Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Eksistensi Manusia Dalam Film "Aisyah Biarkan Kami Bersaudara" Karya Herwin Novianto

View through CrossRef
AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksistensi manusia dalam film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara” karya Herwin Novianto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode audio visual, yakni dengan melihat dan mendengar suatu objek dari gambar dan suara. Sementara itu, teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Data dianalisis secara deskriptif sesuai dengan teori konsep eksistensi manusia Koeswara yang meliputi empat jenis, yakni kebersamaan dan cinta, pertentangan, keterasingan dan kesepian, serta kematian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep eksistensi manusia dalam film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara” karya Herwin Novianto ada tiga, yakni (1) konsep kebersamaan dan cinta, meliputi keakraban, saling membantu/kerja sama, menasehati, rasa saling menghormati dan menghargai, perhatian, tanggung jawab, keterbukaan, rasa iba, tepa salira, berkeyakinan, serta berkelakar; (2) konsep pertentangan, meliputi ketidaksetujuan, ketidaksepahaman, rasa tidak menghargai, ketidakterimaan, ketidakpercayaan, dan kebencian; (3) konsep keterasingan dan kesepian, meliputi kesedihan, kegelisahan, kejengkelan, kekhawatiran, ketakutan, dan kebohongan.Kata kunci: eksistensi manusia, film, Aisyah Biarkan Kami BersaudaraAbstractThis study aims to describe human existence in the film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara” by Herwin Novianto. This research is a qualitative research. Data is collected using the audio visual method, namely by seeing and hearing an object from images and sounds. Meanwhile, data collection techniques use the refer and note technique. Data were analyzed descriptively in accordance with Koeswara's human existence concept theory which included four types, namely togetherness and love, opposition, alienation and loneliness, and death. The results showed that the concept of human existence in the film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara” by Herwin Novianto have three, namely (1) the concept of togetherness and love, including intimacy, mutual assistance/cooperation, advising, mutual respect and respect, attention, responsibility, openness, compassion, tepa salira, belief, and joke; (2) the concept of conflict, including disagreement, disagreement, disrespect, acceptability, distrust, and hatred; (3) the concept of alienation and loneliness, including sadness, anxiety, aggravation, worry, fear, and lies.Keywords: human existence, film, “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara”
Center for Open Science
Title: Eksistensi Manusia Dalam Film "Aisyah Biarkan Kami Bersaudara" Karya Herwin Novianto
Description:
AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksistensi manusia dalam film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara” karya Herwin Novianto.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.
Data dikumpulkan menggunakan metode audio visual, yakni dengan melihat dan mendengar suatu objek dari gambar dan suara.
Sementara itu, teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat.
Data dianalisis secara deskriptif sesuai dengan teori konsep eksistensi manusia Koeswara yang meliputi empat jenis, yakni kebersamaan dan cinta, pertentangan, keterasingan dan kesepian, serta kematian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep eksistensi manusia dalam film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara” karya Herwin Novianto ada tiga, yakni (1) konsep kebersamaan dan cinta, meliputi keakraban, saling membantu/kerja sama, menasehati, rasa saling menghormati dan menghargai, perhatian, tanggung jawab, keterbukaan, rasa iba, tepa salira, berkeyakinan, serta berkelakar; (2) konsep pertentangan, meliputi ketidaksetujuan, ketidaksepahaman, rasa tidak menghargai, ketidakterimaan, ketidakpercayaan, dan kebencian; (3) konsep keterasingan dan kesepian, meliputi kesedihan, kegelisahan, kejengkelan, kekhawatiran, ketakutan, dan kebohongan.
Kata kunci: eksistensi manusia, film, Aisyah Biarkan Kami BersaudaraAbstractThis study aims to describe human existence in the film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara” by Herwin Novianto.
This research is a qualitative research.
Data is collected using the audio visual method, namely by seeing and hearing an object from images and sounds.
Meanwhile, data collection techniques use the refer and note technique.
Data were analyzed descriptively in accordance with Koeswara's human existence concept theory which included four types, namely togetherness and love, opposition, alienation and loneliness, and death.
The results showed that the concept of human existence in the film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara” by Herwin Novianto have three, namely (1) the concept of togetherness and love, including intimacy, mutual assistance/cooperation, advising, mutual respect and respect, attention, responsibility, openness, compassion, tepa salira, belief, and joke; (2) the concept of conflict, including disagreement, disagreement, disrespect, acceptability, distrust, and hatred; (3) the concept of alienation and loneliness, including sadness, anxiety, aggravation, worry, fear, and lies.
Keywords: human existence, film, “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara”.

Related Results

Konsep Keterasingan Dalam Film "Aisyah Biarkan Kami Bersaudara" Karya Herwin Novianto
Konsep Keterasingan Dalam Film "Aisyah Biarkan Kami Bersaudara" Karya Herwin Novianto
AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep keterasingn dalam film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara” karya Herwin Novianto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM FILM YANG TAK TERGANTIKAN KARYA HERWIN NOVIANTO
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM FILM YANG TAK TERGANTIKAN KARYA HERWIN NOVIANTO
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk tindak tutur yang terdapat dalam film Yang Tak Tergantikan Karya Herwin Novianto. Penelitian ini menggunaka...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berba...
Cinta dalam Novel Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madan dan Pemanfaatannya sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA
Cinta dalam Novel Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madan dan Pemanfaatannya sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA
Sebuah novel tidak akan lepas dari eksistensi manusia. Eksistensi manusia yang dimaksud ialah eksistensi yang me garah pada permasalahan-permasalahan kehidupan manusia. Salah satu ...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...

Back to Top