Javascript must be enabled to continue!
Tepa Selira sebagai Solusi untuk Bullying Pendidikan
View through CrossRef
Sampai saat ini fenomena lama terkait dengan perundungan atau bullying masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Hampir setiap tahunnya perilaku bullying selalu meningkat bahkan beritanya sampai viral. Dampak dari bullying tidak bisa dianggap sederhana karena memberikan dampak jangka panjang dan jangka pendek, berpengaruh pada kesehatan mental dan kesejahteraan peserta didik. Tidak hanya korban yang akan mendapat dampak, korban juga akan mendapatkan dampak yang merugikan diri sendiri. Penelitian ini mengeksplorasi peran budaya jawa dengan nilai tepa selira dengan membangun empati sebagai upaya pencegahan bullying di sekolah. Tepa Selira memiliki tiga nilai diantaranya; pertama menghormati hak-hak orang lain, kedua menyayangi orang lain, serta ketiga yaitu menjaga sikap, perkataan, dan tingkah laku akan diintegrasikan dan disesuaikan. Melalui Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi literatur dengan yaitu mengkaji, jurnal dan literatur lain yang berkaitan dengan lingkup bullying dan nilai budaya Jawa tepa salira. Penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai dari budaya lokal seperti tepa selira dapat menjadi alternatif dalam upaya pencegahan bullying di sekolah, hal ini karena tepa selira memiliki nilai empati, yang mana pelaku bully adalah orang yang kurang mampu memahami perasaan oranglain diartikan juga sebagai empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengimplementasikan nilai-nailai tepa selira maka dapat mencegah perilaku agresif seperti bullying.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Jambi
Title: Tepa Selira sebagai Solusi untuk Bullying Pendidikan
Description:
Sampai saat ini fenomena lama terkait dengan perundungan atau bullying masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Hampir setiap tahunnya perilaku bullying selalu meningkat bahkan beritanya sampai viral.
Dampak dari bullying tidak bisa dianggap sederhana karena memberikan dampak jangka panjang dan jangka pendek, berpengaruh pada kesehatan mental dan kesejahteraan peserta didik.
Tidak hanya korban yang akan mendapat dampak, korban juga akan mendapatkan dampak yang merugikan diri sendiri.
Penelitian ini mengeksplorasi peran budaya jawa dengan nilai tepa selira dengan membangun empati sebagai upaya pencegahan bullying di sekolah.
Tepa Selira memiliki tiga nilai diantaranya; pertama menghormati hak-hak orang lain, kedua menyayangi orang lain, serta ketiga yaitu menjaga sikap, perkataan, dan tingkah laku akan diintegrasikan dan disesuaikan.
Melalui Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi literatur dengan yaitu mengkaji, jurnal dan literatur lain yang berkaitan dengan lingkup bullying dan nilai budaya Jawa tepa salira.
Penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai dari budaya lokal seperti tepa selira dapat menjadi alternatif dalam upaya pencegahan bullying di sekolah, hal ini karena tepa selira memiliki nilai empati, yang mana pelaku bully adalah orang yang kurang mampu memahami perasaan oranglain diartikan juga sebagai empati.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengimplementasikan nilai-nailai tepa selira maka dapat mencegah perilaku agresif seperti bullying.
Related Results
PANDANGAN FILOSOFIS TENTANG PERILAKU BULLYING PADA SISWA DI SEKOLAH
PANDANGAN FILOSOFIS TENTANG PERILAKU BULLYING PADA SISWA DI SEKOLAH
Abstract: Anyone who is in the educational environment who is the spearhead of the formation of the character of this nation. Likewise, it is a homework for the government as a Sta...
ANALISIS KEPERCAYAAN DIRI PADA KORBAN BULLYING
ANALISIS KEPERCAYAAN DIRI PADA KORBAN BULLYING
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tindakan bullying di kalangan remaja atau siswa, hal ini disebabkan kurangnya pengawasan guru terhadap siswa terhadap bullying sehing...
Analisis Perlakuan Verbal Bullying pada Remaja
Analisis Perlakuan Verbal Bullying pada Remaja
Cases of bullying are increasing day by day in Indonesia, which is not only done by adults but also teenagers and has an impact on teenagers. One type of bullying that is done by t...
Transformasi Pendidikan Anti-Bullying Berbasis QS. Al Hujurat Ayat 11
Transformasi Pendidikan Anti-Bullying Berbasis QS. Al Hujurat Ayat 11
Abstract: The impact of the modern era covers various aspects, including the emergence of deviant behavior, one of which is bullying behavior. Bullying behavior is influenced by a ...
EDUKASI PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING SEBAGAI UPAYA MENJAGA KESEHATAN MENTAL REMAJA
EDUKASI PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING SEBAGAI UPAYA MENJAGA KESEHATAN MENTAL REMAJA
Bullying telah menjadi masalah serius dalam dunia pendidikan dan memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental bagi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi...
PKM SOSIALISASI BENTUK PERILAKU BULLYING
PKM SOSIALISASI BENTUK PERILAKU BULLYING
ABSTRAKLayanan konseling merupakan langkah-langkah nyata yang bisa dilaksanakan oleh konselor atau guru BK di sekolah dalam menghadapi banyaknya perilaku bullying di sekolah, karen...
Bullying and Its Prevention Among Intensive Care Nurses
Bullying and Its Prevention Among Intensive Care Nurses
AbstractPurposeInternational studies report that nurse bullying is a common occurrence. The intensive care unit (ICU) is known for its high stress levels, one factor thought to inc...
Prevalence and Pattern of Traditional Bullying, Amongst Secondary School Students in Yenagoa, Nigeria
Prevalence and Pattern of Traditional Bullying, Amongst Secondary School Students in Yenagoa, Nigeria
Introduction: Traditional bullying (face to face bullying, that occurs within or around the school premises) among secondary school students is a persistent global public health pr...

