Javascript must be enabled to continue!
PENENTUAN AWAL WAKTU SUBUH MENGGUNAKAN SKY QUALITY METER PADA VARIASI DEKLINASI MATAHARI
View through CrossRef
<p class="AbstractEnglish"><strong>Abstract:</strong> Determination of the beginning of the prayer time is very important for Muslims because it is one of the prayer pillars. However, the determination of beginning morning prayer is still difficult, because the sun is below the horizon. The determination of the beginning of dzuhur, ashr, and maghrib times are easier since the sun's shadow is still clearly visible. The sun position is determined by sun declination. The sun declination value is given a positive sign (+) when it is north of the sky equator and negative sign (-) when it is to the south of the celestial equator. This research method uses the experimental method. The determination of the subuh time has been done by measuring sky brightness level that was measured by SQM. There is a difference between the beginning of morning prayer time between the Accurate Times software calculation and the measurement. In the sun declination variation, difference data ranged from 21 - 36 minutes. From this study, it was concluded that the value of sun declination affected the beginning of dawn time.</p><p class="KeywordsEngish"><strong>Abstrak:</strong> Penentuan awal waktu salat yang tepat penting bagi umat muslim, karena merupakan salah satu rukun salat. Namun, penentuan awal waktu salat subuh masih sulit, karena matahari berada di bawah horizon. Penentuan awal waktu zuhur, asar, dan magrib lebih mudah karena bayangan matahari masih terlihat jelas. Posisi matahari ditentukan oleh deklinasi matahari, nilai deklinasi matahari diberi tanda positif (+) ketika berada di sebelah utara ekuator langit dan negatif (-) ketika berada di sebelah selatan ekuator langit. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Penentuan awal waktu subuh dengan menggunakan pengukuran Tingkat Kecerahan Langit (TKL) ini diukur dengan <em>Sky Quality Meter (SQM)</em>. Terdapat selisih awal waktu salat subuh antara perhitungan <em>Software Accurate Times</em> dan pengukuran. Pada variasi deklinasi matahari diperoleh data selisih berkisar antara 21-36 menit. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa nilai deklinasi matahari berpengaruh terhadap awal waktu subuh.</p>
Title: PENENTUAN AWAL WAKTU SUBUH MENGGUNAKAN SKY QUALITY METER PADA VARIASI DEKLINASI MATAHARI
Description:
<p class="AbstractEnglish"><strong>Abstract:</strong> Determination of the beginning of the prayer time is very important for Muslims because it is one of the prayer pillars.
However, the determination of beginning morning prayer is still difficult, because the sun is below the horizon.
The determination of the beginning of dzuhur, ashr, and maghrib times are easier since the sun's shadow is still clearly visible.
The sun position is determined by sun declination.
The sun declination value is given a positive sign (+) when it is north of the sky equator and negative sign (-) when it is to the south of the celestial equator.
This research method uses the experimental method.
The determination of the subuh time has been done by measuring sky brightness level that was measured by SQM.
There is a difference between the beginning of morning prayer time between the Accurate Times software calculation and the measurement.
In the sun declination variation, difference data ranged from 21 - 36 minutes.
From this study, it was concluded that the value of sun declination affected the beginning of dawn time.
</p><p class="KeywordsEngish"><strong>Abstrak:</strong> Penentuan awal waktu salat yang tepat penting bagi umat muslim, karena merupakan salah satu rukun salat.
Namun, penentuan awal waktu salat subuh masih sulit, karena matahari berada di bawah horizon.
Penentuan awal waktu zuhur, asar, dan magrib lebih mudah karena bayangan matahari masih terlihat jelas.
Posisi matahari ditentukan oleh deklinasi matahari, nilai deklinasi matahari diberi tanda positif (+) ketika berada di sebelah utara ekuator langit dan negatif (-) ketika berada di sebelah selatan ekuator langit.
Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen.
Penentuan awal waktu subuh dengan menggunakan pengukuran Tingkat Kecerahan Langit (TKL) ini diukur dengan <em>Sky Quality Meter (SQM)</em>.
Terdapat selisih awal waktu salat subuh antara perhitungan <em>Software Accurate Times</em> dan pengukuran.
Pada variasi deklinasi matahari diperoleh data selisih berkisar antara 21-36 menit.
Dari penelitian ini disimpulkan bahwa nilai deklinasi matahari berpengaruh terhadap awal waktu subuh.
</p>.
Related Results
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
PERSPEKTIF THOMAS DJAMALUDDIN TERHADAP EKSISTENSI FAJAR ṠADIQ DALAM PENENTUAN AWAL
PERSPEKTIF THOMAS DJAMALUDDIN TERHADAP EKSISTENSI FAJAR ṠADIQ DALAM PENENTUAN AWAL
fiqh Syafi’iyah yang menyimpulkan bahwa batas akhir waktu Subuh ialah hingga tampaknya sinar matahari. Fajar ṡadiq ditempatkan pada konteks fajar astronomis disebut astronomical tw...
Analisis Ilmu Falak Tentang Pelarangan Waktu Salat
Analisis Ilmu Falak Tentang Pelarangan Waktu Salat
Abstrak
Salat merupakan salah satu syarat sahnya salat, karena tidak semua akhir waktu salat adalah awal waktu salat berikutnya. Sebab ada waktu dimana kita dilarang untuk melaksa...
Penentuan Awal Waktu Salat (Awal Waktu Salat Asar, Magrib, dan Isya Berdasarkan Hadis Nabi)
Penentuan Awal Waktu Salat (Awal Waktu Salat Asar, Magrib, dan Isya Berdasarkan Hadis Nabi)
This study departs from the issue of differences of opinion in determining the beginning of the time of the traditional prayer, sunset and evening among Muslim scholars. Some schol...
Studi Arkeoastronomi: Kesegarisan Candi-Candi di Jawa Tengah dengan Objek Langit
Studi Arkeoastronomi: Kesegarisan Candi-Candi di Jawa Tengah dengan Objek Langit
Arkeoastronomi merupakan ilmu yang mempelajari pengetahuan manusia jaman dahulu tentang benda langit melalui peninggalan artefak, bangunan, dan budaya. Salah satu praktek arkeoastr...
Metode Dakwah Dalam Didikan Subuh Di Masjid Jamik Desa Kuala Alam Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis
Metode Dakwah Dalam Didikan Subuh Di Masjid Jamik Desa Kuala Alam Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis
Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya kegiatan keagamaan yang dilakukan di sekolah dan keluarga di Desa Kuala Alam Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini ...
Sky in the Ancient Baltic Worldview
Sky in the Ancient Baltic Worldview
In the Baltic mythology and folklore, the sky covering the Earth and its bodies – the Sun, Moon, stars and their constellations are among the most prominent archaic images, compris...
Pola dan Variasi Lama Penyinaran Matahari di Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru
Pola dan Variasi Lama Penyinaran Matahari di Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru
Kota Pekanbaru merupakan wilayah Indonesia yang dekat dengan garis khatulistiwa, hal ini menyebabkan lama waktu penyinaran matahari yang diterima cukup besar disetiap tahunnya berd...

