Javascript must be enabled to continue!
Revisi Proposal Kuantitatif Muhammad Putra Wahyu Perdana
View through CrossRef
Pendidikan merupakan sebuah wahana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan pendidikan diharapkan menghasilkan manusia yang berkualitas dan bertanggung jawab serta mampu meyongsong kemajuan yang akan datang. Menurut bentuknya pendidikan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: pendidikan informal, pendidikan formal dan pendidikan non formal. Pendidikan informal (lembaga pendidikan keluarga) adalah kegiatan pendidikan yang ada dalam keluarga. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang ditemui karena dalam keluarga inilah seorang anak pertama kali mendapatkan didikan dan bimbingan didalam keluarga. Pendidikan formal adalah pendidikan yang dilakasanakan disekolah yang didapati secara sistematis, teratur, bertingkat, dan dengan mengikuti syarat-syarat yang jelas. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari dan oleh serta untuk masyarakat, yang memiliki tugas memberikan pelayanan pengajaran dalam belajar kepada generasi muda dalam mendidik masyarakat. Pendidikan non formal adalah pendidikan yang dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur. Pendidikan non formal bisa juga diartikan pendidikan kegiatan belajar diluar sekolah untuk memenuhi kebutuhan peserta didik tertentu untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, latihan dan bimbingan. Satuan pendidikan penyelenggaraan pendidikan non formal yaitu, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Lembaga Kursus, Lembaga Pelatihan dll.Lewat pendidikan orang mengharapkan supaya semua bakat, kemampuan dan kemungkinan yang dimiliki bisa dikembangkan secara maksimal, agar seseorang bisa mandiri dalam proses membangun pribadinya. Pendidikan selain sebagai hak setiap manusia, pendidikan juga dapat meningkatkan derajat dan martabat manusia itu sendiri. Sebagaimana yang kita sadari, bahwa di dalam kegiatan pendidikan tidak bisa terlepas dari kegiatan belajar dan pembelajaran yang merupakan sebagian syarat untuk tercapainya suatu tujuan pendidikan.Pembelajaran merupakan jantung dari proses pendidikan. Pembelajaran menjadi sangat penting karena dalam kegiatan inilah proses interaksi antara guru sebagai pembawa pesan/ ide dan siswa sebagai penerima pesan/ide. Dalam pandangan ini nampaklah bahwa pembelajaran merupakan wahana transformasi dan regenerasi budaya dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Berhasil atau tidaknya suatu kegiatan belajar sangat ditentukan oleh keadaan peserta didik dan guru, khusunya metode pembelajaran seperti apa yang digunakan untuk mencapai tujuan dari pembelajaran tersebut. Ada banyak metode pembelajaran yang dapat kita aplikasikan saat mengajar. Satu diantaranya adalah metode dakwah. Metode dakwah adalah suatu cara atau jalan yang ditempuh untuk dapat menyampaikan informasi kepada diri sendiri dan orang lain dengan tujuan tertentu. Tujuan diadakannya metodologi dakwah adalah untuk memberikan kemudahan dan keserasian, baik bagi pembawa dakwah itu sendiri maupun bagi penerimanya. Metode dakwah ini menjadi sedemikian beragam yang disebabkan oleh lingkungan yang berbeda, karakter serta tingkatan berfikir para pendengar atau sasaran dakwah yang tidak sama. Dalam metode dakwah ini guru diposisikan sebagai orang yang berdakwah atau biasa disebut Da'i dan peserta didik diposisikan sebagai sasaran dakwah atau yang biasa disebut dengan Mad'u. Namun disini penulis memilih untuk menggunakan metode dakwah yang digunakan oleh seorang ulama dari tanah Banjar yang bernama K.H Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul. Berdasarkan latar belakang di atas, selanjutnya akan dikaji tentang metode dakwah abah guru Sekumpul terhadap intensitas pesert didik khususnya pada Mata Pelajaran Sejarah dengan judul “Pengaruh Metode Dakwah Guru Sekumpul Terhadap Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Martapura”.
Title: Revisi Proposal Kuantitatif Muhammad Putra Wahyu Perdana
Description:
Pendidikan merupakan sebuah wahana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dengan pendidikan diharapkan menghasilkan manusia yang berkualitas dan bertanggung jawab serta mampu meyongsong kemajuan yang akan datang.
Menurut bentuknya pendidikan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: pendidikan informal, pendidikan formal dan pendidikan non formal.
Pendidikan informal (lembaga pendidikan keluarga) adalah kegiatan pendidikan yang ada dalam keluarga.
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang ditemui karena dalam keluarga inilah seorang anak pertama kali mendapatkan didikan dan bimbingan didalam keluarga.
Pendidikan formal adalah pendidikan yang dilakasanakan disekolah yang didapati secara sistematis, teratur, bertingkat, dan dengan mengikuti syarat-syarat yang jelas.
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari dan oleh serta untuk masyarakat, yang memiliki tugas memberikan pelayanan pengajaran dalam belajar kepada generasi muda dalam mendidik masyarakat.
Pendidikan non formal adalah pendidikan yang dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur.
Pendidikan non formal bisa juga diartikan pendidikan kegiatan belajar diluar sekolah untuk memenuhi kebutuhan peserta didik tertentu untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, latihan dan bimbingan.
Satuan pendidikan penyelenggaraan pendidikan non formal yaitu, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Lembaga Kursus, Lembaga Pelatihan dll.
Lewat pendidikan orang mengharapkan supaya semua bakat, kemampuan dan kemungkinan yang dimiliki bisa dikembangkan secara maksimal, agar seseorang bisa mandiri dalam proses membangun pribadinya.
Pendidikan selain sebagai hak setiap manusia, pendidikan juga dapat meningkatkan derajat dan martabat manusia itu sendiri.
Sebagaimana yang kita sadari, bahwa di dalam kegiatan pendidikan tidak bisa terlepas dari kegiatan belajar dan pembelajaran yang merupakan sebagian syarat untuk tercapainya suatu tujuan pendidikan.
Pembelajaran merupakan jantung dari proses pendidikan.
Pembelajaran menjadi sangat penting karena dalam kegiatan inilah proses interaksi antara guru sebagai pembawa pesan/ ide dan siswa sebagai penerima pesan/ide.
Dalam pandangan ini nampaklah bahwa pembelajaran merupakan wahana transformasi dan regenerasi budaya dari suatu generasi ke generasi berikutnya.
Berhasil atau tidaknya suatu kegiatan belajar sangat ditentukan oleh keadaan peserta didik dan guru, khusunya metode pembelajaran seperti apa yang digunakan untuk mencapai tujuan dari pembelajaran tersebut.
Ada banyak metode pembelajaran yang dapat kita aplikasikan saat mengajar.
Satu diantaranya adalah metode dakwah.
Metode dakwah adalah suatu cara atau jalan yang ditempuh untuk dapat menyampaikan informasi kepada diri sendiri dan orang lain dengan tujuan tertentu.
Tujuan diadakannya metodologi dakwah adalah untuk memberikan kemudahan dan keserasian, baik bagi pembawa dakwah itu sendiri maupun bagi penerimanya.
Metode dakwah ini menjadi sedemikian beragam yang disebabkan oleh lingkungan yang berbeda, karakter serta tingkatan berfikir para pendengar atau sasaran dakwah yang tidak sama.
Dalam metode dakwah ini guru diposisikan sebagai orang yang berdakwah atau biasa disebut Da'i dan peserta didik diposisikan sebagai sasaran dakwah atau yang biasa disebut dengan Mad'u.
Namun disini penulis memilih untuk menggunakan metode dakwah yang digunakan oleh seorang ulama dari tanah Banjar yang bernama K.
H Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul.
Berdasarkan latar belakang di atas, selanjutnya akan dikaji tentang metode dakwah abah guru Sekumpul terhadap intensitas pesert didik khususnya pada Mata Pelajaran Sejarah dengan judul “Pengaruh Metode Dakwah Guru Sekumpul Terhadap Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Martapura”.
Related Results
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
<p><em>The life of modern society offers a variety of entertainment media, so traditional entertainment such as wayang is no longer interesting. Some religious institut...
Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Abstract: The results of this study are; 1) Ibn Taymiyyah adheres to tauhid uluhiyah because rububiyyah has included it. Ibn Taimiyah divided the concept of Tauhid into three parts...
HAMBATAN DALAM PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN OLEH MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES SUAKA INSAN BANJARMASIN
HAMBATAN DALAM PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN OLEH MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES SUAKA INSAN BANJARMASIN
Salah satu kewajiban mahasiswa/i tingkat akhir dari program pendidikan sarjana adalah menulis karya ilmiah dalam bentuk skripsi, dimana akan dimulai dengan menulis sebuah proposal ...
Pengaruh Penilaian Berbasis Key Performance Indicator (KPI) terhadap Kinerja Karyawan CV Satria Perdana Kota Cimahi
Pengaruh Penilaian Berbasis Key Performance Indicator (KPI) terhadap Kinerja Karyawan CV Satria Perdana Kota Cimahi
Abstract. Employees are a key asset for any organization, and their performance is a key determinant of the organization's success in the achievement of business objectives. Employ...
Akal dan Wahyu
Akal dan Wahyu
Perbincangan menganai akal dan wahyu merupakan bagian terpenting dalam aliran teologi Islam, yaitu masalah mengetahui Tuhan dan masalah mengetahui baik dan jahat. Perbincangan tent...
Nilai Kepimpinan Mahathir Mohamad dari Perspektif Mahasiswa Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI)
Nilai Kepimpinan Mahathir Mohamad dari Perspektif Mahasiswa Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI)
Mahathir Mohamad merupakan pemimpin negara yang berjaya membawa Malaysia ke arah pembangunan sosioekonomi yang pesat. Walau bagaimanapun, pada pemerintahannya sebagai Perdana Mente...
Benarkah UU MD3 Membungkam Eleftheria di Negara (Indonesia) Merdeka?
Benarkah UU MD3 Membungkam Eleftheria di Negara (Indonesia) Merdeka?
Wacana publik terhadap revisi UU MD3 memunculkan pro dan kontra, termasuk di kalangan masyarakat (mahasiswa) FISIPOL UMY, sehingga kertas posisi ini ditujukan sebagai bahan diskusi...
Pengembangan E-Modul Menggunakan 3D Pageflip Professional pada Materi Biografi di Kelas X SMA Negeri 1 Gunungsitoli
Pengembangan E-Modul Menggunakan 3D Pageflip Professional pada Materi Biografi di Kelas X SMA Negeri 1 Gunungsitoli
Tujuan Peneitian Ini Untuk Mengembangkan E-Modul Menggunakan Aplikasi 3D Pageflip Professional Pada Materi Biografi Dengan Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran 4-D. Rumusan ma...

