Javascript must be enabled to continue!
Analisis Keruntuhan dari Kolom Beton Bertulang Jacketing Menggunakan Tulangan dan Tanpa Tulangan dengan Variasi Beban Aksial
View through CrossRef
Perkuatan kolom beton bertulang melalui metode concrete jacketing merupakan solusi efektif dalam rehabilitasi struktur untuk meningkatkan kapasitas aksial, lentur, dan daktilitas tanpa pembongkaran total. Meskipun telah banyak diteliti, studi komparatif yang secara spesifik menganalisis perbedaan kinerja jacketing dengan tulangan dan tanpa tulangan terhadap hubungan momen–kurvatur serta titik keruntuhan pada variasi beban aksial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan perilaku keruntuhan kolom beton bertulang yang diperkuat dengan dua tipe jacketing tersebut pada variasi beban aksial 0 kN hingga 2500 kN. Metode yang digunakan adalah pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak CSI COL dengan dimensi kolom eksisting 600 × 600 mm dan dimensi jacketing 1000 × 1000 mm. Analisis dilakukan melalui kurva momen–kurvatur untuk mengidentifikasi kondisi beton retak, leleh tulangan pertama, dan beton hancur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jacketing dengan tulangan secara konsisten memberikan kapasitas dan daktilitas yang lebih tinggi dibandingkan tanpa tulangan. Pada beban aksial maksimum 2500 kN, kolom dengan jacketing bertulangan mengalami keruntuhan pada 1463 kN, sedangkan tanpa tulangan hanya mencapai 847 kN. Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan tulangan pada jacketing berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas dan ketahanan deformasi kolom. Implikasi penelitian ini memberikan dasar teknis dalam pemilihan metode perkuatan kolom yang lebih efektif dan aman pada proyek rehabilitasi struktur.
Title: Analisis Keruntuhan dari Kolom Beton Bertulang Jacketing Menggunakan Tulangan dan Tanpa Tulangan dengan Variasi Beban Aksial
Description:
Perkuatan kolom beton bertulang melalui metode concrete jacketing merupakan solusi efektif dalam rehabilitasi struktur untuk meningkatkan kapasitas aksial, lentur, dan daktilitas tanpa pembongkaran total.
Meskipun telah banyak diteliti, studi komparatif yang secara spesifik menganalisis perbedaan kinerja jacketing dengan tulangan dan tanpa tulangan terhadap hubungan momen–kurvatur serta titik keruntuhan pada variasi beban aksial masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan perilaku keruntuhan kolom beton bertulang yang diperkuat dengan dua tipe jacketing tersebut pada variasi beban aksial 0 kN hingga 2500 kN.
Metode yang digunakan adalah pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak CSI COL dengan dimensi kolom eksisting 600 × 600 mm dan dimensi jacketing 1000 × 1000 mm.
Analisis dilakukan melalui kurva momen–kurvatur untuk mengidentifikasi kondisi beton retak, leleh tulangan pertama, dan beton hancur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jacketing dengan tulangan secara konsisten memberikan kapasitas dan daktilitas yang lebih tinggi dibandingkan tanpa tulangan.
Pada beban aksial maksimum 2500 kN, kolom dengan jacketing bertulangan mengalami keruntuhan pada 1463 kN, sedangkan tanpa tulangan hanya mencapai 847 kN.
Temuan ini menegaskan bahwa keberadaan tulangan pada jacketing berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas dan ketahanan deformasi kolom.
Implikasi penelitian ini memberikan dasar teknis dalam pemilihan metode perkuatan kolom yang lebih efektif dan aman pada proyek rehabilitasi struktur.
Related Results
Analisis Perbandingan Perilaku Struktur Dengan Variasi Bentuk Penampang Kolom Beton Bertulang
Analisis Perbandingan Perilaku Struktur Dengan Variasi Bentuk Penampang Kolom Beton Bertulang
Penampang kolom adalah salah satu elemen penting dalam desain struktur beton bertulang. Berbagai bentuk penampang dapat digunakan, seperti persegi, persegi panjang, lingkaran, atau...
PERBANDINGAN POLA RETAK DAN LENDUTAN PADA PELAT BETON MENGGUNAKAN TULANGAN KONVENSIONAL DAN WIREMESH
PERBANDINGAN POLA RETAK DAN LENDUTAN PADA PELAT BETON MENGGUNAKAN TULANGAN KONVENSIONAL DAN WIREMESH
Penelitian dengan judul melakukan Pengujian Eksperimental Perbandingan Pola Retak dan Lendutan pada Pelat Beton Menggunakan Tulangan Konvensional dan Wiremesh ...
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
TINJAUAN STRUKTUR GEDUNG B RUMAH SAKIT CIMACAN
TINJAUAN STRUKTUR GEDUNG B RUMAH SAKIT CIMACAN
Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan adalah sarana pelayanan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat di sekitar rumah sakit yaitu kecamatan yang berada di wilayah utara Cianjur. ...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
Eksperimen Uji Lentur Balok Beton dengan Bundel Tulangan
Eksperimen Uji Lentur Balok Beton dengan Bundel Tulangan
Beton bertulang ialah beton yang dikombinasikan dengan besi tulangan. Luasan besi tulangan yang digunakan harus memenuhi dari nilai minimum yang disyaratkan dengan atau tanpa prate...
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL 5 LANTAI DKOTA BALIKPAPAN
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL 5 LANTAI DKOTA BALIKPAPAN
Perencanaan struktur gedung hotel 5 lantai ini menggunakan sistem struktur tahan gempa dengan konsep Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Mutu beton yang digunakan adalah ...

