Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMISAHAN GLISERIDA-GLISERIDA SISA DARI ASAM LEMAK HASIL LIPOLISIS

View through CrossRef
Produksi asam-asam lemak hasil lipolisis minyak sawit dapat diperoleh diatas 60%. Proses pemisahan gliserida-gliserida sisa dari asam-asam lemak hasil lipolisis harus dikembangkan untuk mendukung paket teknologi penyediaan asam-asam lemak dalam industri oleokimia dan juga dalam pembuatan ester metil asam-asam lemak. Ekstraksi dengan pelarut merupakan proses pemisahan yang tepat untuk memisahkan gliserida sisa dari asam-asam lemak karena gliserida memiliki titik didih yang sangat tinggi. Pelarut yang digunakan adalah diklorometan, dietil eter campuran diklorometan-dietil eter, dan asetonitril. Ekstraksi dioperasikan pada suhu 40-45oC selama 15-30 menit dan diaduk dengan putaran sebesar 150-200 rpm. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstraksi hasil lipolisis pelarut diklorometan-dietil eter tak menunjukkan hasil-hasil yang memuaskan. Hasil yang paling bagus menghasilkan angka asam ekstrak dan rafinat 131,8 dan 172,7 mg KOH/g sampel. Dari hasil penelitian yang diperoleh, penggunaan asetonitril dipandang paling layak untuk ditelusuri lebih lanjut dengan angka asam ekstrak dan rafinat sebesar 157,5 dan 62,6 mg KOH/g sampel.
Title: PEMISAHAN GLISERIDA-GLISERIDA SISA DARI ASAM LEMAK HASIL LIPOLISIS
Description:
Produksi asam-asam lemak hasil lipolisis minyak sawit dapat diperoleh diatas 60%.
Proses pemisahan gliserida-gliserida sisa dari asam-asam lemak hasil lipolisis harus dikembangkan untuk mendukung paket teknologi penyediaan asam-asam lemak dalam industri oleokimia dan juga dalam pembuatan ester metil asam-asam lemak.
Ekstraksi dengan pelarut merupakan proses pemisahan yang tepat untuk memisahkan gliserida sisa dari asam-asam lemak karena gliserida memiliki titik didih yang sangat tinggi.
Pelarut yang digunakan adalah diklorometan, dietil eter campuran diklorometan-dietil eter, dan asetonitril.
Ekstraksi dioperasikan pada suhu 40-45oC selama 15-30 menit dan diaduk dengan putaran sebesar 150-200 rpm.
Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstraksi hasil lipolisis pelarut diklorometan-dietil eter tak menunjukkan hasil-hasil yang memuaskan.
Hasil yang paling bagus menghasilkan angka asam ekstrak dan rafinat 131,8 dan 172,7 mg KOH/g sampel.
Dari hasil penelitian yang diperoleh, penggunaan asetonitril dipandang paling layak untuk ditelusuri lebih lanjut dengan angka asam ekstrak dan rafinat sebesar 157,5 dan 62,6 mg KOH/g sampel.

Related Results

PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil lemak hewani dari dua jenis daging babi daribangsa (breed) yang berbeda yaitu babi bali asli (babi lokal) dan babi la...
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Background: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan komposisi asam lemak VCO dengan metode fermentasi dari berbagai varietas kelapa di Kecamatan Kajang Kabu...
PERANAN PENGADUKAN TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPLEKSASI UREA SEBAGAI SARANA PEMISAHAN ASAM LEMAK OMEGA DARI MINYAK NABATI
PERANAN PENGADUKAN TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPLEKSASI UREA SEBAGAI SARANA PEMISAHAN ASAM LEMAK OMEGA DARI MINYAK NABATI
Modern society concerns more on health, in which natural foods are highly preferred. Poly-Unsaturated Fatty Acids (PUFAs) such as omega 6 and omega 9 are believed to be very import...
PENGARUH LAMA WAKTU PENGGARAMAN YANG BERBEDA TERHADAP KADAR LEMAK DAN PROFIL ASAM LEMAK CUMI-CUMI (Loligo feakii)
PENGARUH LAMA WAKTU PENGGARAMAN YANG BERBEDA TERHADAP KADAR LEMAK DAN PROFIL ASAM LEMAK CUMI-CUMI (Loligo feakii)
Cumi-cumi adalah binatang yang mempunyai tubuh lunak dan berbentuk silindris sedangkan siripnya berbentuk trianguler. Pada bagian kepala dekat mulut terdapat 10 tentakel serta dile...
Profil Asam Lemak Jenuh pada Produk Makanan Turunan Minyak Kelapa Sawit di Indonesia
Profil Asam Lemak Jenuh pada Produk Makanan Turunan Minyak Kelapa Sawit di Indonesia
Asam lemak jenuh dapat dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol darah yang berakibat pada penyakit jantung koroner. Minyak nabati seperti kelapa sawit mengandung asam lemak je...
PENENTUAN KADAR MINYAK PADA AYAM TEPUNG DENGAN PENGGUNAAN MINYAK BERULANG DENGAN SOXHLET
PENENTUAN KADAR MINYAK PADA AYAM TEPUNG DENGAN PENGGUNAAN MINYAK BERULANG DENGAN SOXHLET
Daging ayam merupakan salah satu hasil ternak yang umum dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satu proses pengolahan yang umum dilakukan yaitu dengan proses penggorengan. Tujuan peneli...
EKSTRAKSI ASAM LEMAK MIKROALGA Tetraselmi chuii DENGAN MINYAK ZAITUN
EKSTRAKSI ASAM LEMAK MIKROALGA Tetraselmi chuii DENGAN MINYAK ZAITUN
Tetraselmi chuii merupakan mikroalga dari golongan alga hijau (Chlorophyceae) mempunyai nilai gizi tinggi, pemanfaatan nutraceutical alga secara komersial telah banyak diterapkan, ...
Pemanfaatan Jamur Simbion Sponge dalam Bioisomerasi Asam Lemak pada Dedak untuk Menghasilkan Asam Lemak Cis
Pemanfaatan Jamur Simbion Sponge dalam Bioisomerasi Asam Lemak pada Dedak untuk Menghasilkan Asam Lemak Cis
Utilization of Sponges Symbiotic Fungus in the Bioisomeration  of Fatty Acids in Brans to Produce Cis Fatty Acid  Trans fatty acids are known to have a negative impact on human hea...

Back to Top