Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penerapan Stilasi pada Motif Kain Tenun Blongsong Palembang

View through CrossRef
Blongsong merupakan salah satu kain tenun khas Palembang. Daerah yang terkenal menghasilkan kain tenun ini adalah Kelurahan Tuan Kentang. Merujuk pada sejarahnya, kain tenun blongsong merupakan kain khas Palembang yang asal mulanya dibawa oleh masyarakat Pulau Jawa ke Sumatera Selatan. Oleh karena itu masyarakat lebih mengenal kain songket dibanding kain tenun blongsong yang didatangkan dari pulau Jawa. Adapun penelitian ini menerapkan metode kualitatif yang bersumber dari hasil wawancara ke pengrajin yang berada di Kelurahan Tuan Kentang. Berdasarkan dari hasil wawancara, pembuatan kain tenun blongsong dapat dikatakan cukup rumit dikarenakan proses pembuatannya yang cukup lama. Satu helai kain dapat memakan waktu sekitar satu bulan dikarenakan proses awal hingga tahap penenunan masih menggunakan alat manual. Akan tetapi pengrajin masih tetap membuat kain walaupun sampai saat ini masih banyak masyarakat Palembang yang belum mengetahui dan mengenal kain tenun blongsong sebagai kain khas Kota Palembang. Selain itu jika dilihat dari corak pada motif kain tenun blongsong, pola dan bentuknya tidak terlalu tegas, sehingga secara keseluruan motifnya tidak semenarik yang ada pada kain tenun tajung yang justru harganya lebih murah atau lebih terjangkau oleh masyarakat. Melihat dari permasalahan tersebut, maka penulis berinisiatif untuk mengembangkan motif kain tenun blongsong dengan metode stilasi, agar motif yang dihasilkan menjadi lebih estetik. Sehingga ada kesesuaian antara lamanya pengerjaan dengan hasil kain dengan motif yang lebih menarik.
Title: Penerapan Stilasi pada Motif Kain Tenun Blongsong Palembang
Description:
Blongsong merupakan salah satu kain tenun khas Palembang.
Daerah yang terkenal menghasilkan kain tenun ini adalah Kelurahan Tuan Kentang.
Merujuk pada sejarahnya, kain tenun blongsong merupakan kain khas Palembang yang asal mulanya dibawa oleh masyarakat Pulau Jawa ke Sumatera Selatan.
Oleh karena itu masyarakat lebih mengenal kain songket dibanding kain tenun blongsong yang didatangkan dari pulau Jawa.
Adapun penelitian ini menerapkan metode kualitatif yang bersumber dari hasil wawancara ke pengrajin yang berada di Kelurahan Tuan Kentang.
Berdasarkan dari hasil wawancara, pembuatan kain tenun blongsong dapat dikatakan cukup rumit dikarenakan proses pembuatannya yang cukup lama.
Satu helai kain dapat memakan waktu sekitar satu bulan dikarenakan proses awal hingga tahap penenunan masih menggunakan alat manual.
Akan tetapi pengrajin masih tetap membuat kain walaupun sampai saat ini masih banyak masyarakat Palembang yang belum mengetahui dan mengenal kain tenun blongsong sebagai kain khas Kota Palembang.
Selain itu jika dilihat dari corak pada motif kain tenun blongsong, pola dan bentuknya tidak terlalu tegas, sehingga secara keseluruan motifnya tidak semenarik yang ada pada kain tenun tajung yang justru harganya lebih murah atau lebih terjangkau oleh masyarakat.
Melihat dari permasalahan tersebut, maka penulis berinisiatif untuk mengembangkan motif kain tenun blongsong dengan metode stilasi, agar motif yang dihasilkan menjadi lebih estetik.
Sehingga ada kesesuaian antara lamanya pengerjaan dengan hasil kain dengan motif yang lebih menarik.

Related Results

KAIN TENUN DI INDUSTRI MODE INDONESIA
KAIN TENUN DI INDUSTRI MODE INDONESIA
Indonesia, negeri yang diberkati dengan sejuta kekayaan. Mulai dari kekayaan alam hingga kekayaan budaya. Dalam dunia mode, sebenarnya terdapat banyak sekali kekayaan budaya Indone...
STUDI KASUS BATIK KAJANG PADATI PADA EMI ARLIN FASHION DESIGNER DI KOTA PADANG
STUDI KASUS BATIK KAJANG PADATI PADA EMI ARLIN FASHION DESIGNER DI KOTA PADANG
Each batik product in various regions has its own characteristics with different sources of inspiration. Such as kajang padati batik from West Sumatra which has its own characteris...
PENCITRAAN BUDAYA POLITIK DALAM MOTIF TENUN SONGKET PALEMBANG ABAD KE-18-19 MASEHI
PENCITRAAN BUDAYA POLITIK DALAM MOTIF TENUN SONGKET PALEMBANG ABAD KE-18-19 MASEHI
Kain tenun songket adalah kain mewah yang aslinya memerlukan sejumlah emas asli untuk dijadikan benang emas, kemudian menjadi kain yang cantik. Kain songket merupakan kain tradisio...
KEKHASAN MOTIF TENUN KAMBE-KAMBERA DALAM TENUN TRADISIONAL MUNA
KEKHASAN MOTIF TENUN KAMBE-KAMBERA DALAM TENUN TRADISIONAL MUNA
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis Dan Mendeskripsikan Bentuk-bentuk Motif tenun Kambe-Kambera Dalam Tenun Tradisional Muna, (2) Menganalisis dan Mendeskripsikan makna...
AKULTURASI MATERIAL TENUN SABU SERAT TENCEL
AKULTURASI MATERIAL TENUN SABU SERAT TENCEL
Akulturasi Material Tenun Sabu Serat Tencel. Tenun Sabu tradisional berbahan dasar benang kapas berisfat tebal dan kaku. Pengolahan bahan dasar kain tenun dapat menambahkan nilai e...
TENUN GRINGSINGTEKNIK PRODUKSI, MOTIF DAN MAKNA SIMBOLIK
TENUN GRINGSINGTEKNIK PRODUKSI, MOTIF DAN MAKNA SIMBOLIK
Latar belakang dari penelitian ini adalah bahwa Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali penghasil Tenun Ikat terbaik di Indonesia. Salah satu Tenun Ikat tersebut adalah Tenun G...
Makna Motif dan Sejarah Tenun Siak
Makna Motif dan Sejarah Tenun Siak
Tenun Siak pertama kali dikenalkan di kerajaan Siak oleh Wan Binti Karim seorang pengrajin dari kerajaan Trengganu Malaysia atas utasan Sultan Sayid Ali. Dari sinilah awal mula ten...
STILASI BURUNG LUNTUR KASUMBA DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING PADA BUSANA READY TO-WEAR
STILASI BURUNG LUNTUR KASUMBA DENGAN TEKNIK DIGITAL PRINTING PADA BUSANA READY TO-WEAR
Luntur Kasumba (Red-naped Trogon) is a species of bird belonging to the order Trogonidae with the scientific name Harpactes Kasumba which is scattered in the tropical lowland fores...

Back to Top