Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MEMAHAMI DISABILITAS DARI PERSPEKTIF TEOLOGIS

View through CrossRef
Penyandang disabilitas sering mengalami stigmatisasi dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini membahas pandangan masyarakat terhadap disabilitas dari perspektif sosial, hukum, dan teologis. Pemahaman negatif muncul dari konsep normalitas yang memengaruhi pandangan terhadap individu penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan antara aspirasi teoritis dan implementasi praktis hak-hak penyandang disabilitas. Metode kualitatif digunakan dengan analisis literatur. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat cenderung melihat penyandang disabilitas sebagai subordinate tanpa hak setara. Perubahan istilah dari "kecacatan" hingga "penyandang disabilitas" mencerminkan evolusi pandangan masyarakat. Pemerintah telah mengambil langkah signifikan dalam mengesahkan undang-undang untuk aksesibilitas penyandang disabilitas. Gereja memiliki tanggung jawab untuk melayani penyandang disabilitas sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. Teologi mengajarkan bahwa Allah adalah Maha Sempurna, Maha Hadir, dan Maha Kuasa, dan keberadaan disabilitas adalah bagian dari rencana-Nya. Dengan pemahaman ini, diharapkan masyarakat akan menghormati hak-hak penyandang disabilitas dan melihat mereka sebagai individu berharga dalam masyarakat.
Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal Jember
Title: MEMAHAMI DISABILITAS DARI PERSPEKTIF TEOLOGIS
Description:
Penyandang disabilitas sering mengalami stigmatisasi dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari.
Artikel ini membahas pandangan masyarakat terhadap disabilitas dari perspektif sosial, hukum, dan teologis.
Pemahaman negatif muncul dari konsep normalitas yang memengaruhi pandangan terhadap individu penyandang disabilitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan antara aspirasi teoritis dan implementasi praktis hak-hak penyandang disabilitas.
Metode kualitatif digunakan dengan analisis literatur.
Hasil menunjukkan bahwa masyarakat cenderung melihat penyandang disabilitas sebagai subordinate tanpa hak setara.
Perubahan istilah dari "kecacatan" hingga "penyandang disabilitas" mencerminkan evolusi pandangan masyarakat.
Pemerintah telah mengambil langkah signifikan dalam mengesahkan undang-undang untuk aksesibilitas penyandang disabilitas.
Gereja memiliki tanggung jawab untuk melayani penyandang disabilitas sebagai bagian dari ciptaan Tuhan.
Teologi mengajarkan bahwa Allah adalah Maha Sempurna, Maha Hadir, dan Maha Kuasa, dan keberadaan disabilitas adalah bagian dari rencana-Nya.
Dengan pemahaman ini, diharapkan masyarakat akan menghormati hak-hak penyandang disabilitas dan melihat mereka sebagai individu berharga dalam masyarakat.

Related Results

PENDIDIKAN ISLAMI TANPA DISKRIMINASI DAN OPSI SLB SERTA PENDIDIKAN INTEGRASI DAN INKLUSI
PENDIDIKAN ISLAMI TANPA DISKRIMINASI DAN OPSI SLB SERTA PENDIDIKAN INTEGRASI DAN INKLUSI
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran supaya peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mempunyai...
ANALISIS HUKUM ISLAM DAN UU NO. 8 TAHUN 2016 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS TERHADAP PERSOALAN PEMENUHAN HAK ANAK PENYANDANG DISABILITAS
ANALISIS HUKUM ISLAM DAN UU NO. 8 TAHUN 2016 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS TERHADAP PERSOALAN PEMENUHAN HAK ANAK PENYANDANG DISABILITAS
Hak anak adalah hak dasar yang wajib diberikan dan didapatkan oleh anak meliputi anak usia dini dan juga remaja. Hak anak ini berlaku baik bagi anak penyandang disabilitas maupun a...
Analisis Kelayakan Aksesibilitas Disabilitas di Taman Wisata Candi Borobudur
Analisis Kelayakan Aksesibilitas Disabilitas di Taman Wisata Candi Borobudur
Ketersediaan aksesibilitas dalam pariwisata tidak hanya diperuntukan bagi wisatawan umum namun juga bagi wisatawan disabilitas. Candi Borobudur sebagai situs peninggalan budaya yan...
PENERAPAN PRINSIP DESAIN RICHARD MEIER PADA PEKANBARU DEVELOPMENTAL CHILDREN OF DISABILITY
PENERAPAN PRINSIP DESAIN RICHARD MEIER PADA PEKANBARU DEVELOPMENTAL CHILDREN OF DISABILITY
ABSTRAKPekanbaru sebagai Ibu Kota dari Provinsi Riau belum adanya fasilitas yang mampu memberikan pelayan secara lengkap terhadap anak penyandang disabilitas berupa pendidikan non ...

Back to Top