Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Motorik Kasar Pasien Stroke Iskemik Setelah Fisioterapi di RSAU Salamun
View through CrossRef
Abstract. Stroke is the second leading cause of death worldwide, accounting for 11.13% of total deaths, and is the primary cause of disability globally. The most common type of stroke is ischemic stroke, which constitutes about 87% of all stroke cases. The occurrence of ischemic stroke can lead to physical limitations or disturbances in motor abilities due to the loss of muscle strength in the limbs. To assess gross motor function impairments, the Manual Muscle Testing is commonly used. Recovery of gross motor skills in ischemic stroke patients is a crucial goal of rehabilitation. Physiotherapy is a key component of medical rehabilitation aimed at preventing potential injuries and complications, reducing impairments, and ensuring that bodily functions can fully return. This study aims to analyze the relationship between physical therapy and gross motor abilities in ischemic stroke patients at RSAU Salamun Bandung. The research method employed is an analytical observational design with a cross-sectional approach, utilizing secondary data from medical records of ischemic stroke patients from January 2021 - August 2024. The total sample size for this study was 80 subjects, with findings indicating a strong relationship (r value = 0.60 - 0.799) for the hip and knee areas, and a very strong relationship (r value = 0.80 - 0.999) for the shoulder, elbow, wrist, fingers, ankle, and foot regions. Thus, these findings support the importance of physical therapy as an effective intervention in the rehabilitation of ischemic stroke patients, with the hope of maximizing motor function and improving patients' quality of life.
Abstrak. Stroke merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia, 11,13% dari total kematian dan penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Jenis stroke yang paling banyak adalah stroke iskemik, yaitu sekitar 87% dari seluruh kasus stroke. Terjadinya stroke iskemik menyebabkan seseorang mengalami keterbatasan fisik atau gangguan dari kemampuan motorik hal ini disebabkan karena hilangannya kekuatan otot pada anggota gerak. Untuk menilai gangguan kemampuan motorik kasar paling umum biasanya dengan menggunakan uji dari Manual Muscle Testing (MMT). Pemulihan kemampuan motorik kasar pada pasien stroke iskemik menjadi tujuan penting dari rehabilitasi. Fisioterapi merupakan salah satu cakupan dari rehabilitasi medis yang berperan untuk mencegah kemungkinan cedera, komplikasi, mengurangi gangguan, dan memastikan bahwa fungsi tubuh dapat kembali sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan fisioterapi terhadap kemampuan motorik kasar pasien stroke iskemik di RSAU Salamun Bandung. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian crossectional yang diambil dari data sekunder berupa rekam medis pasien stroke iskemik pada periode Januari 2021-Agustus 2024. Jumlah total sampling pada penelitian ini 80 subjek penelitian dengan hasil adanya hubungan kuat (nilai r = 0.60- 0.799) untuk bagian panggul dan lutut serta hubungan yang sangat kuat (nilai r = 0,80- 0,999) untuk bagian bahu, siku, pergelangan tangan, jari- jari tangan, pergelangan kaki dan telapak kaki. Sehingga, temuan ini mendukung pentingnya fisioterapi sebagai intervensi efektif dalam rehabilitasi pasien stroke iskemik, dengan harapan dapat memaksimalkan fungsi motorik dan kualitas hidup pasien.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Gambaran Motorik Kasar Pasien Stroke Iskemik Setelah Fisioterapi di RSAU Salamun
Description:
Abstract.
Stroke is the second leading cause of death worldwide, accounting for 11.
13% of total deaths, and is the primary cause of disability globally.
The most common type of stroke is ischemic stroke, which constitutes about 87% of all stroke cases.
The occurrence of ischemic stroke can lead to physical limitations or disturbances in motor abilities due to the loss of muscle strength in the limbs.
To assess gross motor function impairments, the Manual Muscle Testing is commonly used.
Recovery of gross motor skills in ischemic stroke patients is a crucial goal of rehabilitation.
Physiotherapy is a key component of medical rehabilitation aimed at preventing potential injuries and complications, reducing impairments, and ensuring that bodily functions can fully return.
This study aims to analyze the relationship between physical therapy and gross motor abilities in ischemic stroke patients at RSAU Salamun Bandung.
The research method employed is an analytical observational design with a cross-sectional approach, utilizing secondary data from medical records of ischemic stroke patients from January 2021 - August 2024.
The total sample size for this study was 80 subjects, with findings indicating a strong relationship (r value = 0.
60 - 0.
799) for the hip and knee areas, and a very strong relationship (r value = 0.
80 - 0.
999) for the shoulder, elbow, wrist, fingers, ankle, and foot regions.
Thus, these findings support the importance of physical therapy as an effective intervention in the rehabilitation of ischemic stroke patients, with the hope of maximizing motor function and improving patients' quality of life.
Abstrak.
Stroke merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia, 11,13% dari total kematian dan penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.
Jenis stroke yang paling banyak adalah stroke iskemik, yaitu sekitar 87% dari seluruh kasus stroke.
Terjadinya stroke iskemik menyebabkan seseorang mengalami keterbatasan fisik atau gangguan dari kemampuan motorik hal ini disebabkan karena hilangannya kekuatan otot pada anggota gerak.
Untuk menilai gangguan kemampuan motorik kasar paling umum biasanya dengan menggunakan uji dari Manual Muscle Testing (MMT).
Pemulihan kemampuan motorik kasar pada pasien stroke iskemik menjadi tujuan penting dari rehabilitasi.
Fisioterapi merupakan salah satu cakupan dari rehabilitasi medis yang berperan untuk mencegah kemungkinan cedera, komplikasi, mengurangi gangguan, dan memastikan bahwa fungsi tubuh dapat kembali sepenuhnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan fisioterapi terhadap kemampuan motorik kasar pasien stroke iskemik di RSAU Salamun Bandung.
Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian crossectional yang diambil dari data sekunder berupa rekam medis pasien stroke iskemik pada periode Januari 2021-Agustus 2024.
Jumlah total sampling pada penelitian ini 80 subjek penelitian dengan hasil adanya hubungan kuat (nilai r = 0.
60- 0.
799) untuk bagian panggul dan lutut serta hubungan yang sangat kuat (nilai r = 0,80- 0,999) untuk bagian bahu, siku, pergelangan tangan, jari- jari tangan, pergelangan kaki dan telapak kaki.
Sehingga, temuan ini mendukung pentingnya fisioterapi sebagai intervensi efektif dalam rehabilitasi pasien stroke iskemik, dengan harapan dapat memaksimalkan fungsi motorik dan kualitas hidup pasien.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Gambaran Karakteristik Demensia Vaskular pada Pasien Stroke Iskemik RSAU Salamun Bandung
Gambaran Karakteristik Demensia Vaskular pada Pasien Stroke Iskemik RSAU Salamun Bandung
Abstract. Ischemic stroke in Indonesia accounts for 67% of all cases and often leads to vascular dementia that reduces the quality of life for patients. This study is a qualitative...
PERBEDAAN LAMA PENURUNAN NILAI PT DAN APTT PADA PASIEN STROKE ISKEMIK YANG DIBERIKAN CLOPIDOGREL DI RUMAH SAKIT FATMAWATI TAHUN 2023
PERBEDAAN LAMA PENURUNAN NILAI PT DAN APTT PADA PASIEN STROKE ISKEMIK YANG DIBERIKAN CLOPIDOGREL DI RUMAH SAKIT FATMAWATI TAHUN 2023
Stroke iskemik merupakan kondisi di mana terjadi gangguan atau kerusakan pada jaringan otak akibat terhambatnya aliran darah menuju otak, yang mengakibatkan sel-sel saraf dan sel-s...
Karakteristik Penderita Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik
Karakteristik Penderita Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik
Stroke merupakan gambaran klinis dari disfungsi otak yang terlokalisir dan meluas, yang mengakibatkan kematian tanpa teridentifikasinya kondisi medis yang mendasari selain kelainan...
Rasio neutrofil limfosit sebagai faktor risiko terjadinya kejang pascastroke pada pasien stroke iskemik
Rasio neutrofil limfosit sebagai faktor risiko terjadinya kejang pascastroke pada pasien stroke iskemik
Background: Ischaemic stroke is a leading cause of death and disability. About 3.3% of patients experience post-stroke seizures, which worsen outcomes. Seizures are classified into...
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Stroke in Iran, with more than 83 million population, is a leading cause of disability and mortality in adults. Stroke has higher incidence in Iran comparing the global situation a...
Gambaran Profil Darah Rutin pada Pasien Stroke Perdarahan di RSAU dr. M. Salamun Bandung Tahun 2025
Gambaran Profil Darah Rutin pada Pasien Stroke Perdarahan di RSAU dr. M. Salamun Bandung Tahun 2025
Abstract. Stroke is one of the leading causes of death worldwide and ranks second globally. In stroke conditions, particularly hemorrhagic stroke, extensive brain tissue damage an...
Hubungan Frekuensi Fisioterapi Dengan Kualitas Hidup Pasien Stroke Fase Subakut Di RS Al-Islam Bandung Periode 2025
Hubungan Frekuensi Fisioterapi Dengan Kualitas Hidup Pasien Stroke Fase Subakut Di RS Al-Islam Bandung Periode 2025
Abstract. Stroke is a major cause of disability that significantly impacts patients' quality of life (QoL). Physical therapy plays an important role in restoring motor function and...

