Javascript must be enabled to continue!
Studi kualitatif dan kuantitatif fitokimia ekstrak air dan ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata l.) yang tumbuh di Provinsi Bali
View through CrossRef
Background: Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) leaf as a traditional medicine is used for wound healing. Kirinyuh is easy to get because it can still grow well in less fertile areas. This study aims to determine the results of qualitative and quantitative tests of the active substance in kirinyuh leaf extract (Chromolaena odorata L) growing in the province of Bali.Methods: This research was pre-experimental with completely randomized design with post-test only control group design. The research sample is kirinyuh leaves from three regions in the province of Bali based on geomorphology. Qualitative test results of ethanol and water extract of kirinyuh leaves (Chromolaena Odorata L.) methanol and ethyl acetate fractions contain alkaloids, saponins, tannins, phenols, flavonoids and antioxidants.Results: The results of the quantitative test of the highest alkaloid content from the ethanol extract of the methanol fraction from Jimbaran, namely 11,690.49 mg/100 gr. The highest tannin content of the ethanol extract of the ethyl acetate fraction from Tabanan was 172777 mg/100 gr. The highest Saponin content from the aqua extract of the ethyl acetate fraction was 2977.27 mg/100gr. The highest phenol content from the ethanol extract of the methanol fraction from Bangli was 19716.1 mg/100 gr. The highest flavonoid content from the ethanol extract of the ethyl acetate fraction from Tabanan was 13704.7 mg/100 gr. The highest antioxidant content of the aqua extract of the methanol fraction from Tabanan was 62.3067 ppm.Conclusion: Total alkaloids of kirinyuh leaves in Jimbaran, Bangli and Tabanan were significantly different with p value = 0.000 (p < 0.05), tannins with p value = 0.000, phenols with p value = 0.006, flavonoids with p value = 0.000 and antioxidants with p value. p=0.000. Saponins in extracts from Jimbaran, Bangli and Tabanan there was no significant difference because the value of p=0,252 (p>0,05). Latar Belakang: Daun kirinyuh ( Chromolaena odorata L. ) sebagai obat tradisional digunakan untuk penyembuhan luka. Kirinyuh mudah didapat karena dapat tetap tumbuh baik di daerah yang kurang subur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji kualitatif dan kuntitatif zat aktif dalam ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata L) yang tumbuh di propinsi Bali.Metode: penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan completely randomized with post test only control group design. Sampel penelitian yaitu daun kirinyuh dari tiga wilayah di provinsi Bali berdasarkan geomorfologi. Hasil uji kualitatif ekstrak etanol dan air daun kirinyuh (Chromolaena Odorata L.) fraksi methanol dan etil asetat mengandung senyawa alkaloid, saponin, tannin, fenol, flavonoid dan antioksidan.Hasil: Hasil uji kuantitatif kadar alkaloid terbanyak dari ekstrak etanol fraksi methanol dari Jimbaran, yaitu 11.690,49 mg/100 gr. Kadar tannin terbanyak dari ekstrak etanol fraksi etil asetat dari Tabanan, yaitu 172777 mg/100 gr. Kadar Saponin terbanyak dari ekstrak aqua fraksi etil asetat yaitu 2977,27 mg/100gr. Kadar fenol terbanyak dari ekstrak etanol fraksi methanol dari Bangli, yaitu 19716,1 mg/100 gr. Kadar flavonoid terbanyak dari ekstrak etanol fraksi etil asetat dari Tabanan, yaitu 13704,7 mg/100 gr. Kadar antioksidan terbanyak dari ekstrak aqua fraksi metanol dari Tabanan, yaitu 62,3067 ppm.Simpulan: Total alkaloid daun kirinyuh Jimbaran, Bangli dan Tabanan berbeda bermakna dengan nilai p=0,000 (p<0,05), tannin dengan nilai p=0,000, fenol dengan nilai p=0,006, flavonoid dengan nilai p=0,000 dan antioksidan dengan nilai p=0,000. Saponin dalam ekstrak dari Jimbaran, Bangli dan Tabanan tidak ada perbedaan bermakna karena nilai p=0,252 (p>0,05).
Title: Studi kualitatif dan kuantitatif fitokimia ekstrak air dan ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata l.) yang tumbuh di Provinsi Bali
Description:
Background: Kirinyuh (Chromolaena odorata L.
) leaf as a traditional medicine is used for wound healing.
Kirinyuh is easy to get because it can still grow well in less fertile areas.
This study aims to determine the results of qualitative and quantitative tests of the active substance in kirinyuh leaf extract (Chromolaena odorata L) growing in the province of Bali.
Methods: This research was pre-experimental with completely randomized design with post-test only control group design.
The research sample is kirinyuh leaves from three regions in the province of Bali based on geomorphology.
Qualitative test results of ethanol and water extract of kirinyuh leaves (Chromolaena Odorata L.
) methanol and ethyl acetate fractions contain alkaloids, saponins, tannins, phenols, flavonoids and antioxidants.
Results: The results of the quantitative test of the highest alkaloid content from the ethanol extract of the methanol fraction from Jimbaran, namely 11,690.
49 mg/100 gr.
The highest tannin content of the ethanol extract of the ethyl acetate fraction from Tabanan was 172777 mg/100 gr.
The highest Saponin content from the aqua extract of the ethyl acetate fraction was 2977.
27 mg/100gr.
The highest phenol content from the ethanol extract of the methanol fraction from Bangli was 19716.
1 mg/100 gr.
The highest flavonoid content from the ethanol extract of the ethyl acetate fraction from Tabanan was 13704.
7 mg/100 gr.
The highest antioxidant content of the aqua extract of the methanol fraction from Tabanan was 62.
3067 ppm.
Conclusion: Total alkaloids of kirinyuh leaves in Jimbaran, Bangli and Tabanan were significantly different with p value = 0.
000 (p < 0.
05), tannins with p value = 0.
000, phenols with p value = 0.
006, flavonoids with p value = 0.
000 and antioxidants with p value.
p=0.
000.
Saponins in extracts from Jimbaran, Bangli and Tabanan there was no significant difference because the value of p=0,252 (p>0,05).
Latar Belakang: Daun kirinyuh ( Chromolaena odorata L.
) sebagai obat tradisional digunakan untuk penyembuhan luka.
Kirinyuh mudah didapat karena dapat tetap tumbuh baik di daerah yang kurang subur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji kualitatif dan kuntitatif zat aktif dalam ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata L) yang tumbuh di propinsi Bali.
Metode: penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan completely randomized with post test only control group design.
Sampel penelitian yaitu daun kirinyuh dari tiga wilayah di provinsi Bali berdasarkan geomorfologi.
Hasil uji kualitatif ekstrak etanol dan air daun kirinyuh (Chromolaena Odorata L.
) fraksi methanol dan etil asetat mengandung senyawa alkaloid, saponin, tannin, fenol, flavonoid dan antioksidan.
Hasil: Hasil uji kuantitatif kadar alkaloid terbanyak dari ekstrak etanol fraksi methanol dari Jimbaran, yaitu 11.
690,49 mg/100 gr.
Kadar tannin terbanyak dari ekstrak etanol fraksi etil asetat dari Tabanan, yaitu 172777 mg/100 gr.
Kadar Saponin terbanyak dari ekstrak aqua fraksi etil asetat yaitu 2977,27 mg/100gr.
Kadar fenol terbanyak dari ekstrak etanol fraksi methanol dari Bangli, yaitu 19716,1 mg/100 gr.
Kadar flavonoid terbanyak dari ekstrak etanol fraksi etil asetat dari Tabanan, yaitu 13704,7 mg/100 gr.
Kadar antioksidan terbanyak dari ekstrak aqua fraksi metanol dari Tabanan, yaitu 62,3067 ppm.
Simpulan: Total alkaloid daun kirinyuh Jimbaran, Bangli dan Tabanan berbeda bermakna dengan nilai p=0,000 (p<0,05), tannin dengan nilai p=0,000, fenol dengan nilai p=0,006, flavonoid dengan nilai p=0,000 dan antioksidan dengan nilai p=0,000.
Saponin dalam ekstrak dari Jimbaran, Bangli dan Tabanan tidak ada perbedaan bermakna karena nilai p=0,252 (p>0,05).
Related Results
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Cromolaena odorata L.) terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih (Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumoniae)
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Cromolaena odorata L.) terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih (Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumoniae)
Abstract. Urinary tract infection (UTI) is a disease triggered by the presence of bacteria that reproduce in the human urinary tract. Until now, urinary tract infections are still ...
Growth Inhibiting Activity Of Staphylococcus Aureus ATCC 25923 Kirinyuh Leaves (Chromolaena Odorata L.) Using The Soxhletation Method
Growth Inhibiting Activity Of Staphylococcus Aureus ATCC 25923 Kirinyuh Leaves (Chromolaena Odorata L.) Using The Soxhletation Method
Kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) have the potential as a medicinal plant because of the active compounds contained in kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.). The purpose ...
Perbandingan Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pulchea indica L.) Dan Ekstrak Etanol Daun Kopasanda (Chromolaena odorata L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli
Perbandingan Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pulchea indica L.) Dan Ekstrak Etanol Daun Kopasanda (Chromolaena odorata L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli
Penelitian ini berfokus pada pengujian efektivitas antibakteri dari ekstrak daun tumbuhan obat di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektiv...
Potensi Aktivitas Antioksidan dari Daun Tin
Potensi Aktivitas Antioksidan dari Daun Tin
Abstract. The fig plant (Ficus carica L.) is from West Asia. Fig leaf extract has secondary metabolites flavonoids, tannins, saponins, and triterpenoids. These compounds make fig l...
PENENTUAN SPF( Sun Protection Factor ) EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
PENENTUAN SPF( Sun Protection Factor ) EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
Ultraviolet merupakan radikal bebas yang jika berlebihan masuk kedalam kulit dapat menyebabkan kerusakan kulit. Senyawa kimia yang mengandung antioksidan tabir surya dapat melindun...
Analisis Pertumbuhan Tanaman Kedelai Pada Berbagai Jenis dan Dosis Mulsa Organik Gulma Kirinyuh dan Nimba
Analisis Pertumbuhan Tanaman Kedelai Pada Berbagai Jenis dan Dosis Mulsa Organik Gulma Kirinyuh dan Nimba
Abstrak. Penggunaan mulsa dapat mengurangi persaingan antara gulma dan tanaman utama dalam memperoleh air, unsur hara dan cahaya serta menjaga kelembaban dari evaporasi. Dengan ada...
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN BAKUNG (Crinum asiaticum L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus)
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN BAKUNG (Crinum asiaticum L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus)
Penderita diabetes melitus dewasa ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat kemakmuran dan berubah nya gaya hidup.Pengobatan diabetes melitus menggunakan obat konvens...

