Javascript must be enabled to continue!
Cerminan Karakter Masyarakat Desa Pelita Jaya Pada Tradisi Bakayab Hai
View through CrossRef
AbstractThe purpose of this research is to find out aspects of character education for the Pelita Jaya village community in the Bakayab Hai tradition. This research uses qualitative research with descriptive analysis approach. The type of data used in this research is secondary data. The results of this study indicate that the Bakayab Hai tradition is one of the traditions of the Sula community which is always carried out in a series of wedding events. This tradition is one of the traditions of the people of Pelita Jaya Village in the Sula Islands, North Maluku. The purpose of this research is to describe the characters contained in the Bakayab Hai tradition. Data collection techniques used are interviews and documentation. The results show that the Bakayab Hai tradition reflects the character of the Pelita Jaya village community, including religious, togetherness, and social care.Keywords: Character Values, Bakayab Hai Tradition AbstrakTujuan penellitian ini adalah untuk mengetahui aspek pendidikan karakter masyarakat desa Pelita Jaya yang ada dalam tradisi Bakayab Hai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi Bakayab Hai adalah salah satu tradisi masyarakat sula yang selalu dilakukan dalam rangkaian acara pernikahan. Tradisi ini adalah salah satu tradisi masyarakat Desa Pelita Jaya yang berada di Kepulauan Sula Maluku Utara. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakter yang terkandung dalam tradisi Bakayab Hai. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bakayab Hai ini mencerminkan karakter masyarakat desa pelita jaya diantaranya adalah religius, kebersamaan, dan peduli sosialKata Kunci: Karakter Masyarakat, Tradisi Bakayab Hai
Title: Cerminan Karakter Masyarakat Desa Pelita Jaya Pada Tradisi Bakayab Hai
Description:
AbstractThe purpose of this research is to find out aspects of character education for the Pelita Jaya village community in the Bakayab Hai tradition.
This research uses qualitative research with descriptive analysis approach.
The type of data used in this research is secondary data.
The results of this study indicate that the Bakayab Hai tradition is one of the traditions of the Sula community which is always carried out in a series of wedding events.
This tradition is one of the traditions of the people of Pelita Jaya Village in the Sula Islands, North Maluku.
The purpose of this research is to describe the characters contained in the Bakayab Hai tradition.
Data collection techniques used are interviews and documentation.
The results show that the Bakayab Hai tradition reflects the character of the Pelita Jaya village community, including religious, togetherness, and social care.
Keywords: Character Values, Bakayab Hai Tradition AbstrakTujuan penellitian ini adalah untuk mengetahui aspek pendidikan karakter masyarakat desa Pelita Jaya yang ada dalam tradisi Bakayab Hai.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi Bakayab Hai adalah salah satu tradisi masyarakat sula yang selalu dilakukan dalam rangkaian acara pernikahan.
Tradisi ini adalah salah satu tradisi masyarakat Desa Pelita Jaya yang berada di Kepulauan Sula Maluku Utara.
Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakter yang terkandung dalam tradisi Bakayab Hai.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bakayab Hai ini mencerminkan karakter masyarakat desa pelita jaya diantaranya adalah religius, kebersamaan, dan peduli sosialKata Kunci: Karakter Masyarakat, Tradisi Bakayab Hai.
Related Results
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Implementasi Kebijakan Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Nagari Andaleh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
Implementasi Kebijakan Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Nagari Andaleh Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar
Artikel ini berfokus pada pembahasan tentang Minimnya kesadaran, pengetahuan, pengalaman dan konsep diri masyarakat dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan. Tujuan Dalam ...
SIKAP BAHASA MASYARAKAT DESA WISATA BREM DALAM LANSKAP LINGUISTIK
SIKAP BAHASA MASYARAKAT DESA WISATA BREM DALAM LANSKAP LINGUISTIK
Desa Kaliabu merupakan desa di Kabupaten Madiun yang dicanangkan sebagai desa wisata. Hal itu berhubungan dengan potensi desa tersebut sebagai desa penghasil brem terbesar dan tert...
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
Kearifan Lokal merupakan nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya tradisi pada kelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang diwariskan secara turun temurun. Oleh kar...
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Tradisi Nyadran sebagai sebuah kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, kegiatan tradisi Nyadran Punden merupakan pembersihan makam leluhur dan mela...

