Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KONTRIBUSI BERAS SIGER DALAM POLA KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA KONSUMEN BERAS SIGER DI PROVINSI LAMPUNG

View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah mempelajari: (a) pola konsumsi beras siger, (b)   konsumsi pangan rumah tangga, dan (c)  kontribusi beras siger dalam pola konsumsi pangan rumah tangga konsumen beras siger. Penelitian dilaksanakan di Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Tulang Bawang dengan menggunakan metode survai. Populasi penelitian adalah konsumen beras siger dari Agroindustri Mekar Sari (Metro), Siti Hawa (Lampung Selatan), dan Toga Sari (Kabupaten Tulang Bawang).  Sampel rumah tangga ditentukan dengan quota sampling, masing-masing berjumlah 25 rumah tangga dari Agroindustri Mekar Sari, 19 rumah tangga dari Agroindustri Siti Hawa, dan 30 rumah Tangga dari Agroindustri Toga Sari. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, sedangkan data konsumsi pangan diperoleh dengan Metode Recall pada bulan Mei-Agustus 2016.  Data dianalisis dengan statistik deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) konsumsi beras siger rumah tangga konsumen beras siger di Provinsi Lampung rata-rata 228,38 gram per rumah tangga per hari, dengan frekuensi dua kali per bulan, sebagian besar beras siger dikonsumsi sebagai pensubstitusi pangan pokok, dan sebagian besar konsumen membeli beras siger di  pabrik beras siger, (b) tingkat kecukupan energi rumah tangga konsumen beras siger berada pada kategori baik dengan skor PPH 73,02, dan (c) kontribusi beras siger terhadap kecukupan energi rata-rata sebesar 10,84 persen.   Kata kunci : beras siger, pola konsumsi, PPH
Title: KONTRIBUSI BERAS SIGER DALAM POLA KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA KONSUMEN BERAS SIGER DI PROVINSI LAMPUNG
Description:
Tujuan penelitian ini adalah mempelajari: (a) pola konsumsi beras siger, (b)   konsumsi pangan rumah tangga, dan (c)  kontribusi beras siger dalam pola konsumsi pangan rumah tangga konsumen beras siger.
Penelitian dilaksanakan di Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Tulang Bawang dengan menggunakan metode survai.
Populasi penelitian adalah konsumen beras siger dari Agroindustri Mekar Sari (Metro), Siti Hawa (Lampung Selatan), dan Toga Sari (Kabupaten Tulang Bawang).
  Sampel rumah tangga ditentukan dengan quota sampling, masing-masing berjumlah 25 rumah tangga dari Agroindustri Mekar Sari, 19 rumah tangga dari Agroindustri Siti Hawa, dan 30 rumah Tangga dari Agroindustri Toga Sari.
Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, sedangkan data konsumsi pangan diperoleh dengan Metode Recall pada bulan Mei-Agustus 2016.
  Data dianalisis dengan statistik deskriptif.
  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) konsumsi beras siger rumah tangga konsumen beras siger di Provinsi Lampung rata-rata 228,38 gram per rumah tangga per hari, dengan frekuensi dua kali per bulan, sebagian besar beras siger dikonsumsi sebagai pensubstitusi pangan pokok, dan sebagian besar konsumen membeli beras siger di  pabrik beras siger, (b) tingkat kecukupan energi rumah tangga konsumen beras siger berada pada kategori baik dengan skor PPH 73,02, dan (c) kontribusi beras siger terhadap kecukupan energi rata-rata sebesar 10,84 persen.
  Kata kunci : beras siger, pola konsumsi, PPH.

Related Results

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
Struktur Tritangtu pada Siger Aksesoris Pengantin Sunda Priangan
Struktur Tritangtu pada Siger Aksesoris Pengantin Sunda Priangan
The bride is a symbol of changes in the cycle of human life which is interpreted sacredly. One of the symbols of its sacredness is the use of siger as one of the accessories for Su...
Analisis Permintaan Beras di Provinsi Maluku Utara
Analisis Permintaan Beras di Provinsi Maluku Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis : (1).  perkembangan harga beras, pendapatan masyarakat, dan jumlah penduduk serta permintaan konsumsi beras di Provinsi ...
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
I. Pendahuluan 1. Stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan aspek penting untuk mencapai ketahanan pangan. Salah satu upaya untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan ...
VISUALISASI KEMASAN KERIPIK PISANG ANEKA SEBAGAI KULINER KHAS LAMPUNG
VISUALISASI KEMASAN KERIPIK PISANG ANEKA SEBAGAI KULINER KHAS LAMPUNG
<p>Lampung merupakan provinsi yang terletak di ujung timur pulau Sumatera. Lampung juga dilalui oleh jalur lintas Sumatera yang memiliki efek langsung terhadap perekonomian m...
Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia
Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia
Komoditas beras menjadi sumber pangan utama bagi 95 persen penduduk di Indonesia. Produksi padi tahun 2013 diperkirakan sebesar 70,87 juta ton gabah kering giling (GKG) setara deng...
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rumahtangga Rawan Pangan di Kota Pekanbaru
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rumahtangga Rawan Pangan di Kota Pekanbaru
Abstraksi: Ketahanan pangan rumah tangga merupakan bagian penting dalam membentuk ketahanan pangan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruh...
Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal
Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis capaian diversifikasi konsumsi pangan dan menyusun strategi pengembangan diversifikasi pangan berbasis pangan lokal. Data yang digunakan ad...

Back to Top