Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGURUSAN SISA TOPENG MULUT DAN HIDUNG SEBAGAI SISA BERISIKO: KAJIAN AWAL TERHADAP PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS COVID-19 DI SABAH

View through CrossRef
Isu penularan wabak virus Corona atau COVID-19 telah mengubah landskap kehidupan manusia ke arah lebih berhati-hati, termasuklah pemakaian topeng mulut dan hidung semasa berurusan di luar kawasan rumah. Langkah awal pencegahan virus COVID-19 yang perlu dilakukan oleh masyarakat awam adalah memakai topeng mulut dan hidung serta sentiasa membasuh tangan dan menjaga kebersihan diri. Oleh hal yang demikian, permintaan topeng mulut dan hidung di pasaran semakin meningkat dan kerajaan telah meningkatkan pengeluaran topeng mulut dan hidung melalui pengeluaran kilang tempatan dan import dari negara luar. Hal ini menunjukkan kesedaran masyarakat terhadap penularan COVID-19 ini adalah tinggi dan jumlah penggunaan topeng mulut dan hidung juga adalah tinggi. Namun demikian, masalah baharu yang timbul adalah kaedah pelupusan topeng mulut dan hidung tidak diuruskan dengan sewajarnya. Setakat ini, topeng mulut dan hidung tidak dikategorikan sebagai sisa berbahaya atau sisa klinik. Masyarakat membuangnya sebagai sisa biasa. Walaupun topeng mulut dan hidung ini tidak dikategorikan sebagai sisa berbahaya, tetapi hal ini perlu diambil serius memandangkan penularan wabak COVID-19 ini sangat cepat dan boleh menular melalui topeng mulut dan hidung yang telah dibuang. Oleh itu, kajian ini akan mengenal pasti potensi penularan virus COVID-19 melalui topeng mulut dan hidung dan kaedah pengurusan sisa topeng mulut dan hidung bersepadu oleh pihak berkuasa tempatan(PBT) dan masyarakat yang sewajarnya sebagai sisa berisiko. Kajian ini menggunakan kaedah analisis kandungan berdasarkan fakta kajian lepas dan pemantauan umum untuk mendapatkan jawapan kepada objektif yang hendak dicapai. Hasil kajian menunjukkan bahawa sisa topeng dan mulut sangat berpotensi sebagai agen penularan virus COVID-19 sekiranya tidak diurus dengan cara yang betul. Kajian ini juga telah mengklasifikasikan sisa topeng mulut dan hidung sebagai sisa berisiko. Oleh itu, kajian ini memperkenalkan kaedah pengurusan sisa topeng mulut dan hidung yang sesuai demi mengelakkan daripada berlaku jangkitan kepada pengendali sisa. Kajian ini sangat penting dilaksanakan bagi mengelakkan kewujudan kluster baharu yang diakibatkanoleh kecuaian pengurusan sisa topeng mulut dan hidung.   The issue of the Corona virus outbreak or COVID-19 has changed the landscape of human life in a more cautious way including the use of masks when working outside the home. The first step in preventing the COVID-19 virus from the public is to wear a mask and regularly wash hands and maintain hygiene. As a result, the demand for masks in the market is increasing and the government has increased the production of masks through the production of local factories and imports from abroad. This indicates that the public is aware of the high prevalence of COVID-19 and that the use of masks is high. However, a new problem is a method of disposing of masks not being properly managed. So far. The masks are not categorized as hazardous or clinical waste. People remove masks as normal waste. Although masks are not categorized as hazardous wastes, they do need to be taken seriously as the COVID-19 outbreak is extremely rapid and can spread through the masked. Therefore, this study will identify the potential for transmission of the COVID-19 virus through the masks and integrated masks waste management methods by local authorities and the community as hazardous waste. This study uses content analysis methods based on past research facts and general monitoring to get answers to the objectives to be achieved. The results show that masks are highly potential agents of transmission of COVID-19 virus if not managed properly. This study has also classified residual masks as risky wastes. Therefore, this study introduces the appropriate mask waste management method to prevent infection from waste operators. This study is very important to prevent the existence of new clusters as a result of neglected management of masks.
Title: PENGURUSAN SISA TOPENG MULUT DAN HIDUNG SEBAGAI SISA BERISIKO: KAJIAN AWAL TERHADAP PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS COVID-19 DI SABAH
Description:
Isu penularan wabak virus Corona atau COVID-19 telah mengubah landskap kehidupan manusia ke arah lebih berhati-hati, termasuklah pemakaian topeng mulut dan hidung semasa berurusan di luar kawasan rumah.
Langkah awal pencegahan virus COVID-19 yang perlu dilakukan oleh masyarakat awam adalah memakai topeng mulut dan hidung serta sentiasa membasuh tangan dan menjaga kebersihan diri.
Oleh hal yang demikian, permintaan topeng mulut dan hidung di pasaran semakin meningkat dan kerajaan telah meningkatkan pengeluaran topeng mulut dan hidung melalui pengeluaran kilang tempatan dan import dari negara luar.
Hal ini menunjukkan kesedaran masyarakat terhadap penularan COVID-19 ini adalah tinggi dan jumlah penggunaan topeng mulut dan hidung juga adalah tinggi.
Namun demikian, masalah baharu yang timbul adalah kaedah pelupusan topeng mulut dan hidung tidak diuruskan dengan sewajarnya.
Setakat ini, topeng mulut dan hidung tidak dikategorikan sebagai sisa berbahaya atau sisa klinik.
Masyarakat membuangnya sebagai sisa biasa.
Walaupun topeng mulut dan hidung ini tidak dikategorikan sebagai sisa berbahaya, tetapi hal ini perlu diambil serius memandangkan penularan wabak COVID-19 ini sangat cepat dan boleh menular melalui topeng mulut dan hidung yang telah dibuang.
Oleh itu, kajian ini akan mengenal pasti potensi penularan virus COVID-19 melalui topeng mulut dan hidung dan kaedah pengurusan sisa topeng mulut dan hidung bersepadu oleh pihak berkuasa tempatan(PBT) dan masyarakat yang sewajarnya sebagai sisa berisiko.
Kajian ini menggunakan kaedah analisis kandungan berdasarkan fakta kajian lepas dan pemantauan umum untuk mendapatkan jawapan kepada objektif yang hendak dicapai.
Hasil kajian menunjukkan bahawa sisa topeng dan mulut sangat berpotensi sebagai agen penularan virus COVID-19 sekiranya tidak diurus dengan cara yang betul.
Kajian ini juga telah mengklasifikasikan sisa topeng mulut dan hidung sebagai sisa berisiko.
Oleh itu, kajian ini memperkenalkan kaedah pengurusan sisa topeng mulut dan hidung yang sesuai demi mengelakkan daripada berlaku jangkitan kepada pengendali sisa.
Kajian ini sangat penting dilaksanakan bagi mengelakkan kewujudan kluster baharu yang diakibatkanoleh kecuaian pengurusan sisa topeng mulut dan hidung.
  The issue of the Corona virus outbreak or COVID-19 has changed the landscape of human life in a more cautious way including the use of masks when working outside the home.
The first step in preventing the COVID-19 virus from the public is to wear a mask and regularly wash hands and maintain hygiene.
As a result, the demand for masks in the market is increasing and the government has increased the production of masks through the production of local factories and imports from abroad.
This indicates that the public is aware of the high prevalence of COVID-19 and that the use of masks is high.
However, a new problem is a method of disposing of masks not being properly managed.
So far.
The masks are not categorized as hazardous or clinical waste.
People remove masks as normal waste.
Although masks are not categorized as hazardous wastes, they do need to be taken seriously as the COVID-19 outbreak is extremely rapid and can spread through the masked.
Therefore, this study will identify the potential for transmission of the COVID-19 virus through the masks and integrated masks waste management methods by local authorities and the community as hazardous waste.
This study uses content analysis methods based on past research facts and general monitoring to get answers to the objectives to be achieved.
The results show that masks are highly potential agents of transmission of COVID-19 virus if not managed properly.
This study has also classified residual masks as risky wastes.
Therefore, this study introduces the appropriate mask waste management method to prevent infection from waste operators.
This study is very important to prevent the existence of new clusters as a result of neglected management of masks.

Related Results

RASINAH: MAESTRO TARI TOPENG INDRAMAYU
RASINAH: MAESTRO TARI TOPENG INDRAMAYU
AbstrakRasinah adalah maestro yang peduli pada kesenian tradisional Topeng Indramayu. Ia lahir dari keluarga seniman, ayahnya seorang dalang wayang kulit dan ibunya seniman ronggen...
PESAN DALAM TARIAN TOPENG PANJI CIREBON
PESAN DALAM TARIAN TOPENG PANJI CIREBON
Topeng Panji Cirebon merupakan jenis topeng yang ditarikan di awal pertunjukan,   namun   paling   sulit   ditarikan.   Gerak   dan   musiknya   sangat berlawanan. Gerak yang banya...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
INTERPRETASI CATAN ‘GUNUNG KINABALU MENANGIS’ OLEH BARON KAMPIAU SEBATING
INTERPRETASI CATAN ‘GUNUNG KINABALU MENANGIS’ OLEH BARON KAMPIAU SEBATING
Imej Gunung Kinabalu adalah hal benda yang paling digemari oleh pelukis-pelukis Sabah. Kecenderungan ini telah berlaku sekian lama iaitu sejak tahun 1960-an ramai pelukis tempatan ...
REINTERPRETASI TOKOH EMBAN DALAM KARYA TARI TOPENG MBANMBAN
REINTERPRETASI TOKOH EMBAN DALAM KARYA TARI TOPENG MBANMBAN
Tokoh emban merupakan tokoh abdi yang dimaknai sebagai pembantu atau pengasuh seorang pangeran dan atau putri. Dalam pertunjukan Wayang Topeng Jatidhuwur tokoh Emban dihadirkan dal...
CARA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19
CARA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19
ABSTRAK Covid-19 melanda banyak Negara di dunia termasuk Indonesia. Wabah Covid-19 tidak hanya merupakan masalah nasional dalam suatu Negara, tapi sudah merupakan masalah global. C...
The Impact of the Covid-19 Pandemic and Macroeconomics on the Sharia Stock Indexes in Indonesia
The Impact of the Covid-19 Pandemic and Macroeconomics on the Sharia Stock Indexes in Indonesia
ABSTRACT The Covid-19 pandemic has changed economic conditions in various countries, including Indonesia. One of the sectors affected is the capital market sector which can also de...

Back to Top