Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakteristik Penderita Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik

View through CrossRef
Stroke merupakan gambaran klinis dari disfungsi otak yang terlokalisir dan meluas, yang mengakibatkan kematian tanpa teridentifikasinya kondisi medis yang mendasari selain kelainan vaskular. Ada dua jenis stroke: stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke hemoragik dan iskemik adalah dua bentuk stroke yang berbeda. Yang pertama disebabkan oleh penyumbatan arteri serebral, yang mengakibatkan aliran darah ke daerah otak tertentu tidak mencukupi, iskemia, dan tidak ada atau sangat sedikit oksigen yang mencapai sel-sel otak. Di sisi lain, stroke hemoragik terjadi ketika terjadi pendarahan saat arteri otak pecah, sehingga merusak otak dan mengganggu fungsi saraf. Penelitian deskriptif menggunakan desain cross-sectional. Total sampling digunakan untuk membuat populasi penelitian, yang secara keseluruhan terdiri dari 189 orang—149 pasien stroke iskemik dan 40 pasien stroke hemoragik di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2020-2022. Jenis stroke hemoragik berusia antara 46 dan 55 tahun (38%) sedangkan pasien stroke iskemik sebagian besar berusia di atas 66 tahun (19%); wanita lebih mungkin menderita stroke hemoragik dibandingkan pria. Hipertensi stadium 2 menyumbang 44% kasus stroke iskemik dan 43% stroke hemoragik; pembacaan kolesterol total untuk kedua jenis stroke berada dalam kisaran yang dapat diterima pada 78% kasus dan 70% kasus stroke hemoragik. Diabetes mellitus mencegah sebagian besar orang terkena stroke iskemik (62%) dan hemoragik (80%). Dengan demikian, hipertensi stadium 2 dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke iskemik dan hemoragik.
Title: Karakteristik Penderita Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik
Description:
Stroke merupakan gambaran klinis dari disfungsi otak yang terlokalisir dan meluas, yang mengakibatkan kematian tanpa teridentifikasinya kondisi medis yang mendasari selain kelainan vaskular.
Ada dua jenis stroke: stroke iskemik dan stroke hemoragik.
Stroke hemoragik dan iskemik adalah dua bentuk stroke yang berbeda.
Yang pertama disebabkan oleh penyumbatan arteri serebral, yang mengakibatkan aliran darah ke daerah otak tertentu tidak mencukupi, iskemia, dan tidak ada atau sangat sedikit oksigen yang mencapai sel-sel otak.
Di sisi lain, stroke hemoragik terjadi ketika terjadi pendarahan saat arteri otak pecah, sehingga merusak otak dan mengganggu fungsi saraf.
Penelitian deskriptif menggunakan desain cross-sectional.
Total sampling digunakan untuk membuat populasi penelitian, yang secara keseluruhan terdiri dari 189 orang—149 pasien stroke iskemik dan 40 pasien stroke hemoragik di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2020-2022.
Jenis stroke hemoragik berusia antara 46 dan 55 tahun (38%) sedangkan pasien stroke iskemik sebagian besar berusia di atas 66 tahun (19%); wanita lebih mungkin menderita stroke hemoragik dibandingkan pria.
Hipertensi stadium 2 menyumbang 44% kasus stroke iskemik dan 43% stroke hemoragik; pembacaan kolesterol total untuk kedua jenis stroke berada dalam kisaran yang dapat diterima pada 78% kasus dan 70% kasus stroke hemoragik.
Diabetes mellitus mencegah sebagian besar orang terkena stroke iskemik (62%) dan hemoragik (80%).
Dengan demikian, hipertensi stadium 2 dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke iskemik dan hemoragik.

Related Results

HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Hypertension, Age, Sex, and  Stroke  Incidence In Stroke Installation Room RSUD dr. M. Yunus BengkuluABSTRAKStroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatka...
Penerapan Metode Certainty Factor Pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Saraf Iskemik
Penerapan Metode Certainty Factor Pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Saraf Iskemik
Sistem saraf pusat bekerja bergantung pada aliran darah yang cukup, namun kebutuhan suplai darah di dalam otak yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan terjangkit penyakit saraf. Sal...
KARAKTERISTIK PASIEN STROKE HEMORAGIK YANG MENJALANI OPERASI DI RSUD WALED CIREBON
KARAKTERISTIK PASIEN STROKE HEMORAGIK YANG MENJALANI OPERASI DI RSUD WALED CIREBON
Stroke hemoragik atau perdarahan intraserebral (PIS) spontan merupakan salah satu jenis patologi stroke akibat pecahnya pembuluh darah intraserebral. Di Indonesia tingkat kejadian ...
Rasio neutrofil limfosit sebagai faktor risiko terjadinya kejang pascastroke pada pasien stroke iskemik
Rasio neutrofil limfosit sebagai faktor risiko terjadinya kejang pascastroke pada pasien stroke iskemik
Background: Ischaemic stroke is a leading cause of death and disability. About 3.3% of patients experience post-stroke seizures, which worsen outcomes. Seizures are classified into...
Gambaran Motorik Kasar Pasien Stroke Iskemik Setelah Fisioterapi di RSAU Salamun
Gambaran Motorik Kasar Pasien Stroke Iskemik Setelah Fisioterapi di RSAU Salamun
Abstract. Stroke is the second leading cause of death worldwide, accounting for 11.13% of total deaths, and is the primary cause of disability globally. The most common type of str...
Gambaran Karakteristik Demensia Vaskular pada Pasien Stroke Iskemik RSAU Salamun Bandung
Gambaran Karakteristik Demensia Vaskular pada Pasien Stroke Iskemik RSAU Salamun Bandung
Abstract. Ischemic stroke in Indonesia accounts for 67% of all cases and often leads to vascular dementia that reduces the quality of life for patients. This study is a qualitative...
Hubungan Penurunan Fungsi Kognitif dengan Stroke Iskemik di RSUD Mangusada
Hubungan Penurunan Fungsi Kognitif dengan Stroke Iskemik di RSUD Mangusada
Stroke merupakan penyakit neurologi yang menyerang susunan saraf pusat. Sekitar 80-90% penderita stroke merupakan stroke iskemik. Stroke iskemik diketahui lebih berpotensi menimbul...

Back to Top