Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Membaca Puisi

View through CrossRef
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa Inggris disebut poem atau poetry. Puisi diartikan sebagai membuat atau pembuatan karena seseorang dapat menciptakan dunia baru dalam puisi tersebut, baik secara batiniah maupun lahiriah. Bahasa dalam puisi menggunakan kata kias, lambang, rima, dan pencitraan. puisi berdasarkan bentuk terbagi menjadi 4, yaitu: puisi lama, puisi baru, puisi modern , dan puisi kontemporer. puisi berdasarkan jenis terbagi menjadi 4, yaitu: puisi transparan, puisi prismatis, puisi kontemporer, dan puisi mbeling. Puisi dibangun atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intriksik terbagi menjadi dua yaitu struktur fisik dan struktur batin. Struktur fisik yaitu diksi, citraan, kata konkret, majas, rima, irama, dan tipografi. Struktur batin yaitu tema, rasa, nada, dan amanat. Unsur ekstrinsik mencakup pengarang, proses kreatif, latar belakang kehidupan, situasi, lingkungan sosial masyarakat, peristiwa, zaman yang menjadi latar terlahirnya sebuah puisi. Seni baca puisi berawal dari lahirnya genre sastra yang disebut puisi mantra dan puisi lisan. Unsur pokok baca puisi yaitu teks puisi, pembaca puisi, panggung, dan audiens.
Center for Open Science
Title: Membaca Puisi
Description:
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra.
Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa Inggris disebut poem atau poetry.
Puisi diartikan sebagai membuat atau pembuatan karena seseorang dapat menciptakan dunia baru dalam puisi tersebut, baik secara batiniah maupun lahiriah.
Bahasa dalam puisi menggunakan kata kias, lambang, rima, dan pencitraan.
puisi berdasarkan bentuk terbagi menjadi 4, yaitu: puisi lama, puisi baru, puisi modern , dan puisi kontemporer.
puisi berdasarkan jenis terbagi menjadi 4, yaitu: puisi transparan, puisi prismatis, puisi kontemporer, dan puisi mbeling.
Puisi dibangun atas unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
Unsur intriksik terbagi menjadi dua yaitu struktur fisik dan struktur batin.
Struktur fisik yaitu diksi, citraan, kata konkret, majas, rima, irama, dan tipografi.
Struktur batin yaitu tema, rasa, nada, dan amanat.
Unsur ekstrinsik mencakup pengarang, proses kreatif, latar belakang kehidupan, situasi, lingkungan sosial masyarakat, peristiwa, zaman yang menjadi latar terlahirnya sebuah puisi.
Seni baca puisi berawal dari lahirnya genre sastra yang disebut puisi mantra dan puisi lisan.
Unsur pokok baca puisi yaitu teks puisi, pembaca puisi, panggung, dan audiens.

Related Results

APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
Memahami puisi dan memahami prosa ada bedanya. Ini disebabkan karena bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang dipakai prosa. Memahami puisi mungkin sedikit lebih rumit...
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
Puisi memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, adanya sebuah karakteristik dikarenakan ada faktor pembeda. Karakteristik puisi adalah ciri khas yang terdapat didalam pui...
ESTETIKA DAN MAKNA DALAM PUISI “UNTUK CORONA TANPA MENGELUH” KARYA SALAMI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
ESTETIKA DAN MAKNA DALAM PUISI “UNTUK CORONA TANPA MENGELUH” KARYA SALAMI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
ABSTRAK Penelilitian ini membahas estetika dan makna dalam puisi “Untuk Corona tanpa Mengeluh” karya Salami, serta implikasinya dengan pembelajaran di sekolah. Metode yang dip...

Back to Top