Javascript must be enabled to continue!
Fortifikasi Serai (Cymbopogon citratus) pada Produk Susu Fermentasi sebagai Potensi Pangan Fungsional: Kajian Literatur
View through CrossRef
Pandemi COVID-19 telah berakhir yang menyebabkan sebagian masyarakat tersadar akan pentingnya kesehatan dan mengonsumsi pangan yang sehat. Pangan fungsional merupakan makanan yang tidak hanya memberikan nutrisi dasar, tetapi juga mengandung komponen bioaktif yang dapat memberikan manfaat tambahan. Manfaat tambahan tersebut dapat diperoleh dari senyawa bioaktif yang ada di dalam produk pangan. Produk pangan dari susu fermentasi yang dikategorikan sebagai pangan fungsional contohnya yoghurt dan keju. Saat ini, cukup banyak penelitian yang melakukan fortifikasi rempah pada produk susu fermentasi, salah satunya serai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pangan fungsional melalui fortifikasi serai pada produk susu fermentasi (yoghurt dan keju). Berdasarkan beberapa riset sebelumnya, serai dipercaya mampu meningkatkan sifat fungsionalitas produk yoghurt dan keju. Fortifikasi sebanyak 15% bubuk serai terbukti mampu meningkatkan kandungan vitamin C, fosfor, kalsium, tanin, dan saponin pada yoghurt yang terbuat dari susu sapi bubuk. Sedangkan fortifikasi sebanyak 0,2% ekstrak serai terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella typhimurium, dan Escherichia coli pada keju. Hal ini disebabkan karena keunggulan senyawa bioaktif yang terkandung dalam serai, yaitu 3,31 mg GAE/g flavonoid, 19,31 mg GAE/g total fenolik, dan 79,96% DPPH. Selain itu, serai juga mengandung beberapa senyawa fitokimia, meliputi alkaloid, terpenoid, flavonoid, saponin, dan tanin, serta aktivitas antibakteri yang mampu menghambat bakteri patogen. Berdasarkan data kajian literatur yang telah dilaksanakan, fortifikasi serai pada produk susu fermentasi berpotensi menghasilkan yoghurt dan keju yang memiliki sifat fungsionalitas tinggi serta bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Title: Fortifikasi Serai (Cymbopogon citratus) pada Produk Susu Fermentasi sebagai Potensi Pangan Fungsional: Kajian Literatur
Description:
Pandemi COVID-19 telah berakhir yang menyebabkan sebagian masyarakat tersadar akan pentingnya kesehatan dan mengonsumsi pangan yang sehat.
Pangan fungsional merupakan makanan yang tidak hanya memberikan nutrisi dasar, tetapi juga mengandung komponen bioaktif yang dapat memberikan manfaat tambahan.
Manfaat tambahan tersebut dapat diperoleh dari senyawa bioaktif yang ada di dalam produk pangan.
Produk pangan dari susu fermentasi yang dikategorikan sebagai pangan fungsional contohnya yoghurt dan keju.
Saat ini, cukup banyak penelitian yang melakukan fortifikasi rempah pada produk susu fermentasi, salah satunya serai.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pangan fungsional melalui fortifikasi serai pada produk susu fermentasi (yoghurt dan keju).
Berdasarkan beberapa riset sebelumnya, serai dipercaya mampu meningkatkan sifat fungsionalitas produk yoghurt dan keju.
Fortifikasi sebanyak 15% bubuk serai terbukti mampu meningkatkan kandungan vitamin C, fosfor, kalsium, tanin, dan saponin pada yoghurt yang terbuat dari susu sapi bubuk.
Sedangkan fortifikasi sebanyak 0,2% ekstrak serai terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella typhimurium, dan Escherichia coli pada keju.
Hal ini disebabkan karena keunggulan senyawa bioaktif yang terkandung dalam serai, yaitu 3,31 mg GAE/g flavonoid, 19,31 mg GAE/g total fenolik, dan 79,96% DPPH.
Selain itu, serai juga mengandung beberapa senyawa fitokimia, meliputi alkaloid, terpenoid, flavonoid, saponin, dan tanin, serta aktivitas antibakteri yang mampu menghambat bakteri patogen.
Berdasarkan data kajian literatur yang telah dilaksanakan, fortifikasi serai pada produk susu fermentasi berpotensi menghasilkan yoghurt dan keju yang memiliki sifat fungsionalitas tinggi serta bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Related Results
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Abstract
This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at th...
Potensi Minyak Atsiri Cymbopogon nardus dan Cymbopogon citratus sebagai Anti-Nyamuk
Potensi Minyak Atsiri Cymbopogon nardus dan Cymbopogon citratus sebagai Anti-Nyamuk
Abstract In Indonesia, there are several infectious diseases that can be caused by mosquito vectors, one of which is Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Therefore, prevention is needed...
Diversifikasi Produk Susu Fermentasi dengan Pemanfaatan Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) sebagai Inovasi Pangan Fungsional: Review
Diversifikasi Produk Susu Fermentasi dengan Pemanfaatan Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) sebagai Inovasi Pangan Fungsional: Review
Produk olahan susu kian digemari oleh masyarakat saat ini, terlebih lagi pasca pandemi COVID-19. Masyarakat lebih memilih untuk mengonsumsi pangan sehat yang memiliki khasiat lebih...
Kualitas Kimia dan Organoleptik Yoghurt yang dibuat Menggunakan Kultur Yoghurt dan Jenis Susu yang Berbeda
Kualitas Kimia dan Organoleptik Yoghurt yang dibuat Menggunakan Kultur Yoghurt dan Jenis Susu yang Berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia dan organoleptik yoghurt yang dibuat menggunakan kultur yoghurt dan jenis susu yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksana...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Susu Tempe sebagai Pangan Fungsional Masa Depan: Tinjauan Potensi Nutrisi, Manfaat Kesehatan, dan Peluang Agroindustri
Susu Tempe sebagai Pangan Fungsional Masa Depan: Tinjauan Potensi Nutrisi, Manfaat Kesehatan, dan Peluang Agroindustri
Susu tempe merupakan inovasi pangan fungsional berbasis fermentasi yang menawarkan keunggulan nutrisi signifikan dibandingkan susu kedelai non-fermentasi. Tinjauan ini bertujuan un...
Perbedaan Daya Hambat Kefir Susu Kambing dengan Kefir Susu Sapi Terhadap Escherichia coli secara In Vitro
Perbedaan Daya Hambat Kefir Susu Kambing dengan Kefir Susu Sapi Terhadap Escherichia coli secara In Vitro
Latar Belakang. Kefir merupakan produk susu fermentasi dari Kaukasus. Komposisinya didominasi oleh bakteri asam laktat (BAL) dan zat metabolit sekunder yang dihasilkannya seperti b...
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
Protein adalah senyawa organik yang mengandung unsur penting bagi fungsi tubuh sebagai sumber energi. Sumber protein dapat diperoleh dari ikan, daging, dan biji-bijian. Salah satu ...

