Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penataan Ulang Gudang Penyimpanan Kain Jadi Untuk Mengatasi Penumpukan di Gudang Kain Jadi PT. SIPATEX

View through CrossRef
Perkembangan pesat di industri, yang didorong oleh peningkatan teknologi, telah memperumit tantangan yang dihadapi. Dalam sektor manufaktur, sering kali muncul kesulitan dalam mengatur tata letak gudang produk jadi. Berdasarkan pengamatan di PT Sipatex, pengaturan produk jadi di gudang masih belum tertata dengan baik, yang mengakibatkan ketidakefisienan. Waktu yang dibutuhkan untuk mengambil produk di berbagai area gudang menjadi lebih lama, dan ini juga menyulitkan pekerja saat melakukan pemeriksaan barang yang akan dikirim kepada pelanggan. Tantangan utama yang dihadapi PT Sipatex saat ini adalah kurangnya keteraturan dalam penataan produk, yang dapat memperlambat proses pengiriman dan menyebabkan beberapa gang tidak sesuai dengan ukuran peralatan penanganan material, sehingga menyulitkan operator forklift dalam mengambil produk jadi di gudang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi perbaikan tata letak produk di gudang kain jadi dengan fokus pada pengaturan kembali penanganan material guna mengatasi penumpukan kain jadi dengan lebih efektif, sehingga dapat mengurangi penumpukan produk di gudang. Metode yang digunakan dalam pengelolaan gudang adalah pendekatan penyimpanan bersama, di mana produk dengan frekuensi pengiriman tertinggi dan yang sering bergerak ditempatkan lebih dekat dengan pintu masuk untuk meminimalkan jarak pergerakan penanganan material. Pendekatan penyimpanan bersama ini berhasil mengurangi jarak tempuh rata-rata penanganan material per minggu dari 380,5 meter menjadi 292,7 meter per minggu.
Title: Penataan Ulang Gudang Penyimpanan Kain Jadi Untuk Mengatasi Penumpukan di Gudang Kain Jadi PT. SIPATEX
Description:
Perkembangan pesat di industri, yang didorong oleh peningkatan teknologi, telah memperumit tantangan yang dihadapi.
Dalam sektor manufaktur, sering kali muncul kesulitan dalam mengatur tata letak gudang produk jadi.
Berdasarkan pengamatan di PT Sipatex, pengaturan produk jadi di gudang masih belum tertata dengan baik, yang mengakibatkan ketidakefisienan.
Waktu yang dibutuhkan untuk mengambil produk di berbagai area gudang menjadi lebih lama, dan ini juga menyulitkan pekerja saat melakukan pemeriksaan barang yang akan dikirim kepada pelanggan.
Tantangan utama yang dihadapi PT Sipatex saat ini adalah kurangnya keteraturan dalam penataan produk, yang dapat memperlambat proses pengiriman dan menyebabkan beberapa gang tidak sesuai dengan ukuran peralatan penanganan material, sehingga menyulitkan operator forklift dalam mengambil produk jadi di gudang.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi perbaikan tata letak produk di gudang kain jadi dengan fokus pada pengaturan kembali penanganan material guna mengatasi penumpukan kain jadi dengan lebih efektif, sehingga dapat mengurangi penumpukan produk di gudang.
Metode yang digunakan dalam pengelolaan gudang adalah pendekatan penyimpanan bersama, di mana produk dengan frekuensi pengiriman tertinggi dan yang sering bergerak ditempatkan lebih dekat dengan pintu masuk untuk meminimalkan jarak pergerakan penanganan material.
Pendekatan penyimpanan bersama ini berhasil mengurangi jarak tempuh rata-rata penanganan material per minggu dari 380,5 meter menjadi 292,7 meter per minggu.

Related Results

Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Resi Gudang Dan Penerima Hak Jaminan Resi Gudang Terhadap Pengelola Gudang Yang Pailit
Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Resi Gudang Dan Penerima Hak Jaminan Resi Gudang Terhadap Pengelola Gudang Yang Pailit
This Study aimsĀ  to analyze the arrangement for guaranteeing the warehouse receipt system in terms of the legislation in Indonesia and to find out and analyze the form of legal pro...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
KAIN TENUN DI INDUSTRI MODE INDONESIA
KAIN TENUN DI INDUSTRI MODE INDONESIA
Indonesia, negeri yang diberkati dengan sejuta kekayaan. Mulai dari kekayaan alam hingga kekayaan budaya. Dalam dunia mode, sebenarnya terdapat banyak sekali kekayaan budaya Indone...
Penerapan Stilasi pada Motif Kain Tenun Blongsong Palembang
Penerapan Stilasi pada Motif Kain Tenun Blongsong Palembang
Blongsong merupakan salah satu kain tenun khas Palembang. Daerah yang terkenal menghasilkan kain tenun ini adalah Kelurahan Tuan Kentang. Merujuk pada sejarahnya, kain tenun blongs...
Proses Pembuatan Batik Gambo Di Desa Toman
Proses Pembuatan Batik Gambo Di Desa Toman
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembuatan Batik Gambo di Desa Toman Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin. Dalam penelitian ini menggu...
Hubungan antara Durasi Penyimpanan Umbi dan Kinerja Pertumbuhan serta Hasil Dua Varietas Bawang Merah
Hubungan antara Durasi Penyimpanan Umbi dan Kinerja Pertumbuhan serta Hasil Dua Varietas Bawang Merah
Bulb storage is a crucial post-harvest treatment in shallot (Allium ascalonicum L.) farming because suboptimal storage duration can reduce the quality of the bulbs, making them dif...
PENCITRAAN BUDAYA POLITIK DALAM MOTIF TENUN SONGKET PALEMBANG ABAD KE-18-19 MASEHI
PENCITRAAN BUDAYA POLITIK DALAM MOTIF TENUN SONGKET PALEMBANG ABAD KE-18-19 MASEHI
Kain tenun songket adalah kain mewah yang aslinya memerlukan sejumlah emas asli untuk dijadikan benang emas, kemudian menjadi kain yang cantik. Kain songket merupakan kain tradisio...
DIET PLASTIK DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH KAIN PERCA SEBAGAI KERAJINAN TAS BELANJA GUNA MENINGKATKAN KREATIFITAS SISWA
DIET PLASTIK DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH KAIN PERCA SEBAGAI KERAJINAN TAS BELANJA GUNA MENINGKATKAN KREATIFITAS SISWA
Rusaknya lingkungan akibat sampah pakaian/kain dapat melalui berbagai cara, mulai dari penggunaan pewarna, bahan yang tersisa sampai gas buangĀ  hasil produksi yang mencemari udara....

Back to Top