Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hadis Matla’ Hilal

View through CrossRef
Abstract: The aim of this study is to elaborate the methods used in determining matla 'according to the criteria of mass organizations in Indonesia as well as reviewing the opinions of imam madzab regarding the enactment of matla', both global and local. This study departs from several problems in Indonesia, namely the determination of the beginning of the month of Ramadan, Shawwal, and Dhulhijjah. Some of the mass organizations in Indonesia, especially NU, Muhammadiyah, and the Government have different determinations, especially in matla' (place) to see the new moon. The research method used is qualitative.The type of data used is secondary data with data collection techniques through books and journal texts. The results of this study indicate that matla 'is very influential in determining the visibility of the new moon at altitude (matla'), so that in this case the determination of the beginning of the month various mass organizations in Indonesia have many differences in determining the beginning of the month of Hijriyah, Shawwal, and Zulhijjah. Even the opinions of the Imam of the madzab differ, but Indonesia adheres to the Shafi'i madzab in determining matlak. It is recommended that in Indonesia each mass organization discusses its determination, both in terms of the beginning of the month and the matla '(place). Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mempelajari metode yang digunakan dalam penentuan matla’ menurut kriteria ormas-ormas di Indonesia serta mengkaji pendapat imam madzab mengenai berlakunya matla’, baik global maupun lokal. Penelitian ini berangkat dari beberapa permasalahan yang ada di Indonesia, yaitu adanya penetapan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Beberapa dari ormasormas di Indonesia khususnya NU, Muhammadiyah, dan Pemerintah berbeda penentuan, terutama pada matla’ (tempat) untuk melihat hilal dan terbitnya hilal. metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui buku dan teks jurnal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa matla’ sangat berpengaruh terhadap penetuan visibilitas hilal pada ketinggian tempat (matla’), sehingga dalam hal ini penentuan awal bulan berbagai ormas-ormas yang ada di Indonesia banyak perbedaan dalam menetapkan awal bulan Hijriyah, Syawal, dan Zulhijjah. Bahkan pendapat imam madzab berbeda-beda, tetapi Indonesia menganut madzab Syafi’I dalam penentuan matlak. Sebaiknya di Indonesia setiap ormas berdiskusi mengenai penentuannya, baik dari segi awal bulan maupun matla’ (tempat).
Title: Hadis Matla’ Hilal
Description:
Abstract: The aim of this study is to elaborate the methods used in determining matla 'according to the criteria of mass organizations in Indonesia as well as reviewing the opinions of imam madzab regarding the enactment of matla', both global and local.
This study departs from several problems in Indonesia, namely the determination of the beginning of the month of Ramadan, Shawwal, and Dhulhijjah.
Some of the mass organizations in Indonesia, especially NU, Muhammadiyah, and the Government have different determinations, especially in matla' (place) to see the new moon.
The research method used is qualitative.
The type of data used is secondary data with data collection techniques through books and journal texts.
 The results of this study indicate that matla 'is very influential in determining the visibility of the new moon at altitude (matla'), so that in this case the determination of the beginning of the month various mass organizations in Indonesia have many differences in determining the beginning of the month of Hijriyah, Shawwal, and Zulhijjah.
Even the opinions of the Imam of the madzab differ, but Indonesia adheres to the Shafi'i madzab in determining matlak.
It is recommended that in Indonesia each mass organization discusses its determination, both in terms of the beginning of the month and the matla '(place).
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mempelajari metode yang digunakan dalam penentuan matla’ menurut kriteria ormas-ormas di Indonesia serta mengkaji pendapat imam madzab mengenai berlakunya matla’, baik global maupun lokal.
Penelitian ini berangkat dari beberapa permasalahan yang ada di Indonesia, yaitu adanya penetapan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.
Beberapa dari ormasormas di Indonesia khususnya NU, Muhammadiyah, dan Pemerintah berbeda penentuan, terutama pada matla’ (tempat) untuk melihat hilal dan terbitnya hilal.
metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif.
Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui buku dan teks jurnal.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa matla’ sangat berpengaruh terhadap penetuan visibilitas hilal pada ketinggian tempat (matla’), sehingga dalam hal ini penentuan awal bulan berbagai ormas-ormas yang ada di Indonesia banyak perbedaan dalam menetapkan awal bulan Hijriyah, Syawal, dan Zulhijjah.
Bahkan pendapat imam madzab berbeda-beda, tetapi Indonesia menganut madzab Syafi’I dalam penentuan matlak.
Sebaiknya di Indonesia setiap ormas berdiskusi mengenai penentuannya, baik dari segi awal bulan maupun matla’ (tempat).

Related Results

PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
Matla': Astronomical Rising Points dan Problematika Keberlakuan Matla'
Matla': Astronomical Rising Points dan Problematika Keberlakuan Matla'
The development and progress of Astronomy at this time began with observations of the natural world by medieval astronomers, even earlier. In ancient times, researchers made observ...
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
Penelitian ini bermaksud menjelaskan penelitian hadis menurut standar prosedur ilmiah penelitian hadis yang disebut saintifik hadis. Wacana saintifik hadis dalam konstruksi kesahih...
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG ZAKAT PERTANIAN, PEMBEKAMAN SAAT BERPUASA DAN MASALAH ZUNUB SAAT BERPUASA
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG ZAKAT PERTANIAN, PEMBEKAMAN SAAT BERPUASA DAN MASALAH ZUNUB SAAT BERPUASA
Semua hadis rasulullah SAW yang telah sampai pada kita terlebih dahulu diperhatikan dari aspek kualitasnya, Baik yang diterapkan maupun tidak. Dilihat dari kualitasnya hadis bisa d...

Back to Top