Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pembuatan Karbon Aktif dari Limbah Plastik PET (Polyethylene terephthalate) Menggunakan Aktivator KOH

View through CrossRef
 Pengunaan plastik setiap hari mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan dan menjadi salah satu masalah serius yang harus ditangani karena plastik tidak dapat terdegradasi. Plastik merupakan senyawa yang unsur penyusun utamanya adalah karbon dan hidrogen. Sehingga limbah plastik berpotensi sebagai pembuatan karbon aktif dan akan membuat limbah plastik menjadi lebih bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi aktivator dan waktu aktivasi terhadap proses aktivasi fisika kimia sehingga menghasilkan produk karbon aktif yang sesuai dengan SNI 06-3730-1995. Plastik PET terlebih dahulu dikarbonasi pada temperatur 480oC selama 2 jam menggunakan furnace hingga membentuk arang. Lalu, direndam dalam aseton selama 24 jam. Setelah itu disaring dan dikeringkan menggunakan oven pada temperatur 110oC selama 3 jam dan dilanjutkan dengan proses aktivasi fisika pada temperatur 750oC selama 2 jam. Karbon yang telah teraktivasi fisika selanjutnya diaktivasi secara kimia dengan menggunakan KOH konsentrasi 1 M, 2 M, 3 M, dan 4M dengan variasi waktu  2 jam dan 4 jam. Diperoleh hasil terbaik yaitu pada karbon aktif dengan konsentrasi KOH 4 M dan waktu aktivasi 2 jam dengan nilai daya serap iod sebesar 980,17 mg/g, kadar abu 0,28%, kadar air 7,55%, dan kadar volatile matter 3,47%. Karbon aktif yang diperoleh telah memenuhi SNI 06-3730-1995.The use of plastic every day results in the accumulation of plastic waste that can pollute the environment and was a serious problem that must be addressed because plastic cannot be degraded. Plastic was a compound whose main constituent elements were carbon and hydrogen. So that plastic waste has the potential to produce activated carbon and will make plastic waste more useful. This study aims to determine the effect of activator concentration and activation time on the physical-chemical activation process so as to produce activated carbon products in accordance with SNI 06-3730-1995. PET plastik was first carbonated at a temperature of 480oC for 2 hours using a furnace to form charcoal. Then, soaked in acetone for 24 hours. After that it was filtered and dried using an oven at a temperature of 110oC for 3 hours and continued with the physical activation process at a temperature of 750oC for 2 hours. The physically activated carbon was then chemically activated using KOH concentrations of 1 M, 2 M, 3 M, and 4 M with time variations of 2 hours and 4 hours. The best results were obtained on activated carbon with a concentration of KOH 4 M and an activation time of 2 hours with an iodine absorption value of 980.17 mg/g, 0.28% ash content, 7.55% water content, and volatile matter levels 3,47%. Activated carbon obtained has complied with SNI 06-3730-1995.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Pembuatan Karbon Aktif dari Limbah Plastik PET (Polyethylene terephthalate) Menggunakan Aktivator KOH
Description:
 Pengunaan plastik setiap hari mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan dan menjadi salah satu masalah serius yang harus ditangani karena plastik tidak dapat terdegradasi.
Plastik merupakan senyawa yang unsur penyusun utamanya adalah karbon dan hidrogen.
Sehingga limbah plastik berpotensi sebagai pembuatan karbon aktif dan akan membuat limbah plastik menjadi lebih bermanfaat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi aktivator dan waktu aktivasi terhadap proses aktivasi fisika kimia sehingga menghasilkan produk karbon aktif yang sesuai dengan SNI 06-3730-1995.
Plastik PET terlebih dahulu dikarbonasi pada temperatur 480oC selama 2 jam menggunakan furnace hingga membentuk arang.
Lalu, direndam dalam aseton selama 24 jam.
Setelah itu disaring dan dikeringkan menggunakan oven pada temperatur 110oC selama 3 jam dan dilanjutkan dengan proses aktivasi fisika pada temperatur 750oC selama 2 jam.
Karbon yang telah teraktivasi fisika selanjutnya diaktivasi secara kimia dengan menggunakan KOH konsentrasi 1 M, 2 M, 3 M, dan 4M dengan variasi waktu  2 jam dan 4 jam.
Diperoleh hasil terbaik yaitu pada karbon aktif dengan konsentrasi KOH 4 M dan waktu aktivasi 2 jam dengan nilai daya serap iod sebesar 980,17 mg/g, kadar abu 0,28%, kadar air 7,55%, dan kadar volatile matter 3,47%.
Karbon aktif yang diperoleh telah memenuhi SNI 06-3730-1995.
The use of plastic every day results in the accumulation of plastic waste that can pollute the environment and was a serious problem that must be addressed because plastic cannot be degraded.
Plastic was a compound whose main constituent elements were carbon and hydrogen.
So that plastic waste has the potential to produce activated carbon and will make plastic waste more useful.
This study aims to determine the effect of activator concentration and activation time on the physical-chemical activation process so as to produce activated carbon products in accordance with SNI 06-3730-1995.
PET plastik was first carbonated at a temperature of 480oC for 2 hours using a furnace to form charcoal.
Then, soaked in acetone for 24 hours.
After that it was filtered and dried using an oven at a temperature of 110oC for 3 hours and continued with the physical activation process at a temperature of 750oC for 2 hours.
The physically activated carbon was then chemically activated using KOH concentrations of 1 M, 2 M, 3 M, and 4 M with time variations of 2 hours and 4 hours.
The best results were obtained on activated carbon with a concentration of KOH 4 M and an activation time of 2 hours with an iodine absorption value of 980.
17 mg/g, 0.
28% ash content, 7.
55% water content, and volatile matter levels 3,47%.
Activated carbon obtained has complied with SNI 06-3730-1995.

Related Results

PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI CANGKANG BUAH KARET MELALUI KARBONASI SUHU 600ºC DENGAN AKTIVATOR KOH
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI CANGKANG BUAH KARET MELALUI KARBONASI SUHU 600ºC DENGAN AKTIVATOR KOH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum konsentrasi aktivator KOH dari karbon aktif cangkang buah karet dan kualitasnya. Proses karbonisasi karbon aktif dilakukan...
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU
<p>Ampas tahu merupakan residu proses pembuatan tahu. Ampas tahu yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu cukup melimpah. Pemanfaatan ampas tahu selama ini dapat digunakan...
SEMANA DE ENFERMAGEM E SEUS ASPECTOS SOCIAIS NA VALORIZAÇÃO PROFISSIONAL: UM RELATO DE EXPERIÊNCIA DO GRUPO PET-ENFERMAGEM
SEMANA DE ENFERMAGEM E SEUS ASPECTOS SOCIAIS NA VALORIZAÇÃO PROFISSIONAL: UM RELATO DE EXPERIÊNCIA DO GRUPO PET-ENFERMAGEM
A enfermagem é o pilar da assistência pois está na linha de frente do cuidado holístico, todavia esta é estigmatizada e desvalorizada, assim como não possui reconhecimento consider...
Kualitas Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok Menggunakan Aktivator Kimia dengan Variasi Konsentrasi dan Waktu Aktivasi
Kualitas Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok Menggunakan Aktivator Kimia dengan Variasi Konsentrasi dan Waktu Aktivasi
Buah pisang adalah sumber pangan yang banyak dikonsumsi karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Bagian lain dari buah pisang yaitu bagian kulit dapat dimanfaatkan sebaga...
E EFEKTIFITAS KARBON AKTIF TONGKOL JAGUNG TERHADAP KADAR pH, TSS DAN TDS PADA LIMBAH CAIR PT PERTA SAMTAN GAS
E EFEKTIFITAS KARBON AKTIF TONGKOL JAGUNG TERHADAP KADAR pH, TSS DAN TDS PADA LIMBAH CAIR PT PERTA SAMTAN GAS
Jagung (Zea mays) merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia selain gandum dan padi. Jagung menghasilkan limbah padat berupa daun jagung dan...
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR H3PO4 TERHADAP KARBON AKTIF AMPAS TEBU
PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR H3PO4 TERHADAP KARBON AKTIF AMPAS TEBU
Ampas tebu adalah sisa penggilingan tebu yang sebagian belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Kurang lebih 50% ampas tebu yang diperoleh setiap pabrik gula dijadikan u...
PROSES KREATIF PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK JENIS LOW DENSITY POLYETHYLENE OLEH I MADE ARDE WIYASA
PROSES KREATIF PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK JENIS LOW DENSITY POLYETHYLENE OLEH I MADE ARDE WIYASA
Kantong plastik merupakan barang yang tak pernah lepas bagi kehidupan manusia. Kemudahan, kepraktisan dan harganya yang murah membuat kantong plastik selalu digunakan. Penggunaan k...
SINTESIS KARBON AKTIF DARI KULIT DURIAN UNTUK PEMURNIAN AIR GAMBUT
SINTESIS KARBON AKTIF DARI KULIT DURIAN UNTUK PEMURNIAN AIR GAMBUT
ABSTRAKTelah disintesis karbon aktif dari kulit durian dengan aktivator kalium hidroksida (KOH). Bentuk dan ukuran pori karbon aktif serta kemampuan dalam mengadsorbsi Fe pada air ...

Back to Top