Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SINTESIS KARBON AKTIF DARI KULIT DURIAN UNTUK PEMURNIAN AIR GAMBUT

View through CrossRef
ABSTRAKTelah disintesis karbon aktif dari kulit durian dengan aktivator kalium hidroksida (KOH). Bentuk dan ukuran pori karbon aktif serta kemampuan dalam mengadsorbsi Fe pada air gambut dapat dilihat dari pengaruh konsentrasi KOH. Karbon aktif dikarakterisasi untuk mengetahui bentuk dan ukuran porinya dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Dari hasil karakterisasi didapatkan bahwa semakin besar konsentrasi KOH, semakin besar juga ukuran pori yang didapat yaitu pada konsentrasi 35% dengan ukuran pori 8,41 μm. Hasil penelitian menggunakan Atomic Absorbsion Spectrophotometry (AAS) menunjukkan bahwa kadar besi menurun seiring dengan meningkatnya ukuran pori. Hasil kadar besi yang terkecil pada konsentrasi KOH 35% sebesar 0,36 mg/L hampir mendekati batas ambang air layak konsumsi yaitu 0,3 mg/L. Nilai konduktivitas listrik diperoleh sebesar 0,072 mS/cm pada konsentrasi KOH 35% masih berada di atas batas ambang konduktivitas air layak konsumsi yaitu 0,055 mS/cm.Kata kunci : Kulit durian, kalium hidroksida (KOH), adsorbsi FeAbstractThe syntesis active carbon from kingfruit shell used kalium hydroxyde (KOH) as activator has been done. The research determined effect of KOH consentration to morphology, pore size and performance of actived carbon to absorbs of ferrum in peat water. Morphology and pore size were examined by using SEM. Characterization show that increasing of KOH consentration caused an increase in the pore size are 8,41 μm in KOH consentration 35%. Atomic Absorbsion Spectrophotometry (AAS) results shows that in decreasing ferrum consentration caused by increasing pore size. KOH 35% give lowest in content ferrum is 0.36 mg/L and almost approaching the threshold water is 0.3 mg/L. Electrical conductivity is 0.072 mS/cm in KOH consentration 35% and still above the threshold  conductivity of water for consumed is 0.055 mS/cm.Keywords : Kingfruit, kalium hydroxyde (KOH), adsorbtion of ferrum
Title: SINTESIS KARBON AKTIF DARI KULIT DURIAN UNTUK PEMURNIAN AIR GAMBUT
Description:
ABSTRAKTelah disintesis karbon aktif dari kulit durian dengan aktivator kalium hidroksida (KOH).
Bentuk dan ukuran pori karbon aktif serta kemampuan dalam mengadsorbsi Fe pada air gambut dapat dilihat dari pengaruh konsentrasi KOH.
Karbon aktif dikarakterisasi untuk mengetahui bentuk dan ukuran porinya dengan Scanning Electron Microscopy (SEM).
Dari hasil karakterisasi didapatkan bahwa semakin besar konsentrasi KOH, semakin besar juga ukuran pori yang didapat yaitu pada konsentrasi 35% dengan ukuran pori 8,41 μm.
Hasil penelitian menggunakan Atomic Absorbsion Spectrophotometry (AAS) menunjukkan bahwa kadar besi menurun seiring dengan meningkatnya ukuran pori.
Hasil kadar besi yang terkecil pada konsentrasi KOH 35% sebesar 0,36 mg/L hampir mendekati batas ambang air layak konsumsi yaitu 0,3 mg/L.
Nilai konduktivitas listrik diperoleh sebesar 0,072 mS/cm pada konsentrasi KOH 35% masih berada di atas batas ambang konduktivitas air layak konsumsi yaitu 0,055 mS/cm.
Kata kunci : Kulit durian, kalium hidroksida (KOH), adsorbsi FeAbstractThe syntesis active carbon from kingfruit shell used kalium hydroxyde (KOH) as activator has been done.
The research determined effect of KOH consentration to morphology, pore size and performance of actived carbon to absorbs of ferrum in peat water.
Morphology and pore size were examined by using SEM.
Characterization show that increasing of KOH consentration caused an increase in the pore size are 8,41 μm in KOH consentration 35%.
Atomic Absorbsion Spectrophotometry (AAS) results shows that in decreasing ferrum consentration caused by increasing pore size.
KOH 35% give lowest in content ferrum is 0.
36 mg/L and almost approaching the threshold water is 0.
3 mg/L.
Electrical conductivity is 0.
072 mS/cm in KOH consentration 35% and still above the threshold  conductivity of water for consumed is 0.
055 mS/cm.
Keywords : Kingfruit, kalium hydroxyde (KOH), adsorbtion of ferrum.

Related Results

KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
Adsorpsi Air Gambut Menggunakan Karbon Aktif Dari Buah Bintaro
Adsorpsi Air Gambut Menggunakan Karbon Aktif Dari Buah Bintaro
Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi merupakan daerah dataran rendah yang banyak mengandung air gambut. Air gambut dapat diadsorpsi menjadi air bersih yaitu dengan menggun...
Karakterisasi Karbon Aktif Pelet Kulit Kacang Tanah Dan Aplikasinya Pada Limbah Pewarna Sintesis
Karakterisasi Karbon Aktif Pelet Kulit Kacang Tanah Dan Aplikasinya Pada Limbah Pewarna Sintesis
Kacang  tanah   (Arachis hypogaea L.)  merupakan   tanaman   yang  tergolong  famili   Leguminoceae,  Kacang   tanah   sendiri   terdiri  dari   biji   dan   kulitnya,   dimana   k...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
Kualitas Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok Menggunakan Aktivator Kimia dengan Variasi Konsentrasi dan Waktu Aktivasi
Kualitas Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok Menggunakan Aktivator Kimia dengan Variasi Konsentrasi dan Waktu Aktivasi
Buah pisang adalah sumber pangan yang banyak dikonsumsi karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Bagian lain dari buah pisang yaitu bagian kulit dapat dimanfaatkan sebaga...
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Restorasi gambut sangat diperlukan untuk merehabilitasi ekosistem gambut. Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menerapkan upaya restorasi gambut salah satunya melalui kegiatan rewett...

Back to Top