Javascript must be enabled to continue!
Hidrogenasi Hidrotermal Katalitik Asam Oleat dengan Produksi Hidrogen secara in-situ Menggunakan Katalis NiO/y-Al2O3
View through CrossRef
Reaksi hidrogenasi adalah salah satu reaksi yang sangat penting bagi industri oleokimia untuk mengubah asam-asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh dan turunannya. Kebutuhan hidrogen dalam jumlah besar pada reaksi hidrogenasi akan menjadi suatu masalah dalam hal ketersediaan hidrogen dan keekonomisannya. Teknologi hidrotermal katalitik menawarkan beberapa keuntungan diantaranya dapat memproduksi hidrogen secara in-situ. Fokus penelitian ini adalah untuk untuk mengevaluasi pengaruh penambahan muatan logam pada katalis, pengaruh penambahan timah pada katalis NiO/y-Al2O3 dan pengaruh penambahan gliserol sebagai sumber produksi H2 secara in-situ terhadap konversi hidrogenasi asam oleat. Katalis dibuat dengan metode impregnasi kering. Karakterisasi XRD, XRF dan BET pada katalis mengkonfirmasi keberadaan logam Ni dan Sn pada katalis. Konversi Hidrogenasi pada reaksi tanpa gliserol menggunakan katalis NiO/y-Al2O3 pada 300oC selama 6 jam tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dengan penambahan muatan logam. Namun, penambahan logam Sn meningkatkan selektivitas produksi H2 in-situ yang digunakan untuk menghidrogenasi asam oleat dengan konversi hidrogenasi sebesar 36%. Penambahan gliserol pada reaktan juga meningkatkan konversi hidrogenasi dibandingkan dengan reaksi tanpa gliserol.
Fakultas Teknik (FT) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani)
Title: Hidrogenasi Hidrotermal Katalitik Asam Oleat dengan Produksi Hidrogen secara in-situ Menggunakan Katalis NiO/y-Al2O3
Description:
Reaksi hidrogenasi adalah salah satu reaksi yang sangat penting bagi industri oleokimia untuk mengubah asam-asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh dan turunannya.
Kebutuhan hidrogen dalam jumlah besar pada reaksi hidrogenasi akan menjadi suatu masalah dalam hal ketersediaan hidrogen dan keekonomisannya.
Teknologi hidrotermal katalitik menawarkan beberapa keuntungan diantaranya dapat memproduksi hidrogen secara in-situ.
Fokus penelitian ini adalah untuk untuk mengevaluasi pengaruh penambahan muatan logam pada katalis, pengaruh penambahan timah pada katalis NiO/y-Al2O3 dan pengaruh penambahan gliserol sebagai sumber produksi H2 secara in-situ terhadap konversi hidrogenasi asam oleat.
Katalis dibuat dengan metode impregnasi kering.
Karakterisasi XRD, XRF dan BET pada katalis mengkonfirmasi keberadaan logam Ni dan Sn pada katalis.
Konversi Hidrogenasi pada reaksi tanpa gliserol menggunakan katalis NiO/y-Al2O3 pada 300oC selama 6 jam tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dengan penambahan muatan logam.
Namun, penambahan logam Sn meningkatkan selektivitas produksi H2 in-situ yang digunakan untuk menghidrogenasi asam oleat dengan konversi hidrogenasi sebesar 36%.
Penambahan gliserol pada reaktan juga meningkatkan konversi hidrogenasi dibandingkan dengan reaksi tanpa gliserol.
Related Results
Structural and Optical Properties of Pure NiO Nanoparticles and NiO-Mn2O3, NiO-CdO, NiO-Pb2O3, NiO-ZnO Nanocomposites
Structural and Optical Properties of Pure NiO Nanoparticles and NiO-Mn2O3, NiO-CdO, NiO-Pb2O3, NiO-ZnO Nanocomposites
Abstract: Pure nickel oxide (NiO) nanoparticles and NiO-Mn2O3, NiO-CdO, NiO-Pb2O3, NiO –ZnO nanocomposites were synthesized by co-precipitation method. The PXRD studies revealed th...
Hidrogenasi Benzen
Hidrogenasi Benzen
Penelitian ini bertujuan mempelajari unjuk kerja katalis ruthenium dan rhodium yang disupport dengan karbon aktif pada reaksi hidrogenasi benzene pada fasa cair dengan pelarut asam...
Optimasi Proses Epoksidasi Asam Oleat pada Scaling Up Sintesis Asam 9,10-Dihidroksi Stearat (DHSA) Bench Scale
Optimasi Proses Epoksidasi Asam Oleat pada Scaling Up Sintesis Asam 9,10-Dihidroksi Stearat (DHSA) Bench Scale
Sintesis asam 9,10-dihidroksi stearat (DHSA) dari asam oleat terepoksidasi merupakan salah satu upaya yang akan meningkatkan penggunaan, diversifikasi dan nilai tambah minyak kelap...
Electrophoretic Deposition and Physicochemical Characterization of Al2O3-NiO Composite Materials
Electrophoretic Deposition and Physicochemical Characterization of Al2O3-NiO Composite Materials
Al2O3-NiO composites were fabricated by electrophoretic deposition (EPD). Suspensions were prepared from the mixture of Al2O3 and NiO powder in a mixed ethanol-water electrolyte an...
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil lemak hewani dari dua jenis daging babi daribangsa (breed) yang berbeda yaitu babi bali asli (babi lokal) dan babi la...
SINTESIS ASAM 9,10-DIHIDROKSI STEARAT (DHSA) MELALUI HIDROLISA EPOKSIDA DARI OKSIDASI ASAM OLEAT DENGAN ASAM PERFORMAT
SINTESIS ASAM 9,10-DIHIDROKSI STEARAT (DHSA) MELALUI HIDROLISA EPOKSIDA DARI OKSIDASI ASAM OLEAT DENGAN ASAM PERFORMAT
SYNTHESIS OF 9,10-DIHYDROXYSTEARIC ACID (DHSA) THROUGH HYDROLYSIS EPOXIDE FROM OXIDATION OLEIC ACID AND PERFORMIC ACID. 9,10-dihydroxy stearic acid (DHSA); C18H36O4 is one of hydro...
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
ABSTRACT The aim of this study was to determine the effect of acetic acid, hydrochloric acid, and citric acid on the physical characteristics of glue from red snapper scale...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...

