Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
View through CrossRef
Bahasa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Aktivitas Bahasa mengenal adanya empat keterampilan berbahasa yaitu, mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling berkolerasi satu dengan yang lain, sehingga untuk mempelajari salah satu keterampilan berbahasa beberapa keterampilan yang lainnya juga akan terlibat. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa, biasanya kita akan melalui suatu urutan hubungan yang teratur: (1) menyimak atau mendengarkan, (2) berbicara, (3) membaca, dan (4) menulis. Bahasa adalah alat yang digunakan untuk saling berkomunikasi untuk menyampaikan maksud kepada lawan bicara. Fungsi lain dari Bahasa yaitu sebagai alat untuk mengontrol diri atau sebagai control social.Karya sastra merupakan dunia imajinasi yang diciptakan oleh pengarang imajinasi yang tercipta dari dalam diri seorang pengarang dan lingkungan sekitarnya. Imajinasi yang diciptakan dari dalam diri berhubungan dengan kondisi psikologis yang dialami oleh pengarang. Hal tersebut sangat berpengaruh bagi karya sastra yang akan dituliskannya. Selain berasal dari imajinasi pengarang, karya sastra juga dapat dihasilkan dengan adanya proses kreatif pengarang dalam mendeskripsikan ide-ide yang dipikirkan dan dirasakan oleh pengarang dengan menggunakan Bahasa sebagai mediumnya. Proses kreatif sangat menentukan baik buruknya sebuah karya sastra yang nantinya akan disuguhkan kepada pembaca. Sebagai karya kreatif, karya sastra harus mampu melahirkan suatu kreasi yang indah dan berusaha menyalurkan kebutuhan manusia akan keindahan dengan pemilihan diksi yang tepat, sehingga pembaca mampu menafsirkan apa yang ingin disampaikan oleh pengarang lewat karya sastra tersebut.Puisi merupakan karya sastra yang masuk dalam golongan lirik. Dibandingkan dengan jenis karya sastra lain seperti epic dan drama, puisi memiliki Bahasa yang lebih padat dan indah dan pemaknaan dalam puisi adalah multi tafsir. Masing-masing individu dapat memiliki interpretasi tersendiri. Bahasa yang digunakan dalam puisi juga bukan merupakan Bahasa harian. Pemilihin kata pada puisi sangat selektif dan memerhatikan norma serta kehidupan. Hal ini disimpulkan dari definisi Perrine tentang puisi, yaitu: puisi dapat didefinisikan sebagai sejenis Bahasa yang mengatakan lebih banyak dan lebih intensif daripada apa yang dikatakan oleh Bahasa harian (Perrine, 1974:553)Berkaitan dengan keistimewaan puisi yang telah disebutkan di atas, maka dalam memaknai puisi tidak bisa dilakukan secara asal. Karena sering kali Bahasa dalam puisi itu merupakan sebuah tanda yang menyimpang dari arti sebenarnya atau semantik, memiliki multi makna, dan Bahasa kias. Oleh karena itu,diperlukan suatu pengkajian puisi untuk memeroleh kesatuan makna yang utuh dari suatu puisi. Puisi dapat dikaji dengan berbagai pendekatan, baik secara struktural maupun semiotik. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba mengkaji makna pada puisi dengan pendekatan Semiotika Riffaterre, karena pada dasarnya kata-kata yang terdapat dalam puisi dinilai sebagai sebuah tanda yang harus digali maknanya. Akan tetapi, pemberian makna itu tidak bisa dilakukan secara asal, melainkan melalui kerangka semiotik (ilmu tanda) karena karya sastra sendiri merupakan suatu system tanda. Puisi Baru dalam buku ini peneliti menganbil 5 sampel untuk di teliti yaitu puisi yang di tulis oleh Muhammad Ali Hasjim, selanjutnya untuk lebih lanjut silahkan membaca sampai tuntas.Kata Kunci: Semiotika, heruistik, dan hermeneuistik
Title: ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE PADA PUISI BARU KARYA SULTAN TAKDIR ALISJAHBANA
Description:
Bahasa merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan.
Aktivitas Bahasa mengenal adanya empat keterampilan berbahasa yaitu, mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.
Keempat keterampilan tersebut saling berkolerasi satu dengan yang lain, sehingga untuk mempelajari salah satu keterampilan berbahasa beberapa keterampilan yang lainnya juga akan terlibat.
Dalam memperoleh keterampilan berbahasa, biasanya kita akan melalui suatu urutan hubungan yang teratur: (1) menyimak atau mendengarkan, (2) berbicara, (3) membaca, dan (4) menulis.
Bahasa adalah alat yang digunakan untuk saling berkomunikasi untuk menyampaikan maksud kepada lawan bicara.
Fungsi lain dari Bahasa yaitu sebagai alat untuk mengontrol diri atau sebagai control social.
Karya sastra merupakan dunia imajinasi yang diciptakan oleh pengarang imajinasi yang tercipta dari dalam diri seorang pengarang dan lingkungan sekitarnya.
Imajinasi yang diciptakan dari dalam diri berhubungan dengan kondisi psikologis yang dialami oleh pengarang.
Hal tersebut sangat berpengaruh bagi karya sastra yang akan dituliskannya.
Selain berasal dari imajinasi pengarang, karya sastra juga dapat dihasilkan dengan adanya proses kreatif pengarang dalam mendeskripsikan ide-ide yang dipikirkan dan dirasakan oleh pengarang dengan menggunakan Bahasa sebagai mediumnya.
Proses kreatif sangat menentukan baik buruknya sebuah karya sastra yang nantinya akan disuguhkan kepada pembaca.
Sebagai karya kreatif, karya sastra harus mampu melahirkan suatu kreasi yang indah dan berusaha menyalurkan kebutuhan manusia akan keindahan dengan pemilihan diksi yang tepat, sehingga pembaca mampu menafsirkan apa yang ingin disampaikan oleh pengarang lewat karya sastra tersebut.
Puisi merupakan karya sastra yang masuk dalam golongan lirik.
Dibandingkan dengan jenis karya sastra lain seperti epic dan drama, puisi memiliki Bahasa yang lebih padat dan indah dan pemaknaan dalam puisi adalah multi tafsir.
Masing-masing individu dapat memiliki interpretasi tersendiri.
Bahasa yang digunakan dalam puisi juga bukan merupakan Bahasa harian.
Pemilihin kata pada puisi sangat selektif dan memerhatikan norma serta kehidupan.
Hal ini disimpulkan dari definisi Perrine tentang puisi, yaitu: puisi dapat didefinisikan sebagai sejenis Bahasa yang mengatakan lebih banyak dan lebih intensif daripada apa yang dikatakan oleh Bahasa harian (Perrine, 1974:553)Berkaitan dengan keistimewaan puisi yang telah disebutkan di atas, maka dalam memaknai puisi tidak bisa dilakukan secara asal.
Karena sering kali Bahasa dalam puisi itu merupakan sebuah tanda yang menyimpang dari arti sebenarnya atau semantik, memiliki multi makna, dan Bahasa kias.
Oleh karena itu,diperlukan suatu pengkajian puisi untuk memeroleh kesatuan makna yang utuh dari suatu puisi.
Puisi dapat dikaji dengan berbagai pendekatan, baik secara struktural maupun semiotik.
Dalam penelitian ini, peneliti mencoba mengkaji makna pada puisi dengan pendekatan Semiotika Riffaterre, karena pada dasarnya kata-kata yang terdapat dalam puisi dinilai sebagai sebuah tanda yang harus digali maknanya.
Akan tetapi, pemberian makna itu tidak bisa dilakukan secara asal, melainkan melalui kerangka semiotik (ilmu tanda) karena karya sastra sendiri merupakan suatu system tanda.
Puisi Baru dalam buku ini peneliti menganbil 5 sampel untuk di teliti yaitu puisi yang di tulis oleh Muhammad Ali Hasjim, selanjutnya untuk lebih lanjut silahkan membaca sampai tuntas.
Kata Kunci: Semiotika, heruistik, dan hermeneuistik.
Related Results
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
APRESIASI PUISI DALAM GERAKAN LITERASI
Memahami puisi dan memahami prosa ada bedanya. Ini disebabkan karena bahasa yang digunakan dalam puisi berbeda dengan yang dipakai prosa. Memahami puisi mungkin sedikit lebih rumit...
Membaca Puisi
Membaca Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Secara etimologis kata puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang berarti membuat atau poeisis yang berarti pembuatan, dalam bahasa I...
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
Puisi memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, adanya sebuah karakteristik dikarenakan ada faktor pembeda. Karakteristik puisi adalah ciri khas yang terdapat didalam pui...
H.L.A. Hart’ın Hukuk Teorisi Bağlamında Hâkimin Takdir Yetkisi ile İdarenin Takdir Yetkisinin Karşılaştırmalı Analizi
H.L.A. Hart’ın Hukuk Teorisi Bağlamında Hâkimin Takdir Yetkisi ile İdarenin Takdir Yetkisinin Karşılaştırmalı Analizi
Takdir yetkisi, bütün hukuk sistemlerinde var olan bir yetki olmasına karşın sürekli tartışılan bir konudur. Özellikle takdir yetkisinin sınırları ve denetimi konularına ilişkin do...
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W. S. RENDRA (SOCIAL CRITICISM IN DOA UNTUK ANAK CUCU ANTHOLOGY BY W.S. RENDRA)
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W. S. RENDRA (SOCIAL CRITICISM IN DOA UNTUK ANAK CUCU ANTHOLOGY BY W.S. RENDRA)
Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi Doa untuk Anak Cucu karya W.S. Rendra. Tujuan dari penelitianini adalah: (1) Mendeskripsikan wujud kritik sosial (tentang kemiskinan, kejahatan, ...
PATRIOTISME DALAM SYAIR BITAQAH HAWIYYAH KARYA MAHMUD DARWISY
PATRIOTISME DALAM SYAIR BITAQAH HAWIYYAH KARYA MAHMUD DARWISY
Puisi merupakan media sastra yang sangat padat akan sebuah makna. Puisi juga sebagai media penyampai ide atau gagasan seorang penyair yang ingin disampaikan pada pembaca. Pada tuli...
CITRAAN DALAM KUMPULAN SAJAK TEBARAN MEGA KARYA SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA
CITRAAN DALAM KUMPULAN SAJAK TEBARAN MEGA KARYA SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA
The purpose of this article is (a) to describe the types of images contained in a collection of poems Tebaran Mega created by Sutan Takdir Alisjahbana, (b) to describe the function...

