Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP REINTEGRASI NARAPIDANA

View through CrossRef
Latar Belakang : Kepemimpinan dalam lembaga pemasyarakatan memiliki pengaruh strategis terhadap keberhasilan reintegrasi sosial narapidana. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap efektivitas proses reintegrasi narapidana pasca pemidanaan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur, analisis dokumen kebijakan, dan observasi terbatas di beberapa lembaga pemasyarakatan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan partisipatif berperan positif dalam menciptakan iklim pembinaan yang kondusif, meningkatkan motivasi warga binaan, serta mendorong kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat. Sebaliknya, gaya kepemimpinan otoriter cenderung menghambat proses internalisasi nilai pembinaan dan memperkuat relasi kekuasaan yang tidak mendukung perubahan perilaku. Kesimpulan : Temuan ini menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan reintegrasi, dan oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kepemimpinan berbasis nilai humanistik dan komunikasi efektif bagi pejabat pemasyarakatan. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup perlunya reformulasi strategi pembinaan berbasis kepemimpinan kolaboratif untuk mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi yang berkelanjutan.
Title: PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP REINTEGRASI NARAPIDANA
Description:
Latar Belakang : Kepemimpinan dalam lembaga pemasyarakatan memiliki pengaruh strategis terhadap keberhasilan reintegrasi sosial narapidana.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap efektivitas proses reintegrasi narapidana pasca pemidanaan.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur, analisis dokumen kebijakan, dan observasi terbatas di beberapa lembaga pemasyarakatan.
Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan partisipatif berperan positif dalam menciptakan iklim pembinaan yang kondusif, meningkatkan motivasi warga binaan, serta mendorong kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat.
Sebaliknya, gaya kepemimpinan otoriter cenderung menghambat proses internalisasi nilai pembinaan dan memperkuat relasi kekuasaan yang tidak mendukung perubahan perilaku.
Kesimpulan : Temuan ini menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan reintegrasi, dan oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kepemimpinan berbasis nilai humanistik dan komunikasi efektif bagi pejabat pemasyarakatan.
Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup perlunya reformulasi strategi pembinaan berbasis kepemimpinan kolaboratif untuk mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi yang berkelanjutan.

Related Results

REFORMASI PENOLOGI: URGENSI PENEMPATAN DAN PEMBINAAN BAGI NARAPIDANA TRANSGENDER DI INDONESIA
REFORMASI PENOLOGI: URGENSI PENEMPATAN DAN PEMBINAAN BAGI NARAPIDANA TRANSGENDER DI INDONESIA
Abstract The emergence of the phenomenon of transgender people in Indonesia as a criminal subject raises the question of how to treat the law enforcement process until a transgend...
PERAN BADAN REINTEGRASI DAMAI ACEH DALAM PROSES GENCATAN SENJATA, DEMOBILISASI, DAN REINTEGRASI DI ACEH
PERAN BADAN REINTEGRASI DAMAI ACEH DALAM PROSES GENCATAN SENJATA, DEMOBILISASI, DAN REINTEGRASI DI ACEH
Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRDA) didirikan berdasarkan Nota Kesepahaman Helsinki yang ditandatangani 15 Agustus 2005, khususnya pasal 3.2 yang menyatakan tentang reintegrasi bek...
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN NARAPIDANA MENUNGGU HASIL PUTUSAN SIDANG DI RUTAN MAKO POLRES TEBO
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN NARAPIDANA MENUNGGU HASIL PUTUSAN SIDANG DI RUTAN MAKO POLRES TEBO
Kehidupan sosial didalam rutan akan turut berpengaruh terhadap perkembangan jiwa narapidana. Terkait dengan stereotip buruknya masyarakat yang sudah memberikan cap penjahat untuk n...
PENDAMPINGAN PASTORAL BAGI NARAPIDANA YANG AKAN BERAKHIR MASA TAHANAN (TINJAUAN ASPEK SOSIAL)
PENDAMPINGAN PASTORAL BAGI NARAPIDANA YANG AKAN BERAKHIR MASA TAHANAN (TINJAUAN ASPEK SOSIAL)
Adanya stigma masyarakat terhadap mantan narapidana merupakan fenomena yang masih kerap terjadi ketika narapidana keluar dari Lembaga Pemasyarakatan. Penolakan kehadiran mereka mem...
Upaya Pemenuhan Hak Asasi Manusia Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta
Upaya Pemenuhan Hak Asasi Manusia Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pemenuhan hak-asasi manusia narapidana, hambatan dalam pemenuhan hak asasi manusia narapidana, dan upaya untuk mengatasi hambatan da...
Eksekusi Pidana Mati Pidana Mati Terhadap Narapidana yang Mengalami Sakit Kronis
Eksekusi Pidana Mati Pidana Mati Terhadap Narapidana yang Mengalami Sakit Kronis
Eksekusi pidana mati seharusnya dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, dan tidak diperkenankan terhadap seorang narapidana yang berada dalam kondisi penundaan yang cu...

Back to Top