Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Akal dan Wahyu

View through CrossRef
Perbincangan menganai akal dan wahyu merupakan bagian terpenting dalam aliran teologi Islam, yaitu masalah mengetahui Tuhan dan masalah mengetahui baik dan jahat. Perbincangan tentang masalah ini ternyata menjadi perdebatan panjang di kalangan ulama sejak masa klasik hingga zaman kontemporer. Di antara tokoh ulama klasik yang pemikirannya masih dijadikan rujukan hingga kini ialah al Hujjaj Imam Al Ghazali, sementara di kalangan ulama kontemporer, yang di Indonesia disebut sebagai pakar filsafat Islam ialah Harun Nasution.Tulisan ini berusaha mencari titik singgung dan titik perbedaan antara kedua tokoh di atas, dengan fokus masalah: pengertian akal dan wahyu, pemikiran kedua mengenai akal dan wahyu, serta perbedaan dan persamaan pemikiran keduanya mengenai akal dan wahyu. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pemikiran dua tokoh yang berbeda budaya dan periode, yakni Imam al-Ghazali dan Harun Nasution mengenai akal dan wahyu serta persamaan dan perbedaan antara keduanya. Untuk tujuan itu, tulisan ini menggunakan metode deskriptifkomparatif dengan studi kepustakaan (library research).Pemikiran al-Ghazali lebih cenderung kepada pemikiran aliran Asy’ariyah, berpendapat bahwa akal hanya mampu mengetahui Tuhan, sedangkan hal lainnya diketahui manusia berdasarkan wahyu. Sementara itu Harun Nasution sependapat dengan pemikiran aliran Muktazilah yang lebih mengedepankan akal daripada wahyu. Menurut beliau akal mempunyai kemampuan mengetahui Tuhan, maupun baik dan buruk meski tanpa bimbingan agama.Akal dan wahyu merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan dari kedua tokoh ini. Akal merupakan pembeda antara manusia dengan makhluk binatang, sedangkan wahyu adalah petunjuk bagi akal. Keduanya sama-sama berpegang kepada wahyu, namun berbeda dalam interpretasi mengenai teks ayat-ayat Alquran dan hadits. Perbedaan dalam interpretasi inilah sebenarnya yang menimbulkan aliran-aliran yang berlainan itu tentang akal dan wahyu.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Title: Akal dan Wahyu
Description:
Perbincangan menganai akal dan wahyu merupakan bagian terpenting dalam aliran teologi Islam, yaitu masalah mengetahui Tuhan dan masalah mengetahui baik dan jahat.
Perbincangan tentang masalah ini ternyata menjadi perdebatan panjang di kalangan ulama sejak masa klasik hingga zaman kontemporer.
Di antara tokoh ulama klasik yang pemikirannya masih dijadikan rujukan hingga kini ialah al Hujjaj Imam Al Ghazali, sementara di kalangan ulama kontemporer, yang di Indonesia disebut sebagai pakar filsafat Islam ialah Harun Nasution.
Tulisan ini berusaha mencari titik singgung dan titik perbedaan antara kedua tokoh di atas, dengan fokus masalah: pengertian akal dan wahyu, pemikiran kedua mengenai akal dan wahyu, serta perbedaan dan persamaan pemikiran keduanya mengenai akal dan wahyu.
Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pemikiran dua tokoh yang berbeda budaya dan periode, yakni Imam al-Ghazali dan Harun Nasution mengenai akal dan wahyu serta persamaan dan perbedaan antara keduanya.
Untuk tujuan itu, tulisan ini menggunakan metode deskriptifkomparatif dengan studi kepustakaan (library research).
Pemikiran al-Ghazali lebih cenderung kepada pemikiran aliran Asy’ariyah, berpendapat bahwa akal hanya mampu mengetahui Tuhan, sedangkan hal lainnya diketahui manusia berdasarkan wahyu.
Sementara itu Harun Nasution sependapat dengan pemikiran aliran Muktazilah yang lebih mengedepankan akal daripada wahyu.
Menurut beliau akal mempunyai kemampuan mengetahui Tuhan, maupun baik dan buruk meski tanpa bimbingan agama.
Akal dan wahyu merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan dari kedua tokoh ini.
Akal merupakan pembeda antara manusia dengan makhluk binatang, sedangkan wahyu adalah petunjuk bagi akal.
Keduanya sama-sama berpegang kepada wahyu, namun berbeda dalam interpretasi mengenai teks ayat-ayat Alquran dan hadits.
Perbedaan dalam interpretasi inilah sebenarnya yang menimbulkan aliran-aliran yang berlainan itu tentang akal dan wahyu.

Related Results

Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Abstract: The results of this study are; 1) Ibn Taymiyyah adheres to tauhid uluhiyah because rububiyyah has included it. Ibn Taimiyah divided the concept of Tauhid into three parts...
Jiwa Menurut Ibnu Sina
Jiwa Menurut Ibnu Sina
Ibnu Sina adalah salah satu filosof muslim abad pertengahan yang mempunyai andil besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan baik di barat maupun di timur terutama dalam masalah f...
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
<p><em>The life of modern society offers a variety of entertainment media, so traditional entertainment such as wayang is no longer interesting. Some religious institut...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Kedudukan Akal dalam Pendalilan Akidah
Kedudukan Akal dalam Pendalilan Akidah
Pendalilan akal merupakan salah satu sumber terpenting dalam membahaskan persoalan akidah, selain daripada sumber utama al-Quran dan hadis. Kedudukan dalil akal tersebut diiktiraf ...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
KRITIK IBNU KHALDUN TERHADAP FILSAFAT
KRITIK IBNU KHALDUN TERHADAP FILSAFAT
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode deskriptif-analitis. Sumber-sumber data diperoleh dari sumber prier maupun sekunder...
Analisis Teologis Akal Budi Manusia dan Relevansinya Bagi Iman Kristen
Analisis Teologis Akal Budi Manusia dan Relevansinya Bagi Iman Kristen
Salah satu persoalan yang dihadapi oleh orang percaya adalah perdebatan tentang iman dan akal budi. Perdebatan ini berkaitan dengan peran akal budi dalam iman Kristen. Pada akhirny...

Back to Top