Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perancangan Filter Penjernih Air Sungai Kahayan Berbasis Pasir Silika Dan Lempung Alam Asal Kalimantan Tengah

View through CrossRef
Salah satu cara pengolahan air yang sederhana dan ramah lingkungan adalah melalui proses penyaringan dengan instalasi penyaringan air sederhana (IPAS) menggunakan bahan alam. Bahan alam yang dapat digunakan sebagai filter dalam instalasi penjernihan air sederhana adalah pasir silika dan lempung alam yang diaktivasi. Pengambilan sampel sungai akan dilakukan di DAS (Daerah Aliran Sungai) Kahayan Kalimantan Tengah. Sampling air akan dilakukan pada saat musim kemarau sehingga tidak ada pengaruh pengenceran. Filter pasir silika dan kerikil diperoleh dari toko penjual ikan hias yaitu pasir ukuran halus dan kasar. Filter lempung mangan dapat dibuat dengan menggunakan lempung alam yang perlakukan dengan MnCl2 dan KMnO4. Hasil pengujian menunjukkan filter lempung mangan dan arang aktif mampu menyaring zat-zat berbahaya yang terlarut dalam air, menghilangkan bau dan menjernihkan air sungai kahayan yang keruh. Air sungai kahayan yang sebelum dilakukan penjernihan memiliki nilai pH 5,5, kandungan Fe 2,16 mg/L, total padatan tersuspensi (TSS) 258 mg/L, total padatan terlarut 30 mg/L, kekeruhan 140 NTU dan sangat bau. Setelah dilakukan penjernihan dengan instalasi penjernihan air, penjernihan memiliki nilai pH 6,5, kandungan Fe 0,7 mg/L, total padatan tersuspensi (TSS) 134 mg/L, total padatan terlarut 32 mg/L, kekeruhan 35,3 NTU dan tidak berbau. Hasil penjernihan air ini cukup layak digunanakan sebagai air bersih karena nilai pH, kandungan Fe, TDS, TSS, kekeruhan dan bau sesuai dengan syarat air bersih menurut Permenkes RI No: 416/MENKES/PER/IX/1990.
Title: Perancangan Filter Penjernih Air Sungai Kahayan Berbasis Pasir Silika Dan Lempung Alam Asal Kalimantan Tengah
Description:
Salah satu cara pengolahan air yang sederhana dan ramah lingkungan adalah melalui proses penyaringan dengan instalasi penyaringan air sederhana (IPAS) menggunakan bahan alam.
Bahan alam yang dapat digunakan sebagai filter dalam instalasi penjernihan air sederhana adalah pasir silika dan lempung alam yang diaktivasi.
Pengambilan sampel sungai akan dilakukan di DAS (Daerah Aliran Sungai) Kahayan Kalimantan Tengah.
Sampling air akan dilakukan pada saat musim kemarau sehingga tidak ada pengaruh pengenceran.
Filter pasir silika dan kerikil diperoleh dari toko penjual ikan hias yaitu pasir ukuran halus dan kasar.
Filter lempung mangan dapat dibuat dengan menggunakan lempung alam yang perlakukan dengan MnCl2 dan KMnO4.
Hasil pengujian menunjukkan filter lempung mangan dan arang aktif mampu menyaring zat-zat berbahaya yang terlarut dalam air, menghilangkan bau dan menjernihkan air sungai kahayan yang keruh.
Air sungai kahayan yang sebelum dilakukan penjernihan memiliki nilai pH 5,5, kandungan Fe 2,16 mg/L, total padatan tersuspensi (TSS) 258 mg/L, total padatan terlarut 30 mg/L, kekeruhan 140 NTU dan sangat bau.
Setelah dilakukan penjernihan dengan instalasi penjernihan air, penjernihan memiliki nilai pH 6,5, kandungan Fe 0,7 mg/L, total padatan tersuspensi (TSS) 134 mg/L, total padatan terlarut 32 mg/L, kekeruhan 35,3 NTU dan tidak berbau.
Hasil penjernihan air ini cukup layak digunanakan sebagai air bersih karena nilai pH, kandungan Fe, TDS, TSS, kekeruhan dan bau sesuai dengan syarat air bersih menurut Permenkes RI No: 416/MENKES/PER/IX/1990.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Abstrak Peningkatan pembangunan jalan meningkat sangat signifikan pada saat sekarang. Pembangunan jalan juga sering dilaksanakan di atas tanah dengan daya dukung rendah. Tan...
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
Stabilitas lereng memerlukan perkuatan untuk meningkatkan kuat geser. Perkuatan dari material bambu dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengganti peran geotekstil yang biasa d...
Sintesis Komposit Titatnia-Silika dengan Proses Sol Gel
Sintesis Komposit Titatnia-Silika dengan Proses Sol Gel
Sintesis komposit titania silika telah berhasil dibuat dari geothermal sludge dengan menggunakan metode sol gel dan sonikasi. Sonikasi digunakan untuk mengecilkan partikel TiO2 den...
PENGARUH PENAMBAHAN PASIR SILIKA PADA REAKTOR FLUIDIZED BED TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN EFISIENSI PEMBENTUKAN KRISTAL STRUVITE
PENGARUH PENAMBAHAN PASIR SILIKA PADA REAKTOR FLUIDIZED BED TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN EFISIENSI PEMBENTUKAN KRISTAL STRUVITE
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh limbah cair yang mengandung fosfat dan amonium, yang dapat mencemari perairan. Kristalisasi struvite dalam reaktor lapisan terfluidisasi (fluid...
PEMANTAUAN KUALITAS AIR DI BAGIAN HULU SUNGAI CISADANE DENGAN INDIKATOR MAKROINVERTEBRATA
PEMANTAUAN KUALITAS AIR DI BAGIAN HULU SUNGAI CISADANE DENGAN INDIKATOR MAKROINVERTEBRATA
Observation on the Water Quality of Cisadane River in the Upstream Part Using Macroinvertebrates as The Indikator          Water is an important thing for either human lif...
Kinerja Material Pasir Puya Teraktivasi sebagai Fotokatalis pada Reduksi Metilen Biru dalam Larutan Air
Kinerja Material Pasir Puya Teraktivasi sebagai Fotokatalis pada Reduksi Metilen Biru dalam Larutan Air
Pasir puya adalah residu penambangan emas yang mengandung mineral berharga seperti zirkon, ilmenit dan besi oksida. Studi ini mengeksplorasi potensi pasir puya sebagai fotokatalis ...

Back to Top