Javascript must be enabled to continue!
Analisis Foregrounding Pada Puisi “Antara Tiga Kota” Karya Emha Ainun Nadjib
View through CrossRef
Dalam sebuah puisi, biasanya pengarang menggunakan foregrounding untuk menarik fokus perhatian pembaca. Selain itu, foregrounding juga digunakan pengarang sebagai sarana pengedepanan hal yang ingin disampaikan. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap foregrounding dalam puisi “Antara Tiga Kota” karya Emha Ainun Nadjib. Untuk mencapai tujuan tersebut, kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam puisi “Antara Tiga Kota” karya Emha Ainun Nadjib terdapat banyak foregrounding yang dihasilkan dari gaya bahasa repetisi, personifikasi, alegori, metafora, asonansi, dan aliterasi. Gaya bahasa tersebut memberikan efek-efek pengedepanan, penegasan, pementingan, dan pengaktualan. Kata-kata kunci: Analisis, foregrounding, puisi Abstract In a poem, the author usually uses foregrounding to attract the focus of the reader's attention. Besides that, foregrounding is also used by the author as a means of prioritizing what he wants to convey. This study aims to reveal the foregrounding in the poem "Antara Tiga Kota" by Emha Ainun Nadjib. To achieve this goal, this study uses a qualitative approach. Data collection techniques using note-taking techniques. The results of the study show that in the poem "Antara Tiga Kota" by Emha Ainun Nadjib there is a lot of foregrounding resulting from repetition, personification, allegory, metaphor, assonance, and alliteration. The style of language gives the effects of prominence, emphasis, emphasis, and actualization. Keywords: Analysis, foregrounding, poetry
Title: Analisis Foregrounding Pada Puisi “Antara Tiga Kota” Karya Emha Ainun Nadjib
Description:
Dalam sebuah puisi, biasanya pengarang menggunakan foregrounding untuk menarik fokus perhatian pembaca.
Selain itu, foregrounding juga digunakan pengarang sebagai sarana pengedepanan hal yang ingin disampaikan.
Kajian ini bertujuan untuk mengungkap foregrounding dalam puisi “Antara Tiga Kota” karya Emha Ainun Nadjib.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat.
Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam puisi “Antara Tiga Kota” karya Emha Ainun Nadjib terdapat banyak foregrounding yang dihasilkan dari gaya bahasa repetisi, personifikasi, alegori, metafora, asonansi, dan aliterasi.
Gaya bahasa tersebut memberikan efek-efek pengedepanan, penegasan, pementingan, dan pengaktualan.
Kata-kata kunci: Analisis, foregrounding, puisi Abstract In a poem, the author usually uses foregrounding to attract the focus of the reader's attention.
Besides that, foregrounding is also used by the author as a means of prioritizing what he wants to convey.
This study aims to reveal the foregrounding in the poem "Antara Tiga Kota" by Emha Ainun Nadjib.
To achieve this goal, this study uses a qualitative approach.
Data collection techniques using note-taking techniques.
The results of the study show that in the poem "Antara Tiga Kota" by Emha Ainun Nadjib there is a lot of foregrounding resulting from repetition, personification, allegory, metaphor, assonance, and alliteration.
The style of language gives the effects of prominence, emphasis, emphasis, and actualization.
Keywords: Analysis, foregrounding, poetry.
Related Results
Retorika Emha Ainun Nadjib
Retorika Emha Ainun Nadjib
The purpose of this study is to find out how the rhetoric of the figure of intellectual cultural Emha Ainun Nadjib, the method used in this study is a qualitative method with descr...
RELIGIUSITAS DALAM KUMPULAN PUISI CAHAYA MAHA CAHAYA KARYA EMHA AINUN NADJIB (RELIGIOSITY IN THE COLLECTION OF CAHAYA MAHA CAHAYA POEMS BY EMHA AINUN NADJIB)
RELIGIUSITAS DALAM KUMPULAN PUISI CAHAYA MAHA CAHAYA KARYA EMHA AINUN NADJIB (RELIGIOSITY IN THE COLLECTION OF CAHAYA MAHA CAHAYA POEMS BY EMHA AINUN NADJIB)
Religiusitas dalam Kumpulan Puisi Cahaya Maha Cahaya karya Emha Ainun Nadjib. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui makna religiusitas dalam kumpulan puisi Cahaya Maha Cahaya ka...
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
Memahami puisi dan memahami prosa ada bedanya. Ini disebabkan karena bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang dipakai prosa. Memahami puisi mungkin sedikit lebih rumit...
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...
EMHA AINUN NADJIB DAN TEOLOGI HARMONI SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA
EMHA AINUN NADJIB DAN TEOLOGI HARMONI SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA
Tantangan kehidupan keberagamaan yang terus berkembang, narasi baru terus tumbuh yang disebabkan terbukanya kran reformasi, polarisasi politik, hingga munculnya media baru. Dalam r...
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
Bahasa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Aktivitas Bahasa mengenal adanya empat keterampilan berbahasa yaitu, mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis....
HUMANISASI DALAM NOVEL PEMIMPIN YANG “TUHAN” KARYA EMHA AINUN NADJIB
HUMANISASI DALAM NOVEL PEMIMPIN YANG “TUHAN” KARYA EMHA AINUN NADJIB
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek etika profetik, yakni humanisasi yang terdapat pada novel Pemimpin yang “Tuhan” karya Emha Ainun Nadjib. Penelitian ini berlandaskan p...

