Javascript must be enabled to continue!
Pemanfaatan Jamur Simbion Sponge dalam Bioisomerasi Asam Lemak pada Dedak untuk Menghasilkan Asam Lemak Cis
View through CrossRef
Utilization of Sponges Symbiotic Fungus in the Bioisomeration of Fatty Acids in Brans to Produce Cis Fatty Acid Trans fatty acids are known to have a negative impact on human health such as triggering the coronary heart and blood vessel related diseases. However, many food and animal feed contain trans fatty acids. Bran, which is widely used as animal feed has high fatty acid content and the majority are trans fatty acids. This study aims to determine the potential of Trichoderma harzanum, a sponge symbiont fungus, in the process of fatty acid bioconversion in bran. Bran was fermented in saline and non-salin condition for 15 days in the room temperature. Both fermented and not bran was extracted with methanol, and the extracts were concentrated with rotary evaporator. Fatty acid extracts were analyzed on the GC with hydrolysis and methylation as pre-treatments. The test results showed the fatty acid composition changed, and the was formation of new fatty acids. The bioisomeration process occurs in the Trans-9-Elaidic acid Methyl esther into Cis-9-Oleic Methyl ester. Cis-9-oleic acid is known as oleic acid which is widely found in olive and sunflowers oil. The fungus has potential as biocatalys for production of cis fatty acid. Asam lemak trans dikenal mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan manusia seperti memicu terjadinya penyakit jantung koroner dan penyakit terkait pembuluh darah. Namun asam lemak trans banyak terkandung dalam berbagai jenis bahan makanan maupun pakan ternak diantaranya adalah dedak. Dedak banyak digunakan sebagai pakan ternak mempunyai kandungan asam lemak yang tinggi dan mayoritas adalah asam lemak trans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jamur simbion spons Trichoderma harzanum dalam proses biokonversi asam lemak pada dedak. Fermentasi dedak dilakukan dalam kondisi salin dan unsalin selama 15 hari pada suhu ruang. Dedak yang difermentasi maupun tidak kemudian diekstrak dengan metanol kemudian dipekatkan dengan rotari eveporator. Ekstrak asam lemak degan GC dengan pre-treatment meliputi hidrolisis dan metilasi. Hasil uji menunjukan adanya perubahan komposisi dan terbentuknya asam lemak baru. Proses bioisomerasi terjadi pada Trans-9-Elaidic acid Methyl estermenjadi Cis-9-Oleic Methyl ester. Cis-9-oleic acid yang dikenal dengan asam oleat yang banyak terdapat dalam minyak zaitun dan bunga matahari. Jamur T. Harzianum mempunyai potensi sebagai biokatalis untuk memproduksi asam lemak cis.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Pemanfaatan Jamur Simbion Sponge dalam Bioisomerasi Asam Lemak pada Dedak untuk Menghasilkan Asam Lemak Cis
Description:
Utilization of Sponges Symbiotic Fungus in the Bioisomeration of Fatty Acids in Brans to Produce Cis Fatty Acid Trans fatty acids are known to have a negative impact on human health such as triggering the coronary heart and blood vessel related diseases.
However, many food and animal feed contain trans fatty acids.
Bran, which is widely used as animal feed has high fatty acid content and the majority are trans fatty acids.
This study aims to determine the potential of Trichoderma harzanum, a sponge symbiont fungus, in the process of fatty acid bioconversion in bran.
Bran was fermented in saline and non-salin condition for 15 days in the room temperature.
Both fermented and not bran was extracted with methanol, and the extracts were concentrated with rotary evaporator.
Fatty acid extracts were analyzed on the GC with hydrolysis and methylation as pre-treatments.
The test results showed the fatty acid composition changed, and the was formation of new fatty acids.
The bioisomeration process occurs in the Trans-9-Elaidic acid Methyl esther into Cis-9-Oleic Methyl ester.
Cis-9-oleic acid is known as oleic acid which is widely found in olive and sunflowers oil.
The fungus has potential as biocatalys for production of cis fatty acid.
Asam lemak trans dikenal mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan manusia seperti memicu terjadinya penyakit jantung koroner dan penyakit terkait pembuluh darah.
Namun asam lemak trans banyak terkandung dalam berbagai jenis bahan makanan maupun pakan ternak diantaranya adalah dedak.
Dedak banyak digunakan sebagai pakan ternak mempunyai kandungan asam lemak yang tinggi dan mayoritas adalah asam lemak trans.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jamur simbion spons Trichoderma harzanum dalam proses biokonversi asam lemak pada dedak.
Fermentasi dedak dilakukan dalam kondisi salin dan unsalin selama 15 hari pada suhu ruang.
Dedak yang difermentasi maupun tidak kemudian diekstrak dengan metanol kemudian dipekatkan dengan rotari eveporator.
Ekstrak asam lemak degan GC dengan pre-treatment meliputi hidrolisis dan metilasi.
Hasil uji menunjukan adanya perubahan komposisi dan terbentuknya asam lemak baru.
Proses bioisomerasi terjadi pada Trans-9-Elaidic acid Methyl estermenjadi Cis-9-Oleic Methyl ester.
Cis-9-oleic acid yang dikenal dengan asam oleat yang banyak terdapat dalam minyak zaitun dan bunga matahari.
Jamur T.
Harzianum mempunyai potensi sebagai biokatalis untuk memproduksi asam lemak cis.
Related Results
Modelling regime shifts of coral reefs to sponge reefs
Modelling regime shifts of coral reefs to sponge reefs
<p>Coral reef ecosystems have been degrading globally for decades due to global climate change and anthropogenic pressure, and corals are expected to continue declining in th...
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Jamur tiram merupakan jenis jamur yang dapat dikonsumsi baik jamur segar maupun jamur yang sudah diolah menjadi berbagai makanan. Budidaya jamur tiram menjadi salah satu usaha yang...
Stabilisasi dedak padi melalui pemasakan ekstrusif
Stabilisasi dedak padi melalui pemasakan ekstrusif
An extrusive cooker prototype for stabilizing rice bran has been developed and tested at various flow rate, moisture, and die diameter. The effectiveness of stabilization was obser...
Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat
Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat
Salah satu potensi sumber daya pakan lokal di daerah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat yaitu dedak padi. Dedak padi merupakan hasil sampingan penggilingan padi menjadi beras ...
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil lemak hewani dari dua jenis daging babi daribangsa (breed) yang berbeda yaitu babi bali asli (babi lokal) dan babi la...
Biodiversitas dan Identifikasi Jamur Basidiomycetes di Taman Nasional Sebangau, Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah
Biodiversitas dan Identifikasi Jamur Basidiomycetes di Taman Nasional Sebangau, Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah
Masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, pada umumnya sangat bergantung pada hasil hutan, baik itu hasil hutan berupa kayu maupun hasil hutan yang bukan berupa kayu. Kebutuhan mas...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERANAN PENGADUKAN TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPLEKSASI UREA SEBAGAI SARANA PEMISAHAN ASAM LEMAK OMEGA DARI MINYAK NABATI
PERANAN PENGADUKAN TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPLEKSASI UREA SEBAGAI SARANA PEMISAHAN ASAM LEMAK OMEGA DARI MINYAK NABATI
Modern society concerns more on health, in which natural foods are highly preferred. Poly-Unsaturated Fatty Acids (PUFAs) such as omega 6 and omega 9 are believed to be very import...

