasi benzene pada fasa cair dengan pelarut asam asetat.
Percobaan dilakukan dalam reaktor bertekanan yang dilengkapi dengan pengaduk mekanis, indicator tekanan, termokopel dan jaket pemanas.
Variabel penelitian adalah temperatur yaitu pada 30 0C, 50 0C, 75 0C, 100 0C, 125 0C dan 150 0C.
sedangkan tekanan dilakukan pada 9 atm dan persentase katalis Metal C sebesar 5%.
Analisa hasil dilakukan dengan Gas Chromatographi dengan memakai standar intern Toluen yang terpisah secara baik dengan benzen maupun sikloheksana sebagai produk reaksi hidrogenasi.
Dari hasil penelitian didapat bahwa reaksi hidrogenasi benzen menjadi sikloheksana dengan katalis 5% Ruthenium yang disupport dengan karbon aktif memerlukan energy aktivasi sebesar 1416, 73 kal/mol, sedangkan dengan katalis Rhodium sebesar 110,202 kal/mol.
energi aktivasi yang rendah, menunjukkan bahwa reaksi hidrogenasi benzene menjadi sikloheksana dikontrol oleh transfer massa.
Hasil sikloheksana bias dianalisis secara kualitatif mulai pada suhu 30 0C.
sikloheksana yang terbanyak diperoleh pada suhu 150 0C.
Dengan menganggap bahwa konsentrasi H2 dalam larutan selalu konstan , reaksi ini mengikuti orde nol terhadap benzene.
Kata kunci : hidrogenasi, reaktor batch, benzene.
Related Results
Hidrogenasi Hidrotermal Katalitik Asam Oleat dengan Produksi Hidrogen secara in-situ Menggunakan Katalis NiO/y-Al2O3
Hidrogenasi Hidrotermal Katalitik Asam Oleat dengan Produksi Hidrogen secara in-situ Menggunakan Katalis NiO/y-Al2O3
Reaksi hidrogenasi adalah salah satu reaksi yang sangat penting bagi industri oleokimia untuk mengubah asam-asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh dan turunannya. Kebutuhan ...
Pengukuran konstanta henry toluen dan benzen dalam minyak dan air dengan kolom gelembung
Pengukuran konstanta henry toluen dan benzen dalam minyak dan air dengan kolom gelembung
Determination of Henry’s constant for toluene and benzene in oils and water were carried out in a bubbling bottle with diameter of 3 cm. Air containing toluene vapour or benzene va...
Pembuatan asam lemak bercabang dari minyak kepoh
Pembuatan asam lemak bercabang dari minyak kepoh
Oil from kepoh tree (Sterculiafoetida L.) seed kernel is a unique oil because it contains fatty acid which has a cyclopropenoid groups and has almost 90% of composition of the oil....
SIFAT KIMIA NON STRUKTURAL KAYU TARIK (TENSION WOOD) PADA KAYU MINDI (MELIA AZEDARACH L.)
SIFAT KIMIA NON STRUKTURAL KAYU TARIK (TENSION WOOD) PADA KAYU MINDI (MELIA AZEDARACH L.)
Abstrak: Kayu reaksi pada beberapa aspek tertentu, bisa memiliki sifat-sifat anatomi, fisis, dan kimia yang berbeda dengan kayu normal. Kayu reaksi baik berupa kayu tekan atau tari...
Process Design of Benzene Nitrification
Process Design of Benzene Nitrification
Abstract—Aspen HYSYS was used to investigate several aspects of process design for benzene nitration. In this study, the frequency factor (ko) and the activation energy (Ea) for be...
KARAKTERISTIK BATUBARA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PROSES PENCAIRAN
KARAKTERISTIK BATUBARA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PROSES PENCAIRAN
Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh karakteristik batubara terhadap proses pencairan dengan menggunakan metoda hidrogenasi katalitik. Sampel batubara yang digunakan a...
In vitro evaluation of novel designed, and synthesized naproxen derivatives bearing 1,2,4 triazole moiety
In vitro evaluation of novel designed, and synthesized naproxen derivatives bearing 1,2,4 triazole moiety
The Objective of this study is created a novel derivative of the naproxen with the heterocyclic (1,2 and 4 the triazole) ring that reacted with benzoyl chloride derivatives, as w...
Risk assessment and management of drinking water pollutants in Korea
Risk assessment and management of drinking water pollutants in Korea
The contamination of drinking water supply is becoming an increasingly serious problem in Korea. In order to protect public health, there is a need to regulate drinking water pollu...

