Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tepa salira (tenggang rasa) dalam konteks perdamaian dunia

View through CrossRef
Penelitian ini bermaksud mengungkap tepa salira dalam konteks perdamaian dunia melalui analisis resepsi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu  Serat Wedhatama, kebudayaan Jawa, dan referensi  terkait tepa salira serta perdamaian dunia. Analisis data menggunakan flow model of analysis. Flow model of analysis merupakan teknik analisis yang mengkaitkan empat komponen: data collection, data display, data reduction, dan conclusion drawing/varivication. Hasil penelitian menunjukkan Serat Wedhatama mengajarkan konsep tepa salira yang terdapat pada: Pangkur bait ke 3-8,10,11 dan Kinanthi bait ke 95-98, melalui petuah yang sebaiknya dilakukan dan dihindari dalam berinteraksi sosial. Konsep tersebut dapat diterapkan dalam berbagai level interaksi sosial, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat dunia. Nilai tepa salira melekat kepada setiap individu, maka yang pertama diharapkan sebagai teladan adalah pemimpin negara. Jika setiap pemimpin negara menjadikan humanisasi tepa salira dalam dimensi konsepsi moralitas negaranya maka cepat atau lambat perdamaian dunia akan terwujud. Dengan kata lain, mengedepankan tepa salira dalam interaksi global maupun perpolitikan dunia akan mampu mewujudkan perdamaian dunia.
Universitas Negeri Yogyakarta
Title: Tepa salira (tenggang rasa) dalam konteks perdamaian dunia
Description:
Penelitian ini bermaksud mengungkap tepa salira dalam konteks perdamaian dunia melalui analisis resepsi.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif.
Data dalam penelitian ini yaitu  Serat Wedhatama, kebudayaan Jawa, dan referensi  terkait tepa salira serta perdamaian dunia.
Analisis data menggunakan flow model of analysis.
Flow model of analysis merupakan teknik analisis yang mengkaitkan empat komponen: data collection, data display, data reduction, dan conclusion drawing/varivication.
Hasil penelitian menunjukkan Serat Wedhatama mengajarkan konsep tepa salira yang terdapat pada: Pangkur bait ke 3-8,10,11 dan Kinanthi bait ke 95-98, melalui petuah yang sebaiknya dilakukan dan dihindari dalam berinteraksi sosial.
Konsep tersebut dapat diterapkan dalam berbagai level interaksi sosial, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat dunia.
Nilai tepa salira melekat kepada setiap individu, maka yang pertama diharapkan sebagai teladan adalah pemimpin negara.
Jika setiap pemimpin negara menjadikan humanisasi tepa salira dalam dimensi konsepsi moralitas negaranya maka cepat atau lambat perdamaian dunia akan terwujud.
Dengan kata lain, mengedepankan tepa salira dalam interaksi global maupun perpolitikan dunia akan mampu mewujudkan perdamaian dunia.

Related Results

Nilai Keagamaan dalam Wawacan Babad Salira
Nilai Keagamaan dalam Wawacan Babad Salira
The background of the research is the lack of public knowledge about wawacan, whereas as one of the literary works of poetry genre, wawacan consists of purwakanti (rhyme) which con...
Peran Gereja Dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia Perspektif Oikumene Berdasarkan 2 Korintus 5:18-20
Peran Gereja Dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia Perspektif Oikumene Berdasarkan 2 Korintus 5:18-20
Artikel ini membahas peran gereja dalam mewujudkan perdamaian dunia perspektif oikumene berdasarkan kajian teks 2 Korintus 5: 18-20. Indonesia peduli akan perdamaian dunia dan akti...
Tepa Selira sebagai Solusi untuk Bullying Pendidikan
Tepa Selira sebagai Solusi untuk Bullying Pendidikan
Sampai saat ini fenomena lama terkait dengan perundungan atau bullying masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Hampir setiap tahunnya perilaku bullying selalu menin...
Tepung Tawar Perdamaian: Resolusi Konflik Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila di Sumatera Selatan
Tepung Tawar Perdamaian: Resolusi Konflik Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila di Sumatera Selatan
Provinsi Sumatera Selatan menyandang predikat daerah zero conflict sebab tidak ditemukannya konflik di daerah Sumatera Selatan terutama yang terkait dengan Suku, Agama, Ras dan Ant...
PEACE GUIDANCE: TRAINING FOR SCHOOL COUNSELLORS AT PREVENTING TENDENTION TO AGGRESSION FOR STUDENTS
PEACE GUIDANCE: TRAINING FOR SCHOOL COUNSELLORS AT PREVENTING TENDENTION TO AGGRESSION FOR STUDENTS
Abstrak Agresi pelajar saat kondisi covid-19 berpengaruh besar pada proses pendidikan. Sekolah sebagai garda depan membutuhkan alternatif untuk menumbuhkan kedamaian diri sis...
MENGEMBANGKAN SIKAP TENGGANG RASA TERHADAP SATU SAMA LAIN
MENGEMBANGKAN SIKAP TENGGANG RASA TERHADAP SATU SAMA LAIN
Penelitian ini bertujuan untuk menumbukan sikap tenggang rasa terhadap satu sama lain,menumbuhkan sikap percaya diri saling melindungi dan saling percaya dan berpikir positif. Pen...
Peran dan Gagasan Susilo Bambang Yudhoyono dalam Resolusi Konflik Aceh
Peran dan Gagasan Susilo Bambang Yudhoyono dalam Resolusi Konflik Aceh
The Aceh peace achieved in 2005 has become an example for the international community in resolving conflicts using a dialogue approach. Of course, it cannot be separated from the r...
Eksistensi Manusia Dalam Film "Aisyah Biarkan Kami Bersaudara" Karya Herwin Novianto
Eksistensi Manusia Dalam Film "Aisyah Biarkan Kami Bersaudara" Karya Herwin Novianto
AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksistensi manusia dalam film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara” karya Herwin Novianto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif...

Back to Top