Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Antara Interaksi teman Sebaya Dengan Perilaku Bullying Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 13 Banjarmasin
View through CrossRef
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku bullying yang kurang begitu diperhatikan dan bentuk tindak lanjut yang kurang membuat efek jera kepada pelaku, karena bullying dianggap tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap remaja. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasi, dengan populasi 161 siswa maka didapat 115 orang sebagai sampel. Alat pengumpulan data berupa angket interaksi teman sebaya dan angket perilaku bullying yang dibagikan secara online melaui link google form. Uji validitas instrumen dengan membandingkan rhitung dan rtabel, sedangkan untuk reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan bantuan SPSS ver 26 maka didapat koefisien 0.851 pada interaksi teman sebaya dan koefisien 0.922 pada perilaku bullying menggunakan bantuan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan interaksi teman sebaya memiliki deskripsi variabel sangat tinggi sebesar 100 % dengan total 115 orang. Sedangkan deskripsi variabel perilaku bullying terdapat kategori rendah sebesar 50,4% sebanyak 58 orang, kategori sedang sebesar 48,7% sebanyak 56 orang dan kategori tinggi sebesar 1% dengan jumla 1 orang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa interaksi teman sebaya dengan perilaku bullying memiliki hubungan dengan bentuk negatif dibuktikan melalui uji korelasinal dengan membandingkan nilai signifikansi yaitu 0.00 < 0.06 yang didapat, dimana nilai korelasi didapat -0.502 maka menghasilkan nilai korelasi berbentuk negatif artinya semakin tinggi variabel Interaksi teman sebaya maka semakin rendah perilaku bullying, sebaliknya bila semakin tinggi perilaku bullying maka semakin rendah interaksi teman sebaya. Kata Kunci: Interaksi, Teman Sebaya, Perilaku, Bullying.
Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Title: Hubungan Antara Interaksi teman Sebaya Dengan Perilaku Bullying Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 13 Banjarmasin
Description:
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku bullying yang kurang begitu diperhatikan dan bentuk tindak lanjut yang kurang membuat efek jera kepada pelaku, karena bullying dianggap tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap remaja.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasi, dengan populasi 161 siswa maka didapat 115 orang sebagai sampel.
Alat pengumpulan data berupa angket interaksi teman sebaya dan angket perilaku bullying yang dibagikan secara online melaui link google form.
Uji validitas instrumen dengan membandingkan rhitung dan rtabel, sedangkan untuk reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan bantuan SPSS ver 26 maka didapat koefisien 0.
851 pada interaksi teman sebaya dan koefisien 0.
922 pada perilaku bullying menggunakan bantuan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan interaksi teman sebaya memiliki deskripsi variabel sangat tinggi sebesar 100 % dengan total 115 orang.
Sedangkan deskripsi variabel perilaku bullying terdapat kategori rendah sebesar 50,4% sebanyak 58 orang, kategori sedang sebesar 48,7% sebanyak 56 orang dan kategori tinggi sebesar 1% dengan jumla 1 orang.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa interaksi teman sebaya dengan perilaku bullying memiliki hubungan dengan bentuk negatif dibuktikan melalui uji korelasinal dengan membandingkan nilai signifikansi yaitu 0.
00 < 0.
06 yang didapat, dimana nilai korelasi didapat -0.
502 maka menghasilkan nilai korelasi berbentuk negatif artinya semakin tinggi variabel Interaksi teman sebaya maka semakin rendah perilaku bullying, sebaliknya bila semakin tinggi perilaku bullying maka semakin rendah interaksi teman sebaya.
Kata Kunci: Interaksi, Teman Sebaya, Perilaku, Bullying.
.
Related Results
ANALISIS KEPERCAYAAN DIRI PADA KORBAN BULLYING
ANALISIS KEPERCAYAAN DIRI PADA KORBAN BULLYING
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tindakan bullying di kalangan remaja atau siswa, hal ini disebabkan kurangnya pengawasan guru terhadap siswa terhadap bullying sehing...
Konformitas Teman Sebaya dengan Perilaku Bullying Verbal Remaja di SMAN 2 Kendari
Konformitas Teman Sebaya dengan Perilaku Bullying Verbal Remaja di SMAN 2 Kendari
Perilaku bullying semakin marak terjadi di sekolah, terutama bullying verbal. Perilaku bullying verbal disebabkan oleh beberapa hal salah satunya adalah konformitas teman sebaya. S...
Hubungan dukungan teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja
Hubungan dukungan teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja
Pendahuluan: Perilaku bullying pada remaja di Indonesia semakin meningkat, Tingginya bullying menjadikan remaja rentan terhadap perilaku kekerasan, intimidasi, pengucilan, dan peni...
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DAN PENGETAHUAN SISWA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS XI MENDEL SMA KRISTEN RANTEPAO TAHUN 2024
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DAN PENGETAHUAN SISWA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS XI MENDEL SMA KRISTEN RANTEPAO TAHUN 2024
Salah satu perilaku bullying yang masih sering terjadi pada siswa kelas XI Mendel SMA Kristen Rantepao Tahun 2024 yaitu bentuk perilaku bullying verbal seperti mengejek temannya de...
Konformitas Teman Sebaya dengan Perilaku Agresif pada Siswa SMK Negeri 10 Semarang
Konformitas Teman Sebaya dengan Perilaku Agresif pada Siswa SMK Negeri 10 Semarang
����� Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku agresif pada siswa SMK Negeri 10 Semarang. Variabel tergantung dalam peneli...
HUBUNGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK SD N TAMBAKAJI 01 SEMARANG
HUBUNGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK SD N TAMBAKAJI 01 SEMARANG
Motivasi belajar siswa krusial dalam keberhasilan pembelajaran, namun banyak mengalami kendala terutama dalam interaksi kelas. Peran guru sangat penting dalam meningkatkan motivasi...
HUBUNGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MENYONTEK DI SMPI SABILAL MUHTADIN BANJARMASIN
HUBUNGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MENYONTEK DI SMPI SABILAL MUHTADIN BANJARMASIN
Perilaku menyontek dikalangan pelajar bukan lagi sebuah fenomena yang mengherankan. Terdapat banyak hal yang membuat seseorang melakukan tindakan menyontek, salah satunya dikarenak...
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Motivasi belajar matematika merupakan elemen penting dalam pembelajaran matematika. Motivasi belajar matematika siswa berbeda-beda dalam hal tingkat motivasi dan jenis motivasinya....

