Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Stimulasi Oromotor dalam Memperbaiki Refleks Isap Bayi Prematur

View through CrossRef
Latar belakang. Masalah menyusu sering kali ditemukan pada bayi prematur akibat refleks isap dan menelan yang belum berkembang dengan sempurna. Intervensi berupa stimulasi oromotor diberikan dengan harapan dapat membantu perkembangan refleks isap dan menelan bayi prematur. Namun begitu, peran dan efektivitas stimulasi ini harus dievaluasi lebih lanjut.Tujuan. Mengetahui pengaruh pemberian stimulasi oromotor terhadap perbaikan refleks isap bayi prematur (parameter. kemampuan/efisiensi menyusu, waktu yang transisi yang diperlukan untuk berhasil minum susu per oral sepenuhnya, kenaikan berat badan, lamanya waktu rawat inap)Metode. Penelusuran studi melalui database elektronik yang mencakup Cochrane, Pubmed, dan ScienceDirect dengan strategi pencarian literatur (“oral stimulation” OR “oral motor” OR “oral motor stimulation”) AND (“preterm infant” OR “premature” OR “preterm”)Hasil. Melalui penelusuran literatur didapatkan 6 artikel terpilih untuk dilakukan telaah kritis. Sebagian besar studi menemukan pemberian stimulasi oromotor secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan/efektivitas menyusu bayi prematur, serta mempersingkat waktu transisi yang diperlukan untuk berhasil menyusu secara per oral. Tidak ada perbedaan signifikan dalam aspek durasi rawat inap dan kenaikan berat badan antara bayi yang diberikan stimulasi dan yang tidak diberikan stimulasi.Kesimpulan. Stimulasi oromotor bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan/efektivitas menyusu bayi prematur, dan mempersingkat durasi transisi dari minum susu melalui selang orogastrik menjadi per oral.
Title: Pengaruh Stimulasi Oromotor dalam Memperbaiki Refleks Isap Bayi Prematur
Description:
Latar belakang.
Masalah menyusu sering kali ditemukan pada bayi prematur akibat refleks isap dan menelan yang belum berkembang dengan sempurna.
Intervensi berupa stimulasi oromotor diberikan dengan harapan dapat membantu perkembangan refleks isap dan menelan bayi prematur.
Namun begitu, peran dan efektivitas stimulasi ini harus dievaluasi lebih lanjut.
Tujuan.
Mengetahui pengaruh pemberian stimulasi oromotor terhadap perbaikan refleks isap bayi prematur (parameter.
kemampuan/efisiensi menyusu, waktu yang transisi yang diperlukan untuk berhasil minum susu per oral sepenuhnya, kenaikan berat badan, lamanya waktu rawat inap)Metode.
Penelusuran studi melalui database elektronik yang mencakup Cochrane, Pubmed, dan ScienceDirect dengan strategi pencarian literatur (“oral stimulation” OR “oral motor” OR “oral motor stimulation”) AND (“preterm infant” OR “premature” OR “preterm”)Hasil.
Melalui penelusuran literatur didapatkan 6 artikel terpilih untuk dilakukan telaah kritis.
Sebagian besar studi menemukan pemberian stimulasi oromotor secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan/efektivitas menyusu bayi prematur, serta mempersingkat waktu transisi yang diperlukan untuk berhasil menyusu secara per oral.
Tidak ada perbedaan signifikan dalam aspek durasi rawat inap dan kenaikan berat badan antara bayi yang diberikan stimulasi dan yang tidak diberikan stimulasi.
Kesimpulan.
Stimulasi oromotor bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan/efektivitas menyusu bayi prematur, dan mempersingkat durasi transisi dari minum susu melalui selang orogastrik menjadi per oral.

Related Results

EFEKTIFITAS STIMULASI TAKTIL KINESTETIK TERHADAP KESTABILAN TANDA VITAL BAYI PREMATUR
EFEKTIFITAS STIMULASI TAKTIL KINESTETIK TERHADAP KESTABILAN TANDA VITAL BAYI PREMATUR
Latar Belakang: Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada gestasi kurang dari 37 minggu dihitung dari periode menstruasi terakhir. Pada bayi prematur dengan usia gestasi yang belum...
Analisis Praktik Keperawatan Dengan Intervensi Stimulasi Oral Terhadap Peningkatan Berat Badan BBLR
Analisis Praktik Keperawatan Dengan Intervensi Stimulasi Oral Terhadap Peningkatan Berat Badan BBLR
Latar Belakang: Bayi BBLR memiliki sistem fisiologis yang belum matang, termasuk fungsi oral-motor, sehingga berisiko tinggi mengalami masalah menyusui tidak efektif. Kondisi ini d...
Conscripted Surveillance
Conscripted Surveillance
Two powerful immigration detention systems have developed in tandem in the United States: the first, a network of physical detention facilities largely mirroring criminal incarcera...
Pelatihan Pijat Bayi Untuk Orangtua Di Klinik Rumah Sehat Keluarga Mustika Jaya Kota Bekasi
Pelatihan Pijat Bayi Untuk Orangtua Di Klinik Rumah Sehat Keluarga Mustika Jaya Kota Bekasi
Pijat telah digunakan untuk pengobatan dan menjadi bagian rutin perawatan bayi selama ratusan tahun di banyak kebudayaan dan salah satu teknik terapi tertua di dunia. Pijat bayi se...
Pengaturan siklus pencahayaan dan nesting terhadap berat badan bayi prematur
Pengaturan siklus pencahayaan dan nesting terhadap berat badan bayi prematur
Bayi prematur sebagian besar lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Perawatan bayi prematur membutuhkan perhatian yang intensif. Perawatan ini bertujuan untuk meningkatkan b...
TUMBUH KEMBANG OPTIMAL DENGAN STIMULASI PERKEMBANGAN PADA BALITA
TUMBUH KEMBANG OPTIMAL DENGAN STIMULASI PERKEMBANGAN PADA BALITA
 Perkembangan Bayi/Balita seharusnya sesuai dengan tahapan perkembangan. Stimulasi perkembangan hendaknya dilakukan secara rutin sehingga bayi/balita tidak mengalami keterlambatan....
Study Literatur Review: Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Tumbuh Kembang Bayi
Study Literatur Review: Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Tumbuh Kembang Bayi
Masa bayi merupakan periode ketika anak berusia 1–12 bulan. Pada masa ini, pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan sangat cepat. Pada usia 5 bulan, berat badan bayi umumnya...

Back to Top