Javascript must be enabled to continue!
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
View through CrossRef
Sense of community merupakan penentu signifikan kualitas hidup secara umum dan kepuasan dalam kesejahteraan. Dalam kehidupan bermukim, anggotanya harus memiliki sense of community agar komunitasnya tetap bertahan dan hubungan yang berjalan semakin kuat. Adanya hubungan yang kuat antar warga permukiman merupakan salah satu ukuran kepuasan hidup di daerah perumahan. Aktivitas interaksi sosial yang terjadi di ruang komunal menjadi salah satu indikator terhadap sense of community. Ruang komunal di dalam kota keberadaannya bisa direncanakan, bisa pula muncul secara organic (tidak terencana). Masing-masing ruang komunal baik yang ‘by design’ ataupun ‘non design’ memiliki peran masing-masing berdasarkan aktivitas dan keseharian yang terjadi. Keberadaan interaksi sosial melalui terbentuknya kelompok pengguna ruang, intensifnya penggunaan ruang dan adanya aktivitas yang beragam dapat menjelaskan bagaimana ruang komunal bermakna bagi masyarakat. Ruang komunal dalam mempertahankan eksistensinya dipengaruhi oleh bagaimana penghuni atau pengguna (user) memanfaatkan ruang komunal tersebut. Kebutuhan ruang komunal dilakukan berdasarkan sebuah kesadaran bahwa interaksi sosial merupakan bagian dari kebutuhan keseharian. Pada ruang komunal kampung kota, interaksi sosial bisa dilakukan kapan saja setiap saat, dengan memanfaatkan ruang-ruang yang justru tidak direncanakan atau ruang yang berada relatif dekat dengan hunian. Ruang komunal baik terencana maupun tidak terencana masing-masing memiliki peran sosial. Sense of community dapat dinilai dari kualitas penggunaan lahan, kualitas fisik ruang komunal dan kualitas sosial. Masing-masing ruang komunal memiliki peran dalam menciptakan sense of community karena faktor lingkungan sangat penting untuk pengembangan rasa kebersamaan dalam komunitas perkotaan. Studi ini dapat digunakan sebagai rekomendasi dalam pembuatan kebijakan untuk untuk memperhatikan hadirnya ruang-ruang interaksi/ ruang komunal dalam perencanaan permukiman/ perkotaan yang menciptakan Sense of Community.
Universitas Sumatera Utara
Title: PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
Description:
Sense of community merupakan penentu signifikan kualitas hidup secara umum dan kepuasan dalam kesejahteraan.
Dalam kehidupan bermukim, anggotanya harus memiliki sense of community agar komunitasnya tetap bertahan dan hubungan yang berjalan semakin kuat.
Adanya hubungan yang kuat antar warga permukiman merupakan salah satu ukuran kepuasan hidup di daerah perumahan.
Aktivitas interaksi sosial yang terjadi di ruang komunal menjadi salah satu indikator terhadap sense of community.
Ruang komunal di dalam kota keberadaannya bisa direncanakan, bisa pula muncul secara organic (tidak terencana).
Masing-masing ruang komunal baik yang ‘by design’ ataupun ‘non design’ memiliki peran masing-masing berdasarkan aktivitas dan keseharian yang terjadi.
Keberadaan interaksi sosial melalui terbentuknya kelompok pengguna ruang, intensifnya penggunaan ruang dan adanya aktivitas yang beragam dapat menjelaskan bagaimana ruang komunal bermakna bagi masyarakat.
Ruang komunal dalam mempertahankan eksistensinya dipengaruhi oleh bagaimana penghuni atau pengguna (user) memanfaatkan ruang komunal tersebut.
Kebutuhan ruang komunal dilakukan berdasarkan sebuah kesadaran bahwa interaksi sosial merupakan bagian dari kebutuhan keseharian.
Pada ruang komunal kampung kota, interaksi sosial bisa dilakukan kapan saja setiap saat, dengan memanfaatkan ruang-ruang yang justru tidak direncanakan atau ruang yang berada relatif dekat dengan hunian.
Ruang komunal baik terencana maupun tidak terencana masing-masing memiliki peran sosial.
Sense of community dapat dinilai dari kualitas penggunaan lahan, kualitas fisik ruang komunal dan kualitas sosial.
Masing-masing ruang komunal memiliki peran dalam menciptakan sense of community karena faktor lingkungan sangat penting untuk pengembangan rasa kebersamaan dalam komunitas perkotaan.
Studi ini dapat digunakan sebagai rekomendasi dalam pembuatan kebijakan untuk untuk memperhatikan hadirnya ruang-ruang interaksi/ ruang komunal dalam perencanaan permukiman/ perkotaan yang menciptakan Sense of Community.
Related Results
Konsumen Perumahan Kepada Developer (Studi Kasus Perumahan di Kabupaten Jember)
Konsumen Perumahan Kepada Developer (Studi Kasus Perumahan di Kabupaten Jember)
Konsumen Perumahan Kepada Developer (Studi Kasus Perumahan di Kabupaten Jember)Product Innovation Effect Of Housing Housing Consumer Confidence To Developer (A Case Study Of Housin...
Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Kebijakan penataan ruang merupakan langkah yang ditetapkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk dilaksanakan dan diwujudkan dalam penyelenggaraan penataan ruang di Indon...
PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA PADA NOVEL HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI
PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA PADA NOVEL HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI
ABSTRAK: Penelitian ini membahas tentang peran perempuan dalam keluarga. Perempuan memiliki peran dan kontribusi yang sangat penting dalam kehidupan, baik secara individual, keluar...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Tanah Komunal Alternatif Memiliki Tanah dalam Komuniti Orang Asli
Tanah Komunal Alternatif Memiliki Tanah dalam Komuniti Orang Asli
Tanah sebagai satu sumber terpenting memberi kesejahteraan komuniti orang Asli dalam kehidupan seharian. Sejauhmana tanah masyarakat orang Asli boleh dilindungi? Kajian ini mengena...
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 31 No. 2 Agustus 2021
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 31 No. 2 Agustus 2021
Pembaca Yang Budiman,Di tengah situasi yang belum normal seperti sediakala sebelum pandemi Covid-19, redaksi Jurnal Filsafat tetap berupaya untuk tetap menjaga kontinuitas penerbit...
RUANG DAN TEMPAT DITINJAU DARI SUDUT PANDANG LINGUISTIK, PEDAGOGIS, DAN BUDAYA
RUANG DAN TEMPAT DITINJAU DARI SUDUT PANDANG LINGUISTIK, PEDAGOGIS, DAN BUDAYA
Makalah ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana ruang dan tempat dikonstruksi dan apa implikasinya bagi mereka yang terlibat dalam konstruksi tersebut. Untuk menj...
Kajian Penerapan Indikator Pembangunan Berkelanjutan Perumahan
Kajian Penerapan Indikator Pembangunan Berkelanjutan Perumahan
Kurangnya pengendalian dalam sistem perencanaan dan tata kota yang tepat dapat menimbulkan masalah, terutama sebelum adanya pertambahan jumlah penduduk yang ditambah dengan laju ur...


