Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potensi Minyak Atsiri Cymbopogon nardus dan Cymbopogon citratus sebagai Anti-Nyamuk

View through CrossRef
Abstract In Indonesia, there are several infectious diseases that can be caused by mosquito vectors, one of which is Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Therefore, prevention is needed in an effort to avoid mosquitoes by using mosquito repellents. However, long-term use of synthetic mosquito repellents can be dangerous, so that plant-based mosquito repellents derived from the Cymbopogon nardus and Cymbopogon citratus plants can be used. The purpose of this study was to determine the potential of essential oils from citronella and lemongrass as mosquito repellents. To find out which essential oil is more effective as a mosquito repellent and to determine the content of compounds suspected as mosquito repellents. The method used was a literature review using a database. The results of the literature review that has been done are that the essential oils of citronella and lemongrass have mosquito repellent potential with a protective power of 78.48% and 44.47%. Citronella essential oil has better mosquito repellent potential than lemongrass essential oil. Compounds suspected as mosquito repellents are citronellal, citronellol, geraniol and citral. Suggestions are needed to conduct further research to determine the effectiveness of good compounds and formulations. Abstrak. Di Indonesia terdapat beberapa penyakit menular yang dapat disebabkan oleh vektor nyamuk salah satunya penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue). Maka dari itu diperlukan adanya pencegahan dalam upaya menghindari nyamuk dengan menggunakan anti nyamuk. Namun pengunaan anti nyamuk sintetis dalam jangka panjang dapat membahayakan, sehingga dapat menggunakan anti nyamuk nabati yang berasal dari tumbuhan Cymbopogon nardus dan Cymbopogon citratus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi minyak atsiri dari serai wangi dan serai dapur sebagai anti nyamuk. Mengetahui minyak atsiri mana yang lebih efektif sebagai anti nyamuk dan mengetahui kandungan senyawa yang diduga sebagai anti nyamuk. Metode yang digunakan yaitu kajian pustaka dengan mengunakan database. Hasil dari kajian pustaka yang telah dilakukan bahwa minyak atsiri serai wangi dan serai dapur memiliki potensi anti nyamuk dengan daya proteksi sebesar 78,48% dan 44,47%. Minyak atsiri serai wangi memiliki potensi anti nyamuk lebih baik daripada minyak atsiri serai dapur. Senyawa yang diguga sebagai anti nyamuk yaitu sitronelal, sitronelol, geraniol dan sitral. Saran perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas senyawa dan formulasi yang baik.
Title: Potensi Minyak Atsiri Cymbopogon nardus dan Cymbopogon citratus sebagai Anti-Nyamuk
Description:
Abstract In Indonesia, there are several infectious diseases that can be caused by mosquito vectors, one of which is Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).
Therefore, prevention is needed in an effort to avoid mosquitoes by using mosquito repellents.
However, long-term use of synthetic mosquito repellents can be dangerous, so that plant-based mosquito repellents derived from the Cymbopogon nardus and Cymbopogon citratus plants can be used.
The purpose of this study was to determine the potential of essential oils from citronella and lemongrass as mosquito repellents.
To find out which essential oil is more effective as a mosquito repellent and to determine the content of compounds suspected as mosquito repellents.
The method used was a literature review using a database.
The results of the literature review that has been done are that the essential oils of citronella and lemongrass have mosquito repellent potential with a protective power of 78.
48% and 44.
47%.
Citronella essential oil has better mosquito repellent potential than lemongrass essential oil.
Compounds suspected as mosquito repellents are citronellal, citronellol, geraniol and citral.
Suggestions are needed to conduct further research to determine the effectiveness of good compounds and formulations.
Abstrak.
Di Indonesia terdapat beberapa penyakit menular yang dapat disebabkan oleh vektor nyamuk salah satunya penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue).
Maka dari itu diperlukan adanya pencegahan dalam upaya menghindari nyamuk dengan menggunakan anti nyamuk.
Namun pengunaan anti nyamuk sintetis dalam jangka panjang dapat membahayakan, sehingga dapat menggunakan anti nyamuk nabati yang berasal dari tumbuhan Cymbopogon nardus dan Cymbopogon citratus.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi minyak atsiri dari serai wangi dan serai dapur sebagai anti nyamuk.
Mengetahui minyak atsiri mana yang lebih efektif sebagai anti nyamuk dan mengetahui kandungan senyawa yang diduga sebagai anti nyamuk.
Metode yang digunakan yaitu kajian pustaka dengan mengunakan database.
Hasil dari kajian pustaka yang telah dilakukan bahwa minyak atsiri serai wangi dan serai dapur memiliki potensi anti nyamuk dengan daya proteksi sebesar 78,48% dan 44,47%.
Minyak atsiri serai wangi memiliki potensi anti nyamuk lebih baik daripada minyak atsiri serai dapur.
Senyawa yang diguga sebagai anti nyamuk yaitu sitronelal, sitronelol, geraniol dan sitral.
Saran perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas senyawa dan formulasi yang baik.

Related Results

Nilai LC50 Cymbopogon nardus L terhadap Musca domestica
Nilai LC50 Cymbopogon nardus L terhadap Musca domestica
Latar belakang: Pengendalian serangga umumnya dilakukan menggunakan bahan kimia yang dapat mengancam kesehatan manusia dan lingkungan. Pemanfaatan tanaman sebagai insektisida alami...
Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin)
Formulasi Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Atsiri Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) dan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin)
Minyak atsiri adalah minyak yang mudah menguap.  Bahan baku minyak atsiri dapat diperoleh dari berbagai bagian tumbuhan seperti batang, daun, bunga, buah, biji, kulit biji, serta a...
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus
Tanaman kayu manis yang berkembang di Indonesia, terutama jenis Cinnamomum burmanii Blumea. Dalam penelitian ini salah satu tanaman yang digunakan dalam pengobatan yaitu minyak ats...
Efektivitas Ekstrak Serai Wangi (Cimbopogon nardus L.) sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti
Efektivitas Ekstrak Serai Wangi (Cimbopogon nardus L.) sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti
Efektivitas Ekstrak Serai Wangi (Cimbopogon nardus L.) sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti (The Effectiveness of Citronella Extract (Cymbopogon nardus) as Larvaside of Aedes aeg...
Komposisi Minyak Atsiri dan Aktivitas Antimikroba Rimpang Temu Putih dan Jahe Gajah sebagai Fitobiotik Pakan Unggas
Komposisi Minyak Atsiri dan Aktivitas Antimikroba Rimpang Temu Putih dan Jahe Gajah sebagai Fitobiotik Pakan Unggas
ABSTRAK                                                                        Imbuhan pakan unggas dapat berasal dari bahan herbal yang mengandung berbagai komponen aktif yang ber...

Back to Top