Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Stabilisasi dedak padi melalui pemasakan ekstrusif

View through CrossRef
An extrusive cooker prototype for stabilizing rice bran has been developed and tested at various flow rate, moisture, and die diameter. The effectiveness of stabilization was observed from measurement of free fatty acid in rice bran oil. The results showed that extrusive cooking achieved steady state condition in 15 to 20 minutes. The smaller the size of die or the higher the flow rate of fed rice bran, the higher the cooking temperature could be achieved. In the range of values tried, moisture was found not affect cooking temperature significantly. Stable rice bran pellets could be produced if extrusive cooking was carried with moisture of 15% to 20% resulting cooking temperature of 110to 130oC. At this condition, free fatty acid content of oil from extrusive cooked rice bran could be maintained at 8% to13% (free fatty  acid content of oil from fresh rice bran is 5% to 6%), for storage of rice bran pellets in three months. Compared to extraction of raw rice bran, extraction of extrusive cooked rice bran was found to be faster. Solvent absorbed by extrusive cooked rice bran was also less than that was absorbed by raw rice bran.Keywords: Extrussive Cooking, Rice Bran, Stabilization AbstrakSebuah prototipe  pemasak  ekstrusif untuk stabilisasi  dedak padi telah dikembangkan  dan diuji pada  berbagai laju alir,  kelembaban  dan diameter  die. Efektifitas  stabilisasi  diamati  melalui pengukuran  kadar asam lemak bebas dalam minyak dedak padi. Hasil-hasil menunjukkan bahwa pemasakan  ekstrusif mencapai keadaan  tunak  dalam waktu  15 hingga 20 menit. Semakin kecil diameter die atau semakin  besar laju alir dedak yang  diumpankan,  semakin tinggi temperatur pemasakan  yang  dapat  dicapai.  Pada  rentang  nilai yang  dicoba,  kelembaban diketahui  tidak mempengaruhi  temperatur pemasakan  secara  berarti. Pelet dedak stabil  dapat  dihasilkan jika pemasakan  dilakukan dengan kelembaban 15% hingga 20% yang akan menghasilkan temperatur pemasakan  110 hingga 130oc. Pad a kondisi tersebut, kadar asam lemak bebas minyak dari pelet dedak padi hasil pemasakan ekstrusif dapat dipertahankan sebesar 8% hingga 13% (kadar asam lemak bebas minyak dari dedak segar adalah 5% hingga 6%),pada penyimpanan pelet dedak padi selama tiga bulan. Tambahan pula, ekstraksi minyak dari pelet dedak padi hasil pemasakan ekstrusif telah dikaji dan dibandingkan dengan ekstraksi dedak padi tanpa mengalami pemasakan, dengan heksan sebagai pelarut. Ekstraksi minyak dari pelet dedak padi hasil pemasakan ekstrusif diketahui berlangsung lebih cepat. Pelarut yang diserap oleh pelet dedak padi hasil pemasakan ekstrusif juga lebih sedikit dibandingkan dengan dedak padi tanpa mengalami pemasakan.Kata Kunci: Dedak Padi, Pemasakan Ekstrusif, Stabilisasi
The Institute for Research and Community Services (LPPM) ITB
Title: Stabilisasi dedak padi melalui pemasakan ekstrusif
Description:
An extrusive cooker prototype for stabilizing rice bran has been developed and tested at various flow rate, moisture, and die diameter.
The effectiveness of stabilization was observed from measurement of free fatty acid in rice bran oil.
The results showed that extrusive cooking achieved steady state condition in 15 to 20 minutes.
The smaller the size of die or the higher the flow rate of fed rice bran, the higher the cooking temperature could be achieved.
In the range of values tried, moisture was found not affect cooking temperature significantly.
Stable rice bran pellets could be produced if extrusive cooking was carried with moisture of 15% to 20% resulting cooking temperature of 110to 130oC.
At this condition, free fatty acid content of oil from extrusive cooked rice bran could be maintained at 8% to13% (free fatty  acid content of oil from fresh rice bran is 5% to 6%), for storage of rice bran pellets in three months.
Compared to extraction of raw rice bran, extraction of extrusive cooked rice bran was found to be faster.
Solvent absorbed by extrusive cooked rice bran was also less than that was absorbed by raw rice bran.
Keywords: Extrussive Cooking, Rice Bran, Stabilization AbstrakSebuah prototipe  pemasak  ekstrusif untuk stabilisasi  dedak padi telah dikembangkan  dan diuji pada  berbagai laju alir,  kelembaban  dan diameter  die.
Efektifitas  stabilisasi  diamati  melalui pengukuran  kadar asam lemak bebas dalam minyak dedak padi.
Hasil-hasil menunjukkan bahwa pemasakan  ekstrusif mencapai keadaan  tunak  dalam waktu  15 hingga 20 menit.
Semakin kecil diameter die atau semakin  besar laju alir dedak yang  diumpankan,  semakin tinggi temperatur pemasakan  yang  dapat  dicapai.
 Pada  rentang  nilai yang  dicoba,  kelembaban diketahui  tidak mempengaruhi  temperatur pemasakan  secara  berarti.
Pelet dedak stabil  dapat  dihasilkan jika pemasakan  dilakukan dengan kelembaban 15% hingga 20% yang akan menghasilkan temperatur pemasakan  110 hingga 130oc.
Pad a kondisi tersebut, kadar asam lemak bebas minyak dari pelet dedak padi hasil pemasakan ekstrusif dapat dipertahankan sebesar 8% hingga 13% (kadar asam lemak bebas minyak dari dedak segar adalah 5% hingga 6%),pada penyimpanan pelet dedak padi selama tiga bulan.
Tambahan pula, ekstraksi minyak dari pelet dedak padi hasil pemasakan ekstrusif telah dikaji dan dibandingkan dengan ekstraksi dedak padi tanpa mengalami pemasakan, dengan heksan sebagai pelarut.
Ekstraksi minyak dari pelet dedak padi hasil pemasakan ekstrusif diketahui berlangsung lebih cepat.
Pelarut yang diserap oleh pelet dedak padi hasil pemasakan ekstrusif juga lebih sedikit dibandingkan dengan dedak padi tanpa mengalami pemasakan.
Kata Kunci: Dedak Padi, Pemasakan Ekstrusif, Stabilisasi.

Related Results

Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat
Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat
Salah satu potensi sumber daya pakan lokal di daerah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat yaitu dedak padi. Dedak padi merupakan hasil sampingan penggilingan padi menjadi beras ...
UJI KUALITAS FISIK DAN KIMIAWI DEDAK PADI PENGGILINGAN KECAMATAN RINDI KABUPATEN SUMBA TIMUR
UJI KUALITAS FISIK DAN KIMIAWI DEDAK PADI PENGGILINGAN KECAMATAN RINDI KABUPATEN SUMBA TIMUR
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui uji kualitas fisik dan kimiawi dedak padi penggilingan, sebanyak 18 pe...
STUDI LITERATUR PROSES PEMBUATAN MINYAK DEDAK PADI (RICE BRAN OIL) MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI PADAT-CAIR
STUDI LITERATUR PROSES PEMBUATAN MINYAK DEDAK PADI (RICE BRAN OIL) MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI PADAT-CAIR
Melimpahnya jumlah limbah padat penyosohan padi yaitu dedak di Indonesia berpotensi untuk dijadikan minyak  pangan. Minyak pangan berbasis dedak padi dapat djadikan sebagai alterna...
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
Padi merupakan tanaman pertama yang hingga saat ini menjadi tanaman utama di dunia terutama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di Kecamatan Martapura Barat tepatnya di D...
Uji Kualitas Fisik Kukis Pakan Ternak Dengan Level Penggunaan Jerami Padi fermentasi Yang Berbeda
Uji Kualitas Fisik Kukis Pakan Ternak Dengan Level Penggunaan Jerami Padi fermentasi Yang Berbeda
Ketersediaan bahan pakan umumnya berfluktuasi sepanjang tahun, yaitu melimpah pada saat musim penghujan dan terbatas pada saat musim kemarau. Kondisi seperti itu adalah merupakan p...
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifi...
Effect of Fermented Rice Bran and Corn Meal in Commercial Feed on The Production Performance of Broiler
Effect of Fermented Rice Bran and Corn Meal in Commercial Feed on The Production Performance of Broiler
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dedak padi fermentasi dan tepung jagung fermentasi dalam pakan komersial terhadap kinerja produksi ayam pedaging. Penelitian ini ...
Kontribusi Dedak Padi sebagai Bahan Subtitusi Parsial Semen Terhadap Kuat Tekan Beton
Kontribusi Dedak Padi sebagai Bahan Subtitusi Parsial Semen Terhadap Kuat Tekan Beton
Penggunaan semen sebagai bahan utama dalam industri konstruksi telah menjadi praktik umum selama bertahun-tahun. Namun, pemakaian semen dalam jumlah besar berdampak negatif pada li...

Back to Top