Javascript must be enabled to continue!
PENENTUAN KADAR FLAVONOID DARI EKSTRAK ETANOL DAN ETIL ASETAT DAUN KESAMBI (Schleichera oleosa. L)
View through CrossRef
Daun kesambi (Schleichera oleosa L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa saponin, tanin, alkaloida, steroid, fenolik, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak etanol dan etil asetat daun kesambi (S. oleosa L.) dengan atau tanpa hidrolisis. Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol 70% dan etil asetat dengan atau tanpa penambahan asam asetat sebagai penghidrolisis sehingga diperoleh ekstrak etanol 70% dan etil asetat dengan atau tanpa hidrolisis. Penentuan kadar flavonoid total dari masing-masing sampel dilakukan secara kolorimetri menggunakan pereaksi AlCl3 dan serapan masing-masing sampel diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-Visible. Hasil penelitian menunjukkan kadar total falvonoid untuk sampel ekstrak etanol tanpa hidrolisis sebesar 62,1±0,98 (mgEQ/g) sedangkan sampel yang dihidrolisis asam asetat sebesar 57±0,23 (mgEQ/g). Kadar total flavonoid untuk sampel ekstrak etil asetat tanpa hidrolisis sebesar 40,7±0,77 (mgEK/g) sedangkan sampel yang dihidrolisis asam asetat sebesar 39,8±0,18 (mgEK/g). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan kadar flavonoid total dari masing-masing sampel dengan atau tanpa proses hidrolisis.
The Institute for Research and Community Services (LPPM) ITB
Title: PENENTUAN KADAR FLAVONOID DARI EKSTRAK ETANOL DAN ETIL ASETAT DAUN KESAMBI (Schleichera oleosa. L)
Description:
Daun kesambi (Schleichera oleosa L.
) merupakan tanaman yang mengandung senyawa saponin, tanin, alkaloida, steroid, fenolik, dan flavonoid.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak etanol dan etil asetat daun kesambi (S.
oleosa L.
) dengan atau tanpa hidrolisis.
Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol 70% dan etil asetat dengan atau tanpa penambahan asam asetat sebagai penghidrolisis sehingga diperoleh ekstrak etanol 70% dan etil asetat dengan atau tanpa hidrolisis.
Penentuan kadar flavonoid total dari masing-masing sampel dilakukan secara kolorimetri menggunakan pereaksi AlCl3 dan serapan masing-masing sampel diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-Visible.
Hasil penelitian menunjukkan kadar total falvonoid untuk sampel ekstrak etanol tanpa hidrolisis sebesar 62,1±0,98 (mgEQ/g) sedangkan sampel yang dihidrolisis asam asetat sebesar 57±0,23 (mgEQ/g).
Kadar total flavonoid untuk sampel ekstrak etil asetat tanpa hidrolisis sebesar 40,7±0,77 (mgEK/g) sedangkan sampel yang dihidrolisis asam asetat sebesar 39,8±0,18 (mgEK/g).
Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan kadar flavonoid total dari masing-masing sampel dengan atau tanpa proses hidrolisis.
Related Results
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI ETIL ASETAT HERBA RUMPUT BAMBU (Lopatherum gracile Brongn.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI ETIL ASETAT HERBA RUMPUT BAMBU (Lopatherum gracile Brongn.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE
Sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggunakan obat tradisional dalam pengobatan. Salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat adalah rumput bambu (Lopatherum gracile Br...
OPTIMASI PELARUT TERHADAP PARAMETER SPESIFIK EKSTRAK KITOLOD ( Isotoma longiflora)
OPTIMASI PELARUT TERHADAP PARAMETER SPESIFIK EKSTRAK KITOLOD ( Isotoma longiflora)
Latar belakang :Pelarut merupakan komponen yang sangat berpengaruh terhadap parameter spesifik maupun non spesifik dalam ekstrak. Sesuai prinsip like disolve like, akan diperoleh h...
Studi kualitatif dan kuantitatif fitokimia ekstrak air dan ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata l.) yang tumbuh di Provinsi Bali
Studi kualitatif dan kuantitatif fitokimia ekstrak air dan ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata l.) yang tumbuh di Provinsi Bali
Background: Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) leaf as a traditional medicine is used for wound healing. Kirinyuh is easy to get because it can still grow well in less fertile areas...
Pengaruh Pelarut N-Heksan, Etil Asetat, Dan Etanol 96% Terhadap Kadar Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Pengaruh Pelarut N-Heksan, Etil Asetat, Dan Etanol 96% Terhadap Kadar Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Limbah kulit buah lamtoro di Indonesia dihasilkan dalam jumlah banyak sehingga dapat menjadi masalah bagi lingkungan jika tidak di Kelola dengan baik. Ekstrak kulit buah lamtoro me...
TOKSISITAS EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BIJI JENGKOL
TOKSISITAS EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BIJI JENGKOL
Penelitian ini melakukan kajian terhadap toksisitas ekstrak etil asetat dari kuli biji jengkol (Archidendron jiringa) Jack. I. C. Nielsen) dengan menggunakan metode Brine Shrimp Le...
POTENSI PELARUT ETIL ASETAT PADA EKSTRAKSI FLAVANOID DARI TANAMAN CIPLUKAN (Physalis angulata L.)
POTENSI PELARUT ETIL ASETAT PADA EKSTRAKSI FLAVANOID DARI TANAMAN CIPLUKAN (Physalis angulata L.)
Tanaman ciplukan (Physalis angulata L.) banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid dan physalin. Tujuan penelitian i...
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI DAUN MATOA (Pometia pinnata) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN BERBAGAI PELARUT
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI DAUN MATOA (Pometia pinnata) DAN DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN BERBAGAI PELARUT
Penggunaan obat herbal dinilai lebih aman daripada penggunaan obat modern. Hal ini disebabkan karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit daripada obat...

