Javascript must be enabled to continue!
Analisis Variabel yang Berpengaruh terhadap Konsolidasi Lahan di Permukiman Kumuh Kawasan Perkotaan Kelurahan Ciumbuleuit, Kota Bandung
View through CrossRef
Abstract. The fulfillment of land needs is one step towards achieving social welfare for all Indonesian people, which is part of the government's responsibility. The difference between communities with adequate housing and those living in slums highlights a social gap that should not exist in a country aiming for prosperous citizens. Efforts to improve housing and settlement environments, including slums, have been many but are less effective in eradicating slum housing. To address this issue, the MICMAC Analysis method and descriptive analysis method are used to identify variables that play a role in consolidating slum land in urban areas. The study found two highly influential variables: Community Willingness to Accept Land Consolidation Programs (KMKL) and Funding Sources (SPBY), and two variables with low influence and dependency: Administration and Documentation in Land Consolidation Implementation (ADPKL) and Benefits of Land Consolidation Implementation (KMPKL). A key variable for the next 20 years is the Social & Economic Conditions of the Community (KSEM). The planned land consolidation in Ciumbuleuit focuses on infrastructure improvement and procurement, and further slum housing arrangements must consider land area, community willingness, budget, and other variables. This study is expected to provide insights for planning and implementing land consolidation and could offer new ideas to improve the success of land consolidation planning for slum settlements in urban areas.
Abstrak. Pemenuhan kebutuhan akan lahan menjadi salah satu langkah untuk mencapai kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah. Perbedaan antara masyarakat yang kebutuhan perumahannya terpenuhi dan masyarakat yang tinggal di daerah kumuh menjelaskan adanya kesenjangan sosial yang seharusnya tidak boleh terjadi sebagai sebuah negara yang bertujuan untuk menjadi rakyat yang sejahtera. Upaya yang dilakukan dalam perbaikan lingkungan perumahan dan pemukiman yang termasuk kumuh sudah banyak dilakukan, namun kurang efektif dalam pemberantasan perumahan kumuh. Untuk memecahkan masalah tersebut maka digunakan metode Analisis MICMAC dan metode analisis deskriptif untuk mengetahui variabel yang berperan dalam konsolidasi lahan perumahan kumuh di kawasan perkotaan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 2 variabel yang paling berpengaruh, diantaranya Kesediaan Masyarakat Menerima Program Konsolidasi Lahan (KMKL) dan Sumber Pembiayaan (SPBY), dan 2 variabel yang memiliki pengaruh dan ketergantungan yang rendah, yaitu Administrasi dan Dokumentasi Dalam Pelaksanaan Konsolidasi Lahan (ADPKL) dan Keuntungan/Manfaat Pelaksanaan Konsolidasi Lahan (KMPKL), variabel yang berpengaruh untuk 20 tahun kedepan, yaitu Kondisi Sosial & Ekonomi Masyarakat (KSEM). Konsolidasi lahan yang direncanakan di Kelurahan Ciumbuleuit difokuskan untuk pembenahan dan pengadaan infrastruktur, begitu pula untuk penataan perumahan kumuh lebih lanjut harus mempertimbangkan luas lahan, kesediaan masyarakat, anggaran dan variabel lainnya. Diharapkan kajian ini dapat menjadi bahan refleksi perencanaan dan pelaksanaan konsolidasi lahan dan dapat menjadi pokok pemikiran baru untuk meningkatkan keberhasilan perencanaan konsolidasi lahan untuk penangan permukiman kumuh di kawasan perkotaan.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Analisis Variabel yang Berpengaruh terhadap Konsolidasi Lahan di Permukiman Kumuh Kawasan Perkotaan Kelurahan Ciumbuleuit, Kota Bandung
Description:
Abstract.
The fulfillment of land needs is one step towards achieving social welfare for all Indonesian people, which is part of the government's responsibility.
The difference between communities with adequate housing and those living in slums highlights a social gap that should not exist in a country aiming for prosperous citizens.
Efforts to improve housing and settlement environments, including slums, have been many but are less effective in eradicating slum housing.
To address this issue, the MICMAC Analysis method and descriptive analysis method are used to identify variables that play a role in consolidating slum land in urban areas.
The study found two highly influential variables: Community Willingness to Accept Land Consolidation Programs (KMKL) and Funding Sources (SPBY), and two variables with low influence and dependency: Administration and Documentation in Land Consolidation Implementation (ADPKL) and Benefits of Land Consolidation Implementation (KMPKL).
A key variable for the next 20 years is the Social & Economic Conditions of the Community (KSEM).
The planned land consolidation in Ciumbuleuit focuses on infrastructure improvement and procurement, and further slum housing arrangements must consider land area, community willingness, budget, and other variables.
This study is expected to provide insights for planning and implementing land consolidation and could offer new ideas to improve the success of land consolidation planning for slum settlements in urban areas.
Abstrak.
Pemenuhan kebutuhan akan lahan menjadi salah satu langkah untuk mencapai kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah.
Perbedaan antara masyarakat yang kebutuhan perumahannya terpenuhi dan masyarakat yang tinggal di daerah kumuh menjelaskan adanya kesenjangan sosial yang seharusnya tidak boleh terjadi sebagai sebuah negara yang bertujuan untuk menjadi rakyat yang sejahtera.
Upaya yang dilakukan dalam perbaikan lingkungan perumahan dan pemukiman yang termasuk kumuh sudah banyak dilakukan, namun kurang efektif dalam pemberantasan perumahan kumuh.
Untuk memecahkan masalah tersebut maka digunakan metode Analisis MICMAC dan metode analisis deskriptif untuk mengetahui variabel yang berperan dalam konsolidasi lahan perumahan kumuh di kawasan perkotaan.
Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 2 variabel yang paling berpengaruh, diantaranya Kesediaan Masyarakat Menerima Program Konsolidasi Lahan (KMKL) dan Sumber Pembiayaan (SPBY), dan 2 variabel yang memiliki pengaruh dan ketergantungan yang rendah, yaitu Administrasi dan Dokumentasi Dalam Pelaksanaan Konsolidasi Lahan (ADPKL) dan Keuntungan/Manfaat Pelaksanaan Konsolidasi Lahan (KMPKL), variabel yang berpengaruh untuk 20 tahun kedepan, yaitu Kondisi Sosial & Ekonomi Masyarakat (KSEM).
Konsolidasi lahan yang direncanakan di Kelurahan Ciumbuleuit difokuskan untuk pembenahan dan pengadaan infrastruktur, begitu pula untuk penataan perumahan kumuh lebih lanjut harus mempertimbangkan luas lahan, kesediaan masyarakat, anggaran dan variabel lainnya.
Diharapkan kajian ini dapat menjadi bahan refleksi perencanaan dan pelaksanaan konsolidasi lahan dan dapat menjadi pokok pemikiran baru untuk meningkatkan keberhasilan perencanaan konsolidasi lahan untuk penangan permukiman kumuh di kawasan perkotaan.
Related Results
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI SURAKARTA
<p class="Style1">Kawasan permukiman kumuh merupakan kawasan yang terabaikan dari pembangunan kota dengan kondisi lingkungan permukiman yang mengalami penurunan kualitas fisi...
Evaluasi program kotaku sebagai penanganan kumuh di kecamatan panjang
Evaluasi program kotaku sebagai penanganan kumuh di kecamatan panjang
Bandar Lampung merupakan salah satu kota di Indonesia yang terdapat kawasan kumuh. Kawasan kumuh Kota Bandar Lampung adalah 4.365,26 Ha, dimana 44,55 Ha kawasan kumuh berat, 2.073,...
Rencana Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh Perkotaan ( RP2KPKPK ) Kabupaten Musi Rawas Utara
Rencana Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh Perkotaan ( RP2KPKPK ) Kabupaten Musi Rawas Utara
Penyusunan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKPK) Merupakan pendukung Rencana Strategis Kementerian PUPR tahun 2020 –...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVITALISASI KOTA TANPA KUMUH NEIGBORHOOD UPGRADING AND SHELTER SECTOR PROJECT (NUSSP) DI KOTA BIMA
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REVITALISASI KOTA TANPA KUMUH NEIGBORHOOD UPGRADING AND SHELTER SECTOR PROJECT (NUSSP) DI KOTA BIMA
Judul penelitian ini adalah : “Implementasi Kebijakan Revitalisasi Kota Tanpa Kumuh Neigborhood Upgrading And Shelter Sector Project (NUSSP) di Kota Bima. Dengan tujuan untuk m...
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH MASYARAKAT PESISIR DI DESA SANGSIT
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH MASYARAKAT PESISIR DI DESA SANGSIT
Desa Sangsit merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Buleleng yang memiliki sumberdaya kelautan yang potensial. Kenyataan ini didukung dengan peningkatan produktivitas hasil tangka...
Sistem Informasi Geografis Kumuh Kota Ketapang
Sistem Informasi Geografis Kumuh Kota Ketapang
Perencanaan dan pengembangan suatu kawasan khususnnya permukiman kumuh tentu memerlukan peta gambaran detail dari kawasan yang akan dikembangkan. Gambaran detail ini dapat diperole...
Permukiman Kumuh di Pinggiran Kota (Kasus Pinggiran Kota Yogyakarta)
Permukiman Kumuh di Pinggiran Kota (Kasus Pinggiran Kota Yogyakarta)
Kebijakan terkait permukiman dan perumahan di Indonesia cukup beragam, dari yang sifatnya umum hingga teknis (khusus). Permukiman dan perumahan memiliki berbagai sudut pandang yang...

