Javascript must be enabled to continue!
Pembuatan asam lemak bercabang dari minyak kepoh
View through CrossRef
Oil from kepoh tree (Sterculiafoetida L.) seed kernel is a unique oil because it contains fatty acid which has a cyclopropenoid groups and has almost 90% of composition of the oil. The acid is called sterculic acid which has molecular formula C19H34O2. The fatty acids and derivates has an advance characteristic when it is used as cosmetics, lubricants, paint and plastic products. Its branched alcohol ester is expected as an additives for pour point depressant in fuel or lubricant. In this research, the sterculic acid has possibility to be converted to branched fatty acid methyl ester that is 10-methyl octadecanoic methyl ester through rearrangement of cyclopropenoid group and continued by hydrogenation of its double bond with Palladium catalyst. The product characteristic is reported in each stage of processes in term of iodine number and saponification number. After hydrogenation for 5 hours, it's founded that iodine value for methyl ester is reduced until 2,84 and its saponification value increased up to 476.08. This is shown that saturated branched methyl ester has been formed.Keywords: Sterculia foetida L.kepoh oil, Branched Fatty Acid, Cyclopropenoid Group, Methanolysis, Biodiesel AbstrakMinyak dari inti biji buah pohon kepoh (Sterculiafoetida L.) tergolong minyak nabati yang unik karena komponen utama asam lemaknya adalah asam sterkulat yang berumus molekul C19H34O2 dengan rantai karbonnya mempunyai gugus cyclopropenoid. Asam sterkulat dapat dikonversi menjadi asam lemak bercabang yaitu asam 10-metil oktadekanoat C19H34O2. Asam-asam lemak ini atau turunannya dapat digunakan sebagai komponen racikan/ramuan yang melahirkan karakteristik unggul pada berbagai produk seperti kosmetik, pelumas, cat, dan plastik. Ester isopropilnya diharapkan dapat digunakan sebagai bubuhan (additive), penurun titik tuang (pour point depressant) pada pelumas dan biodiesel. Pada penelitian ini, ditunjukkan bahwa asam sterkulat dalam minyak kepoh dapat dikonversi menjadi asam lemak bercabang yaitu 10-metil oktadekanoat dalam bentuk ester metilnya yang bercampur dengan ester metil lainnya, melalui rute metanolisis (transesterifikasi dengan metanol) minyak kepoh, dilanjutkan penyusunan ulang gugus siklopropenoid dan hidrogenasi ikatan-ikatan rangkap dengan katalis Palladium. Setelah hidrogenasi selama 5jam ditemukan bahwa bahwa angka iodium ester metil sudah tereduksi sampai 2,84 dan angka penyabunan meningkat sampai 476,08. Hal ini menunjukkan bahwa telah terbentuk ester metil bercabang yang jenuh, yaitu 9-metil metilheptadekanoat dan 10-metil metioktadekanoat.Kata Kunci: Sterculia foetida L. kepoh oil, Branched Fatty Acid, Cyclopropenoid Group, Methanolysis, Biodiesel
The Institute for Research and Community Services (LPPM) ITB
Title: Pembuatan asam lemak bercabang dari minyak kepoh
Description:
Oil from kepoh tree (Sterculiafoetida L.
) seed kernel is a unique oil because it contains fatty acid which has a cyclopropenoid groups and has almost 90% of composition of the oil.
The acid is called sterculic acid which has molecular formula C19H34O2.
The fatty acids and derivates has an advance characteristic when it is used as cosmetics, lubricants, paint and plastic products.
Its branched alcohol ester is expected as an additives for pour point depressant in fuel or lubricant.
In this research, the sterculic acid has possibility to be converted to branched fatty acid methyl ester that is 10-methyl octadecanoic methyl ester through rearrangement of cyclopropenoid group and continued by hydrogenation of its double bond with Palladium catalyst.
The product characteristic is reported in each stage of processes in term of iodine number and saponification number.
After hydrogenation for 5 hours, it's founded that iodine value for methyl ester is reduced until 2,84 and its saponification value increased up to 476.
08.
This is shown that saturated branched methyl ester has been formed.
Keywords: Sterculia foetida L.
kepoh oil, Branched Fatty Acid, Cyclopropenoid Group, Methanolysis, Biodiesel AbstrakMinyak dari inti biji buah pohon kepoh (Sterculiafoetida L.
) tergolong minyak nabati yang unik karena komponen utama asam lemaknya adalah asam sterkulat yang berumus molekul C19H34O2 dengan rantai karbonnya mempunyai gugus cyclopropenoid.
Asam sterkulat dapat dikonversi menjadi asam lemak bercabang yaitu asam 10-metil oktadekanoat C19H34O2.
Asam-asam lemak ini atau turunannya dapat digunakan sebagai komponen racikan/ramuan yang melahirkan karakteristik unggul pada berbagai produk seperti kosmetik, pelumas, cat, dan plastik.
Ester isopropilnya diharapkan dapat digunakan sebagai bubuhan (additive), penurun titik tuang (pour point depressant) pada pelumas dan biodiesel.
Pada penelitian ini, ditunjukkan bahwa asam sterkulat dalam minyak kepoh dapat dikonversi menjadi asam lemak bercabang yaitu 10-metil oktadekanoat dalam bentuk ester metilnya yang bercampur dengan ester metil lainnya, melalui rute metanolisis (transesterifikasi dengan metanol) minyak kepoh, dilanjutkan penyusunan ulang gugus siklopropenoid dan hidrogenasi ikatan-ikatan rangkap dengan katalis Palladium.
Setelah hidrogenasi selama 5jam ditemukan bahwa bahwa angka iodium ester metil sudah tereduksi sampai 2,84 dan angka penyabunan meningkat sampai 476,08.
Hal ini menunjukkan bahwa telah terbentuk ester metil bercabang yang jenuh, yaitu 9-metil metilheptadekanoat dan 10-metil metioktadekanoat.
Kata Kunci: Sterculia foetida L.
kepoh oil, Branched Fatty Acid, Cyclopropenoid Group, Methanolysis, Biodiesel.
Related Results
Profil Asam Lemak Jenuh pada Produk Makanan Turunan Minyak Kelapa Sawit di Indonesia
Profil Asam Lemak Jenuh pada Produk Makanan Turunan Minyak Kelapa Sawit di Indonesia
Asam lemak jenuh dapat dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol darah yang berakibat pada penyakit jantung koroner. Minyak nabati seperti kelapa sawit mengandung asam lemak je...
PERANAN PENGADUKAN TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPLEKSASI UREA SEBAGAI SARANA PEMISAHAN ASAM LEMAK OMEGA DARI MINYAK NABATI
PERANAN PENGADUKAN TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPLEKSASI UREA SEBAGAI SARANA PEMISAHAN ASAM LEMAK OMEGA DARI MINYAK NABATI
Modern society concerns more on health, in which natural foods are highly preferred. Poly-Unsaturated Fatty Acids (PUFAs) such as omega 6 and omega 9 are believed to be very import...
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil lemak hewani dari dua jenis daging babi daribangsa (breed) yang berbeda yaitu babi bali asli (babi lokal) dan babi la...
Uji Kualitas Minyak Goreng Curah yang dijual di Pasar Tradisional Surakarta dengan Penentuan Kadar Air, Bilangan Asam dan Bilangan Peroksida
Uji Kualitas Minyak Goreng Curah yang dijual di Pasar Tradisional Surakarta dengan Penentuan Kadar Air, Bilangan Asam dan Bilangan Peroksida
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas minyak goreng curah dengan uji organoleptis, penentuan bilangan asam menggunakan titrasi asam basa, bilangan peroksida dengan metode...
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Background: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan komposisi asam lemak VCO dengan metode fermentasi dari berbagai varietas kelapa di Kecamatan Kajang Kabu...
Perubahan Mutu Minyak Kelapa dan Minyak Sawit Selama Penggorengan
Perubahan Mutu Minyak Kelapa dan Minyak Sawit Selama Penggorengan
<p>Abstrak</p><p>Proses penggorengan akan menyebabkan perubahan mutu minyak akibat reaksi hidrolisis, oksidasi dan proses termal. Penelitian ini bertujuan untuk m...
EKSTRAKSI ASAM LEMAK MIKROALGA Tetraselmi chuii DENGAN MINYAK ZAITUN
EKSTRAKSI ASAM LEMAK MIKROALGA Tetraselmi chuii DENGAN MINYAK ZAITUN
Tetraselmi chuii merupakan mikroalga dari golongan alga hijau (Chlorophyceae) mempunyai nilai gizi tinggi, pemanfaatan nutraceutical alga secara komersial telah banyak diterapkan, ...
PENGARUH LAMA WAKTU PENGGARAMAN YANG BERBEDA TERHADAP KADAR LEMAK DAN PROFIL ASAM LEMAK CUMI-CUMI (Loligo feakii)
PENGARUH LAMA WAKTU PENGGARAMAN YANG BERBEDA TERHADAP KADAR LEMAK DAN PROFIL ASAM LEMAK CUMI-CUMI (Loligo feakii)
Cumi-cumi adalah binatang yang mempunyai tubuh lunak dan berbentuk silindris sedangkan siripnya berbentuk trianguler. Pada bagian kepala dekat mulut terdapat 10 tentakel serta dile...

