Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUMANISASI DALAM NOVEL PEMIMPIN YANG “TUHAN” KARYA EMHA AINUN NADJIB

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek etika profetik, yakni humanisasi yang terdapat pada novel Pemimpin yang “Tuhan” karya Emha Ainun Nadjib. Penelitian ini berlandaskan pada teori sastra profetik Kuntowijoyo. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif yakni mendeskripsikan dan menggambarkan gejala fenomena yang ada. Data yang digunakan berupa data kata, frasa, kalimat dalam kutipan yang memuat humanisasi dalam novel ini. Sumber data adalah novel Pemimpin Yang “Tuhan” karya Emha Ainun Najib. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Hasil klasifikasi etika profetik dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sastra ini berlandaskan pada terminologi-terminologi Islam dari alquran yang berjiwa transendental dan sufistik. Novel ini juga sarat dengan naura sastra profetik. Aspek humanisasi yang terkandung dalam novel tersebut ada sembilan, yaitu humanisasi dengan menyebarkan kasih sayang, humanisasi dengan menyelami kebijaksanaan, membangkitkan rasa percaya diri, toleransi, memperjuangkan tujuan pendidikan, menjaga keharmonisan, saling mengamankan, saling menyelamatkan, dan menyebarkan cinta kasih yang tercermin dalam 18 kutipan.HUMANISM IN “PEMIMPIN YANG "TUHAN" “, A NOVEL BY EMHA AINUN NADJIB: A PROPHETIC LITERARY CRITICISMThis study examines aspects of prophetic ethics, namely humanization contains in a novel entitled “Pemimpin Yang “Tuhan” ”, writen by Emha Ainun Nadjib. The analysis done within this study was based on Kuntowijoyo's prophetic literary theory. The nature of this study is descriptive qualitative as it describes the existed phenomena depicted in the novel. The data consisted of words, phrases, sentences as represented in quotes taken from the novel through in-depth reading and note taking techniques. The classification of prophetic ethics resulted that this piece of literature was mainly based on Islamic terminologies taken from the Holy Qur'an which has a transcendental and sufistic spirits. This novel is also heavily loaded with prophetic literature. There are nine aspects of humanization contained in the novel namely humanization by spreading  loves, nurturing wisdom, building self-confidence, being tolerance, striving for education, maintaining harmony, protecting and saving others, and  dispersing devotion to all living beings – all were reflected throughout the 18 quotes.
Title: HUMANISASI DALAM NOVEL PEMIMPIN YANG “TUHAN” KARYA EMHA AINUN NADJIB
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek etika profetik, yakni humanisasi yang terdapat pada novel Pemimpin yang “Tuhan” karya Emha Ainun Nadjib.
Penelitian ini berlandaskan pada teori sastra profetik Kuntowijoyo.
Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif yakni mendeskripsikan dan menggambarkan gejala fenomena yang ada.
Data yang digunakan berupa data kata, frasa, kalimat dalam kutipan yang memuat humanisasi dalam novel ini.
Sumber data adalah novel Pemimpin Yang “Tuhan” karya Emha Ainun Najib.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat.
Hasil klasifikasi etika profetik dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sastra ini berlandaskan pada terminologi-terminologi Islam dari alquran yang berjiwa transendental dan sufistik.
Novel ini juga sarat dengan naura sastra profetik.
Aspek humanisasi yang terkandung dalam novel tersebut ada sembilan, yaitu humanisasi dengan menyebarkan kasih sayang, humanisasi dengan menyelami kebijaksanaan, membangkitkan rasa percaya diri, toleransi, memperjuangkan tujuan pendidikan, menjaga keharmonisan, saling mengamankan, saling menyelamatkan, dan menyebarkan cinta kasih yang tercermin dalam 18 kutipan.
HUMANISM IN “PEMIMPIN YANG "TUHAN" “, A NOVEL BY EMHA AINUN NADJIB: A PROPHETIC LITERARY CRITICISMThis study examines aspects of prophetic ethics, namely humanization contains in a novel entitled “Pemimpin Yang “Tuhan” ”, writen by Emha Ainun Nadjib.
The analysis done within this study was based on Kuntowijoyo's prophetic literary theory.
The nature of this study is descriptive qualitative as it describes the existed phenomena depicted in the novel.
The data consisted of words, phrases, sentences as represented in quotes taken from the novel through in-depth reading and note taking techniques.
The classification of prophetic ethics resulted that this piece of literature was mainly based on Islamic terminologies taken from the Holy Qur'an which has a transcendental and sufistic spirits.
This novel is also heavily loaded with prophetic literature.
There are nine aspects of humanization contained in the novel namely humanization by spreading  loves, nurturing wisdom, building self-confidence, being tolerance, striving for education, maintaining harmony, protecting and saving others, and  dispersing devotion to all living beings – all were reflected throughout the 18 quotes.

Related Results

Retorika Emha Ainun Nadjib
Retorika Emha Ainun Nadjib
The purpose of this study is to find out how the rhetoric of the figure of intellectual cultural Emha Ainun Nadjib, the method used in this study is a qualitative method with descr...
Analisis Foregrounding Pada Puisi “Antara Tiga Kota” Karya Emha Ainun Nadjib
Analisis Foregrounding Pada Puisi “Antara Tiga Kota” Karya Emha Ainun Nadjib
Dalam sebuah puisi, biasanya pengarang menggunakan foregrounding untuk menarik fokus perhatian pembaca. Selain itu, foregrounding juga digunakan pengarang sebagai sarana pengedepan...
EMHA AINUN NADJIB DAN TEOLOGI HARMONI SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA
EMHA AINUN NADJIB DAN TEOLOGI HARMONI SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA
Tantangan kehidupan keberagamaan yang terus berkembang, narasi baru terus tumbuh yang disebabkan terbukanya kran reformasi, polarisasi politik, hingga munculnya media baru. Dalam r...
PERSEPULUHAN MENURUT MALEAKHI 3:7-12
PERSEPULUHAN MENURUT MALEAKHI 3:7-12
Kitab Maleakhi menyatakan ketertinggalan bangsa Israel dalam mewujudkan ketaatannya kepada Allah. Meskipun demikian Allah tetap mengasihi mereka. Maleakhi mengajak bangsa ini untuk...
Hari Tuhan dan Implikasinya bagi Orang Percaya Masa Kini
Hari Tuhan dan Implikasinya bagi Orang Percaya Masa Kini
Topik mengenai hari Tuhan dikalangan orang percaya masa kini sudah mulai menurun. Permasalahan utamanya adalah kurangnya pemahaman yang jelas tentang konsep Hari Tuhan. Secara teol...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
KETUHANAN DALAM FILSAFAT HINDU
KETUHANAN DALAM FILSAFAT HINDU
Setiap orang memiliki keinginan untuk memahami Tuhan. Tetapi tidak ada satu manusia pun yang dapat menunjukkan bukti bahwa mereka telah melihat Tuhan atau mendengar Tuhan berbicara...

Back to Top