Javascript must be enabled to continue!
Karakterisasi dan Penapisan Fitokimia Simplisia dan Ekstrak Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.)
View through CrossRef
Abstract. Characterization of simplicia and extract is the initial step to determine its quality or standard. A simplicia and extract is considered to be of good quality if it meets the requirements stated in its monograph, which are applicable for medicinal and health maintenance purposes. This study aims to characterize and conduct phytochemical screening of longan leaf (Dimocarpus longan Lour.) simplicia and extracts, which have potential as natural medicinal ingredients. The simplicia were evaluated through organoleptic properties, water-soluble extract content (10.56%), ethanol-soluble extract content (6.23%), loss on drying (5.32%), moisture content (4.53%), total ash content (5.66%), and acid-insoluble ash content (0.5%). Extraction was carried out using a successive maceration method with n-hexane, ethyl acetate, and 96% ethanol. All three extracts showed dark green color, thick liquid form, and strong characteristic odor of longan leaves. The specific gravity results were 0.7361 g/mL for n-hexane extract, 0.821 g/mL for ethyl acetate extract, and 0.9109 g/mL for 96% ethanol extract. Phytochemical screening revealed the presence of secondary metabolites, including alkaloids, flavonoids, phenolics, anthraquinones, saponins, and triterpenoids/steroids, supporting the potential use of longan leaves as raw material in the development of herbal-based health products.
Abstrak. Karakterisasi simplisia dan ekstrak adalah langkah awal untuk mengetahui kualitas atau mutu dari suatu simplisia dan ekstrak. Suatu simplisia dan ekstrak dikatakan bermutu jika memenuhi persyaratan mutu yang tertera dalam monografi, persyaratan mutu ini berlaku bagi simplisia dan ekstrak yang digunakan dengan tujuan pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi dan penapisan fitokimia pada simplisia dan ekstrak daun kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.) yang berpotensi sebagai bahan obat alami. Simplisia diuji melalui parameter organoleptik, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, susut pengeringan, kadar air, kadar abu total, serta kadar abu tidak larut asam. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Hasil karakterisasi simplisia menunjukkan hasil organoleptik simplisia daun kelengkeng berwarna hijau, berbentuk serbuk, memiliki bau khas dan rasa yang agak pahit. Sedangkan untuk pengujian lain seperti kadar sari larut air yaitu sebesar 10,56%, kadar sari larut etanol sebesar 6,23%, susut pengeringan sebesar 5,32%, kadar air sebesar 4,53%, kadar abu total 5,66%, serta kadar abu tidak larut asam sebesar 0,5%. Sedangkan ekstrak diuji melalui parameter organoleptik dan bobot jenis. Pada ketiga ekstrak menunjukkan hasil organoleptik berwarna hijau pekat, berbentuk cairan kental, dan memiliki bau khas daun kelengkeng yang menyengat. Dan pada pengujian bobot jenis untuk ekstrak n-heksana sebesar 0,7361 g/mL, untuk ekstrak etil asetat sebesar 0,821 g/mL, dan untuk ekstrak etanol 96% sebesar 0,9109 g/mL Hasil penapisan fitokimia mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, fenolat, antrakuinon, saponin, dan triterpenoid/steroid. Hasil ini mendukung potensi daun kelengkeng sebagai bahan baku dalam pengembangan produk kesehatan berbasis herbal.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Karakterisasi dan Penapisan Fitokimia Simplisia dan Ekstrak Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.)
Description:
Abstract.
Characterization of simplicia and extract is the initial step to determine its quality or standard.
A simplicia and extract is considered to be of good quality if it meets the requirements stated in its monograph, which are applicable for medicinal and health maintenance purposes.
This study aims to characterize and conduct phytochemical screening of longan leaf (Dimocarpus longan Lour.
) simplicia and extracts, which have potential as natural medicinal ingredients.
The simplicia were evaluated through organoleptic properties, water-soluble extract content (10.
56%), ethanol-soluble extract content (6.
23%), loss on drying (5.
32%), moisture content (4.
53%), total ash content (5.
66%), and acid-insoluble ash content (0.
5%).
Extraction was carried out using a successive maceration method with n-hexane, ethyl acetate, and 96% ethanol.
All three extracts showed dark green color, thick liquid form, and strong characteristic odor of longan leaves.
The specific gravity results were 0.
7361 g/mL for n-hexane extract, 0.
821 g/mL for ethyl acetate extract, and 0.
9109 g/mL for 96% ethanol extract.
Phytochemical screening revealed the presence of secondary metabolites, including alkaloids, flavonoids, phenolics, anthraquinones, saponins, and triterpenoids/steroids, supporting the potential use of longan leaves as raw material in the development of herbal-based health products.
Abstrak.
Karakterisasi simplisia dan ekstrak adalah langkah awal untuk mengetahui kualitas atau mutu dari suatu simplisia dan ekstrak.
Suatu simplisia dan ekstrak dikatakan bermutu jika memenuhi persyaratan mutu yang tertera dalam monografi, persyaratan mutu ini berlaku bagi simplisia dan ekstrak yang digunakan dengan tujuan pengobatan dan pemeliharaan kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi dan penapisan fitokimia pada simplisia dan ekstrak daun kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.
) yang berpotensi sebagai bahan obat alami.
Simplisia diuji melalui parameter organoleptik, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, susut pengeringan, kadar air, kadar abu total, serta kadar abu tidak larut asam.
Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%.
Hasil karakterisasi simplisia menunjukkan hasil organoleptik simplisia daun kelengkeng berwarna hijau, berbentuk serbuk, memiliki bau khas dan rasa yang agak pahit.
Sedangkan untuk pengujian lain seperti kadar sari larut air yaitu sebesar 10,56%, kadar sari larut etanol sebesar 6,23%, susut pengeringan sebesar 5,32%, kadar air sebesar 4,53%, kadar abu total 5,66%, serta kadar abu tidak larut asam sebesar 0,5%.
Sedangkan ekstrak diuji melalui parameter organoleptik dan bobot jenis.
Pada ketiga ekstrak menunjukkan hasil organoleptik berwarna hijau pekat, berbentuk cairan kental, dan memiliki bau khas daun kelengkeng yang menyengat.
Dan pada pengujian bobot jenis untuk ekstrak n-heksana sebesar 0,7361 g/mL, untuk ekstrak etil asetat sebesar 0,821 g/mL, dan untuk ekstrak etanol 96% sebesar 0,9109 g/mL Hasil penapisan fitokimia mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, fenolat, antrakuinon, saponin, dan triterpenoid/steroid.
Hasil ini mendukung potensi daun kelengkeng sebagai bahan baku dalam pengembangan produk kesehatan berbasis herbal.
Related Results
Karakterisasi Simplisia Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) sebagai Potensi Antibakteri
Karakterisasi Simplisia Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) sebagai Potensi Antibakteri
Abstract. Longan plants have the potential to be developed in Indonesia as a medicinal ingredient because their proven properties have been used in ancient Chinese medicinal techni...
PENENTUAN KANDUNGAN TOTAL FENOL DAN TOTAL FLAVONOID EKSTRAK DAUN KELENGKENG (Dimoncarpus longan Lour)
PENENTUAN KANDUNGAN TOTAL FENOL DAN TOTAL FLAVONOID EKSTRAK DAUN KELENGKENG (Dimoncarpus longan Lour)
Tanaman kelengkeng (Dimoncarpus longan Lour) memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami. Senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai antioksidan tersebut diantaranya ad...
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
SKRINING DAN STANDARISASI SERBUK SIMPLISIA BERDASARKAN PERBANDINGAN TINGKAT KETUAAN DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk.)
Tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam L) adalah jenis tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Selama ini tanaman nangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sebagai sumbe...
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN BAKUNG (Crinum asiaticum L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus)
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN BAKUNG (Crinum asiaticum L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus)
Penderita diabetes melitus dewasa ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat kemakmuran dan berubah nya gaya hidup.Pengobatan diabetes melitus menggunakan obat konvens...
Enhancement of phenolics content and biological activities of longan (Dimocarpus longan Lour.) treated with thermal and ageing process
Enhancement of phenolics content and biological activities of longan (Dimocarpus longan Lour.) treated with thermal and ageing process
Abstract
This study is the first to compare the chemical compositions and biological activities of a conventional dried
D...
Formulasi dan Karakterisasi Nanogel Ekstrak Etanol Daun Katuk (Breynia androgyna L.)
Formulasi dan Karakterisasi Nanogel Ekstrak Etanol Daun Katuk (Breynia androgyna L.)
Abstract. Katuk leaf is a medicinal plant in Southeast Asia, including Indonesia. Nanogels are gels with small particle sizes and large surface areas that can increase the penetrat...
EFEKTIFITAS EKSTRAK BIJI BUAH KELENGKENG (Euphoria longan Stend) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acne
EFEKTIFITAS EKSTRAK BIJI BUAH KELENGKENG (Euphoria longan Stend) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acne
Although longan fruit seeds are waste, they contain phytochemical compounds that can be used as antibacterial. The purpose of this study is to determine the Minimum Inhibitory Conc...

