Javascript must be enabled to continue!
Karakterisasi Karbon Aktif Pelet Kulit Kacang Tanah Dan Aplikasinya Pada Limbah Pewarna Sintesis
View through CrossRef
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman yang tergolong famili Leguminoceae, Kacang tanah sendiri terdiri dari biji dan kulitnya, dimana kulitnya tidak dapat zdimanfaatkan secara optimal dan limbahnya masih merugikan bagi lingkungan. Kandungan selulosa pada kulit kacang tanah cukup tinggi sehinnga dapat digunakan sebagai penyerap karena gugus ―OH terikat pada selulosa. Pada penelitian kali ini karbon aktif pelet kulit kacang tanah digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kadar warna dan menetralisis PH limbah pewarna sintesis melalui proses Adsorbsi. Kulit Kacang tanah dikarbonisasi dengan suhu 450 o C selama 5 menit, kemudian diaktivasi dengan larutan NaCL pada konsentrasi 45% selama 2 hari. Karbon aktif kulit kacang tanah dibuat menjadi pelet sebanyak 100 gram dengan perbandingan komposisi penyusun adalah karbon aktif kulit kacang tanah : zeolit : tanah Liat sebesar 25% : 20%;55%(Sampel A) , 50%;20%; 30% (Sampel B), 75%;20%;5%( Sampel C). Pelet karbon aktif kemudian dianalisa untuk mengetahui karektersitik morfologi melalui uji SEM (Scanning Electron Microscopy) dan unsur-unsur penyusun karbon aktif pelet melalui uji EDS (Energy Disperese Spectroscopy). Dari hasil analisa menunjukkan morofologi pelet karbon aktif banyak terdapat pori tetapi bentuknya tidak homogen. Grafik spektrum EDS pellet karbon aktif menunjukkan adanya unsur karbon tertinggi pada sampel C sebesar 70 % . Karbon aktif pelet dengan karakteristik tebaik diaplikasikan ke llmbah pewarna sintesis melalui proses Adsorbsi dengan waktu kontak 180 menit, hasil analisa didapat kenaikan pH dari 4,2 menjadi 6.5. Sedangkan untuk kadar warna didapat persentase kenaikan sebesar 91,59% yaitu dari sebesar 1843 TCU menjadi 155 TCU.
Universitas PGRI Palembang
Title: Karakterisasi Karbon Aktif Pelet Kulit Kacang Tanah Dan Aplikasinya Pada Limbah Pewarna Sintesis
Description:
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.
) merupakan tanaman yang tergolong famili Leguminoceae, Kacang tanah sendiri terdiri dari biji dan kulitnya, dimana kulitnya tidak dapat zdimanfaatkan secara optimal dan limbahnya masih merugikan bagi lingkungan.
Kandungan selulosa pada kulit kacang tanah cukup tinggi sehinnga dapat digunakan sebagai penyerap karena gugus ―OH terikat pada selulosa.
Pada penelitian kali ini karbon aktif pelet kulit kacang tanah digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kadar warna dan menetralisis PH limbah pewarna sintesis melalui proses Adsorbsi.
Kulit Kacang tanah dikarbonisasi dengan suhu 450 o C selama 5 menit, kemudian diaktivasi dengan larutan NaCL pada konsentrasi 45% selama 2 hari.
Karbon aktif kulit kacang tanah dibuat menjadi pelet sebanyak 100 gram dengan perbandingan komposisi penyusun adalah karbon aktif kulit kacang tanah : zeolit : tanah Liat sebesar 25% : 20%;55%(Sampel A) , 50%;20%; 30% (Sampel B), 75%;20%;5%( Sampel C).
Pelet karbon aktif kemudian dianalisa untuk mengetahui karektersitik morfologi melalui uji SEM (Scanning Electron Microscopy) dan unsur-unsur penyusun karbon aktif pelet melalui uji EDS (Energy Disperese Spectroscopy).
Dari hasil analisa menunjukkan morofologi pelet karbon aktif banyak terdapat pori tetapi bentuknya tidak homogen.
Grafik spektrum EDS pellet karbon aktif menunjukkan adanya unsur karbon tertinggi pada sampel C sebesar 70 % .
Karbon aktif pelet dengan karakteristik tebaik diaplikasikan ke llmbah pewarna sintesis melalui proses Adsorbsi dengan waktu kontak 180 menit, hasil analisa didapat kenaikan pH dari 4,2 menjadi 6.
5.
Sedangkan untuk kadar warna didapat persentase kenaikan sebesar 91,59% yaitu dari sebesar 1843 TCU menjadi 155 TCU.
.
Related Results
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
PELAPISAN PERMUKAAN PELET UO2 DENGAN ZIRKONIUM DIBORIDA MENGGUNAKAN METODA SPUTTERING
PELAPISAN PERMUKAAN PELET UO2 DENGAN ZIRKONIUM DIBORIDA MENGGUNAKAN METODA SPUTTERING
PELAPISAN PERMUKAAN PELET UO2 DENGAN ZIRKONIUM DIBORIDA MENGGUNAKAN METODA SPUTTERING. Pengembangan teknologi bahan bakar nuklir bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengoperasia...
PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI PADA BATIK JUMPUTAN UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN
PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI PADA BATIK JUMPUTAN UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN
Indonesia memiliki berbagai macam kekayaan, mulai dari flora, fauna, ilmu pengetahuan dari nenek moyang, seni batik, dan masih banyak lagi.Terdapat berbagai macam pewarna tekstil. ...
Pengembangan getuk kacang tolo sebagai makanan selingan alternatif kaya serat
Pengembangan getuk kacang tolo sebagai makanan selingan alternatif kaya serat
<p><strong>ABSTRACT</strong></p><p><em><strong>Background</strong>: Getuk is traditional food that is familiar in all age group. How...
Pengaruh Waktu Kontak pada Daya Serap Adsorben Alam Karbon Aktif dari Cangkang Kelapa Sawit terhadap Zat Warna Procion Red
Pengaruh Waktu Kontak pada Daya Serap Adsorben Alam Karbon Aktif dari Cangkang Kelapa Sawit terhadap Zat Warna Procion Red
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh kontak pada daya serap adsorben alam karbon aktif dari cangkang kelapa sawit terhadap zat warna procion red. Penelitian ini bertujuan un...
Kualitas Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok Menggunakan Aktivator Kimia dengan Variasi Konsentrasi dan Waktu Aktivasi
Kualitas Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok Menggunakan Aktivator Kimia dengan Variasi Konsentrasi dan Waktu Aktivasi
Buah pisang adalah sumber pangan yang banyak dikonsumsi karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Bagian lain dari buah pisang yaitu bagian kulit dapat dimanfaatkan sebaga...
E EFEKTIFITAS KARBON AKTIF TONGKOL JAGUNG TERHADAP KADAR pH, TSS DAN TDS PADA LIMBAH CAIR PT PERTA SAMTAN GAS
E EFEKTIFITAS KARBON AKTIF TONGKOL JAGUNG TERHADAP KADAR pH, TSS DAN TDS PADA LIMBAH CAIR PT PERTA SAMTAN GAS
Jagung (Zea mays) merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia selain gandum dan padi. Jagung menghasilkan limbah padat berupa daun jagung dan...
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI CANGKANG BUAH KARET MELALUI KARBONASI SUHU 600ºC DENGAN AKTIVATOR KOH
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI CANGKANG BUAH KARET MELALUI KARBONASI SUHU 600ºC DENGAN AKTIVATOR KOH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum konsentrasi aktivator KOH dari karbon aktif cangkang buah karet dan kualitasnya. Proses karbonisasi karbon aktif dilakukan...

