Javascript must be enabled to continue!
Strategi Penyiaran Radio Mustang 88 FM dalam Mempertahankan Pendengar (Studi Kasus Program Mustang Morning Squad)
View through CrossRef
The mass media in Indonesia have difficulty maintaining their existence during the pandemic. The media face challenges, go bankrupt or survive. Radio, as one of the mass media, is a medium that is less accessible to the audience because the information is presented in audio form, not audiovisual like television. However, radio still survives in the digital era and even more so during the COVID-19 pandemic. Through this article, the author presents research on one of the radio stations in Indonesia, namely Radio Mustang 88 FM, through the Mustang Morning Squad program. Radio Mustang 88 FM implements a broadcasting strategy to maintain its existence. The Mustang Morning Squad program has a unique characteristic compared to other programs. The author uses the concept of mass communication, DeFleur's communication model, and customer engagement to reveal the broadcasting strategy implemented to retain listeners amid a crisis. This study uses a qualitative method. Data were collected by observing the Mustang Morning Squad broadcasting process and interviews. The results show that updating information related to daily life will increase customer engagement. Communication between teams also plays an important role.
Media massa di Indonesia memiliki kesulitan untuk mempertahankan eksistensinya selama masa pandemi. Media menghadapi tantangan, bangkrut atau bertahan. Dari berbagai media massa, radio adalah media yang kurang dijangkau oleh khalayak karena informasi disajikan dalam bentuk audio, bukan audiovisual sepertihalnya televisi. Namun demikian, radio masih tetap bertahan di era digital dan terlebih lagi pada masa pandemi covid-19. Melalui artikel ini, penulis menyajikan penelitian pada salah satu radio di Indonesia yaitu Radio Mustang 88 FM melalui program Mustang Morning Squad. Radio Mustang 88 FM menerapkan strategi penyiaran untuk mempertahankan esksitensinya. Program Mustang Morning Squad memiliki ciri khas yang unik dibanding program lain. Penulis menggunakan konsep komunikasi massa, model komunikasi DeFleur, dan keterlibatan pelanggan untuk mengungkap strategi penyiaran yang diterapkan dalam mempertahankan pendengar di tengah kondisi krisis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi pada proses penyiaran Mustang Morning Squad, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memperbarui informasi terkait dengan kehidupan sehari-hari akan meningkatkan keterlibatan pelanggan. Komunikasi antar tim juga memegang peran penting.
Title: Strategi Penyiaran Radio Mustang 88 FM dalam Mempertahankan Pendengar (Studi Kasus Program Mustang Morning Squad)
Description:
The mass media in Indonesia have difficulty maintaining their existence during the pandemic.
The media face challenges, go bankrupt or survive.
Radio, as one of the mass media, is a medium that is less accessible to the audience because the information is presented in audio form, not audiovisual like television.
However, radio still survives in the digital era and even more so during the COVID-19 pandemic.
Through this article, the author presents research on one of the radio stations in Indonesia, namely Radio Mustang 88 FM, through the Mustang Morning Squad program.
Radio Mustang 88 FM implements a broadcasting strategy to maintain its existence.
The Mustang Morning Squad program has a unique characteristic compared to other programs.
The author uses the concept of mass communication, DeFleur's communication model, and customer engagement to reveal the broadcasting strategy implemented to retain listeners amid a crisis.
This study uses a qualitative method.
Data were collected by observing the Mustang Morning Squad broadcasting process and interviews.
The results show that updating information related to daily life will increase customer engagement.
Communication between teams also plays an important role.
Media massa di Indonesia memiliki kesulitan untuk mempertahankan eksistensinya selama masa pandemi.
Media menghadapi tantangan, bangkrut atau bertahan.
Dari berbagai media massa, radio adalah media yang kurang dijangkau oleh khalayak karena informasi disajikan dalam bentuk audio, bukan audiovisual sepertihalnya televisi.
Namun demikian, radio masih tetap bertahan di era digital dan terlebih lagi pada masa pandemi covid-19.
Melalui artikel ini, penulis menyajikan penelitian pada salah satu radio di Indonesia yaitu Radio Mustang 88 FM melalui program Mustang Morning Squad.
Radio Mustang 88 FM menerapkan strategi penyiaran untuk mempertahankan esksitensinya.
Program Mustang Morning Squad memiliki ciri khas yang unik dibanding program lain.
Penulis menggunakan konsep komunikasi massa, model komunikasi DeFleur, dan keterlibatan pelanggan untuk mengungkap strategi penyiaran yang diterapkan dalam mempertahankan pendengar di tengah kondisi krisis.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi pada proses penyiaran Mustang Morning Squad, dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa memperbarui informasi terkait dengan kehidupan sehari-hari akan meningkatkan keterlibatan pelanggan.
Komunikasi antar tim juga memegang peran penting.
Related Results
Strategi Dakwah Program Radio SAS FM Surabaya
Strategi Dakwah Program Radio SAS FM Surabaya
Abstrak: Ada tiga persoalan yang dikaji dalam penelitian ini, yakni : (1) Bagaimana konsep awal terbentuknya radio SAS FM Surabaya, (2) Bagaimana strategi dakwah pada program “...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
Urgensi Pembaharuan Undang-Undang Penyiaran Mengenai Perizinan Penyiaran Berbasis Internet di Indonesia
Urgensi Pembaharuan Undang-Undang Penyiaran Mengenai Perizinan Penyiaran Berbasis Internet di Indonesia
Penelitian ini mengkaji mengenai urgensi terkait pembaharuan Undang-Undang Penyiaran mengenai perizinan penyiaran berbasis internet di Indonesia. Perkembangan internet yang terus b...
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
Pengelolaan Platform Digital Penyiaran pada Urban Radio 106.3 FM
Pengelolaan Platform Digital Penyiaran pada Urban Radio 106.3 FM
Abstract. Urban Radio 106.3 FM is one of the modern radio stations broadcasting on the frequency 106.3 FM in the city of Bandung. This research is focused on the "Management of Dig...
SURVAI PENDENGAR TERHADAP KONTEN SIAR RADIO PENDIDIKAN
SURVAI PENDENGAR TERHADAP KONTEN SIAR RADIO PENDIDIKAN
Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pendengar terhadap konten siar pendidikan, konten siar pendidikan yang diminati oleh pendengar, dan respons pendengar ...
Interpretasi Masyarakat Terhadap Media Penyiaran Radio Di Desa Mekarjaya
Interpretasi Masyarakat Terhadap Media Penyiaran Radio Di Desa Mekarjaya
Dalam hal ini penulis juga mempunyai pendapat bahwa radio masih memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh televisi serta media lain radio dapat mempengaruhi imajinasi pendengarny...
Strategi Dakwah Pada Radio Salaf Tarbiyah Sunnah 1476 AM Dalam Peningkatan Animo Pendengar
Strategi Dakwah Pada Radio Salaf Tarbiyah Sunnah 1476 AM Dalam Peningkatan Animo Pendengar
Abstract. Radio Tarbiyah Sunnah is one of the means of salaf da’wah that is present in answering the needs of the ummah for Islamic studies based on the Qur’an and Sunnah. In its i...

