Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nilai Gizi MP-ASI “Jagung Bose Modifikasi” dan Asupan Gizi Balita Stunting

View through CrossRef
Stunting merupakan keadaan dimana tinggi badan anak lebih pendek dibanding anak lain seusianya. Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang diperoleh oleh bayi atau janin selama masa 1000 hari pertama kehidupan. Efek stunting pada balita bisa menyebabkan terhambatnya perkembangan otak, pertumbuhan masa tubuh dan komposisi badan, gangguan metabolism, penurunan kemampuan kognitif, prestasi belajar, kekebalan tubuh, kapasitas kerja, dan terjadinya penyakit tidak menular. Prevalensi balita stunting di Desa Sukamakmur pada bulan Juli 2022 mencapai 37,5 %, sedangkan target RPJMN penurunan stunting tahun 2024 adalah 14%. Penanganan stunting saat ini diarahkan pada pendekatan intervensi gizi spesifik dan sensitive. Pencegahan stunting melalui intervensi gizi spesifik bisa dilakukan melalui pembuatan produk MP-ASI berbasis pangan lokal salah satunya menjadi Jagung Bose Modifikasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai gizi MP-ASI Jagung Bose Modifikasi sebagai intervensi gizi pada balita stunting dan mengidentifikasi asupan gizi balita stunting. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 2.555 kepala keluarga. Sedangkan sesuai kriteria inklusi diambil sampel sejumlah 20 ibu balita dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif univariate menggunakan aplikasi dietducate dan form recall. Hasil dan Kesimpulan bahwa 265 gram MP-ASI Jagung bose modifikasi memiliki kandungan nilai gizi energi: 154,9 kkal, protein: 8,9 gram, lemak: 5,7 gram, karbohidrat: 19 gram, sedangkan rata-rata asupan gizi pada 8 balita stunting dalam kategori defisit ringan pada energi, protein dan lemak, serta asupan kurang pada karbohidrat. Saran penambahan asupan karbohidrat pada balita stunting bisa dilakukan secara berkala untuk menunjang tumbuh kembang balita stunting diiringi dengan penambahan asupan makan yang mengandung energi, protein dan lemak.
Title: Nilai Gizi MP-ASI “Jagung Bose Modifikasi” dan Asupan Gizi Balita Stunting
Description:
Stunting merupakan keadaan dimana tinggi badan anak lebih pendek dibanding anak lain seusianya.
Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang diperoleh oleh bayi atau janin selama masa 1000 hari pertama kehidupan.
Efek stunting pada balita bisa menyebabkan terhambatnya perkembangan otak, pertumbuhan masa tubuh dan komposisi badan, gangguan metabolism, penurunan kemampuan kognitif, prestasi belajar, kekebalan tubuh, kapasitas kerja, dan terjadinya penyakit tidak menular.
Prevalensi balita stunting di Desa Sukamakmur pada bulan Juli 2022 mencapai 37,5 %, sedangkan target RPJMN penurunan stunting tahun 2024 adalah 14%.
Penanganan stunting saat ini diarahkan pada pendekatan intervensi gizi spesifik dan sensitive.
Pencegahan stunting melalui intervensi gizi spesifik bisa dilakukan melalui pembuatan produk MP-ASI berbasis pangan lokal salah satunya menjadi Jagung Bose Modifikasi.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai gizi MP-ASI Jagung Bose Modifikasi sebagai intervensi gizi pada balita stunting dan mengidentifikasi asupan gizi balita stunting.
Populasi dalam penelitian ini sejumlah 2.
555 kepala keluarga.
Sedangkan sesuai kriteria inklusi diambil sampel sejumlah 20 ibu balita dengan teknik purposive sampling.
Analisis data dilakukan secara deskriptif univariate menggunakan aplikasi dietducate dan form recall.
Hasil dan Kesimpulan bahwa 265 gram MP-ASI Jagung bose modifikasi memiliki kandungan nilai gizi energi: 154,9 kkal, protein: 8,9 gram, lemak: 5,7 gram, karbohidrat: 19 gram, sedangkan rata-rata asupan gizi pada 8 balita stunting dalam kategori defisit ringan pada energi, protein dan lemak, serta asupan kurang pada karbohidrat.
Saran penambahan asupan karbohidrat pada balita stunting bisa dilakukan secara berkala untuk menunjang tumbuh kembang balita stunting diiringi dengan penambahan asupan makan yang mengandung energi, protein dan lemak.

Related Results

Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Mineral dengan Kejadian Balita Stunting di Indonesia: Kajian Pustaka
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Mineral dengan Kejadian Balita Stunting di Indonesia: Kajian Pustaka
Latar belakang: Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 27,6%, lebih tinggi dibandingkan dengan target penurunan dalam lingkup nasional yaitu 19%. Stunting pada ba...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA IV KOTO SETINGKAI
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA IV KOTO SETINGKAI
Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia, apabila pada masa tumbuh kembang ini balita tidak diberikan gizi yang cukup, balita tersebut akan mengala...
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur.  Stunting dipengaruhi oleh multifactor diantaranya adalah asupan energi, protein, status pen...
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Analysis Of Factors Affecting Stunting In Toddlers
Latar Belakang: Stunting pada balita memerlukan perhatian khusus karena menghambat perkembangan fisik dan mental anak, yang secara tidak langsung terkait dengan risiko penyakit dan...
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...

Back to Top