Javascript must be enabled to continue!
Tari Manyakok, Tari Turun Mandi, dan Tari Podang Perisai sebagai Ekspresi Budaya Masyarakat Melayu Riau
View through CrossRef
ABSTRAKTulisan ini merupakan hasil penelitian tentang nilai-nilai budaya masyarakat Melayu melalui tiga tari tradisional di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Tiga bentuk tari tradisional tersebut adalah Tari Manyakok, Tari Turun Mandi dan Tari Podang Perisai. Ketiga tari tradisional hidup dan berkembang dilatar belakangi oleh budaya masyarakat setempat. Tari Manyakok merupakan cerminan budaya menangkap ikan yang memiliki simbol-simbol berkaitan dengan budaya masyarakatnya. Tari Turun mandi merupakan tarian ritual yang berhubungan dengan kelahiran seorang anak, dan tari Podang Perisai merupakan simbol kepahlawanan dalam mempertahankan daerah dari serangan musuh. Kata Kunci: Tari Manyakok, Tari Turun Mandi, Tari Podang Parisai, Budaya Melayu, Kuantan Sengingi ABSTRACTThis paper is describing the research about the value of culture of Malayan people through three different dance in Kuantan Singingi Regency of Riau Province. These dance are Manyakok Dance, Turun Mandi Dance, and Podang Perisai Dance. From these results, the conclusion is these form of dance are growing and spread, based on their own culture. Manyakok Dance reflect the tradition of fishing, and have the symbol that related with the culture. Turun Mandi Dance is a ritual dance that related with the birth of a child, and Podang Perisai Dance is a symbol of patriotizm in defending the region from the attack of enemy. Keywords : Dance Mangoyak,Dance Turun Mandi, Dance Podang Parisai, Malay Culture, Kuantan Sengingi
Title: Tari Manyakok, Tari Turun Mandi, dan Tari Podang Perisai sebagai Ekspresi Budaya Masyarakat Melayu Riau
Description:
ABSTRAKTulisan ini merupakan hasil penelitian tentang nilai-nilai budaya masyarakat Melayu melalui tiga tari tradisional di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau.
Tiga bentuk tari tradisional tersebut adalah Tari Manyakok, Tari Turun Mandi dan Tari Podang Perisai.
Ketiga tari tradisional hidup dan berkembang dilatar belakangi oleh budaya masyarakat setempat.
Tari Manyakok merupakan cerminan budaya menangkap ikan yang memiliki simbol-simbol berkaitan dengan budaya masyarakatnya.
Tari Turun mandi merupakan tarian ritual yang berhubungan dengan kelahiran seorang anak, dan tari Podang Perisai merupakan simbol kepahlawanan dalam mempertahankan daerah dari serangan musuh.
Kata Kunci: Tari Manyakok, Tari Turun Mandi, Tari Podang Parisai, Budaya Melayu, Kuantan Sengingi ABSTRACTThis paper is describing the research about the value of culture of Malayan people through three different dance in Kuantan Singingi Regency of Riau Province.
These dance are Manyakok Dance, Turun Mandi Dance, and Podang Perisai Dance.
From these results, the conclusion is these form of dance are growing and spread, based on their own culture.
Manyakok Dance reflect the tradition of fishing, and have the symbol that related with the culture.
Turun Mandi Dance is a ritual dance that related with the birth of a child, and Podang Perisai Dance is a symbol of patriotizm in defending the region from the attack of enemy.
Keywords : Dance Mangoyak,Dance Turun Mandi, Dance Podang Parisai, Malay Culture, Kuantan Sengingi.
Related Results
DESAIN KONSEPTUAL PERISAI RADIASI REAKTOR RRI-50
DESAIN KONSEPTUAL PERISAI RADIASI REAKTOR RRI-50
ABSTRAK DESAIN KONSEPTUAL PERISAI RADIASI REAKTOR RRI-50. Salah satu parameter yang harus dipenuhi dalam mendesain reaktor nuklir adalah desain perisai radiasi yang dapat menjamin ...
EKSISTENSI TARI PERSEMBAHAN DI KUMPULAN SENI SERI MELAYU PADA MASA PANDEMI COVID-19
EKSISTENSI TARI PERSEMBAHAN DI KUMPULAN SENI SERI MELAYU PADA MASA PANDEMI COVID-19
Kumpulan Seni Seri Melayu adalah sanggar yang berlokasi di pusat Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Di Kumpulan Seni Seri Melayu ada salah satu tari tradisi yang sering ditampilkan yait...
MASYARAKAT MELAYU RIAU BERBUDAYA
MASYARAKAT MELAYU RIAU BERBUDAYA
Adat istiadat budaya Melayu Riau merupakan bagian integral dari identitas budaya masyarakat di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai aspek adat istiada...
Persepsi Pelajar Melayu UNITEN berkaitan Kemahiran Menggunakan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu dan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu Beragama Islam
Persepsi Pelajar Melayu UNITEN berkaitan Kemahiran Menggunakan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu dan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu Beragama Islam
Sejarah perkembangan tulisan Jawi sangat berkait rapat dengan penyebaran agama Islam daripada orang Parsi ke Kepulauan Melayu (Nik Hassan & Wan Zana, 2015). Tulisan Jawi dalam ...
BAJU KURUNG TRADISIONAL: CITRA DIRI PEREMPUAN MELAYU RIAU BERKEARIFAN LOKAL BUDAYA
BAJU KURUNG TRADISIONAL: CITRA DIRI PEREMPUAN MELAYU RIAU BERKEARIFAN LOKAL BUDAYA
Artikel ini bertujuan mengkaji baju kurung tradisional sebagai citra diri perempuan Melayu Riau dan bukti bahwa perempuan Melayu Riau memiliki kearifan lokal budaya yang masih bert...
REPRESENTASI BUDAYA MELAYU BERDASARKAN KERANGKA BUDAYA 3P DALAM PENGAJARAN BAHASA MELAYU DI TUFS, JEPUN
REPRESENTASI BUDAYA MELAYU BERDASARKAN KERANGKA BUDAYA 3P DALAM PENGAJARAN BAHASA MELAYU DI TUFS, JEPUN
Budaya sering kali dipersembahkan secara tidak seimbang dan tidak lengkap dalam pengajaran bahasa terutamanya bahasa asing. Oleh itu, Kajian ini dijalankan untuk meneroka represent...
Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan motivasi dalam kalangan etnik di luar bandar terhadap bahasa Melayu akan mempengaruhi penguasaan bahasa tersebut.walaupun bahasa Melayu telah digunakan secara meluas ole...
PERKEMBANGAN PERSATUAN MELAYU DI NEGERI-NEGERI MELAYU BERSEKUTU SEBELUM PERANG DUNIA KEDUA
PERKEMBANGAN PERSATUAN MELAYU DI NEGERI-NEGERI MELAYU BERSEKUTU SEBELUM PERANG DUNIA KEDUA
Kajian ini adalah mengenai perkembangan persatuan Melayu sebelum Perang Dunia Kedua. Tempoh antara tahun 1896, iaitu dengan penubuhan Negeri-negeri Melayu Bersekutu (NNMB) hingga t...

