Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Praktik Keperawatan Dengan Intervensi Stimulasi Oral Terhadap Peningkatan Berat Badan BBLR

View through CrossRef
Latar Belakang: Bayi BBLR memiliki sistem fisiologis yang belum matang, termasuk fungsi oral-motor, sehingga berisiko tinggi mengalami masalah menyusui tidak efektif. Kondisi ini dapat menyebabkan asupan nutrisi yang tidak adekuat, keterlambatan peningkatan berat badan, serta memperpanjang lama perawatan. Permasalahan tersebut memerlukan intervensi keperawatan yang bersifat non-farmakologis, aman, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung kemampuan menyusu dan pertumbuhan bayi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan stimulasi oral pada bayi BBLR dengan masalah menyusui tidak efektif di ruang NICU serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan berat badan dan kematangan refleks menyusu. Metode: Metode yang digunakan adalah analisis kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan komprehensif yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek adalah bayi BBLR yang dirawat di ruang NICU RSUD Inche Abdoel Moeis dengan diagnosis menyusui tidak efektif. Intervensi berupa stimulasi oral diberikan secara terstruktur sesuai standar operasional prosedur rumah sakit selama periode perawatan. Evaluasi dilakukan berdasarkan perubahan berat badan serta respons refleks oral-motor bayi. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemberian stimulasi oral secara rutin memberikan dampak positif terhadap kondisi bayi. Terjadi peningkatan berat badan meskipun belum sepenuhnya mencapai target optimal sesuai usia gestasi. Selain itu, ditemukan perbaikan refleks hisap dan refleks rooting sebagai luaran tambahan yang diamati secara objektif selama proses evaluasi keperawatan. Respons ini menunjukkan adanya adaptasi fisiologis bayi terhadap intervensi stimulasi oral yang diberikan. Simpulan: Penerapan stimulasi oral pada bayi BBLR dengan masalah menyusui tidak efektif menunjukkan hasil yang positif dalam mendukung peningkatan berat badan dan kematangan refleks menyusu. Stimulasi oral dapat direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan di ruang NICU untuk membantu proses menyusu dan menunjang pertumbuhan bayi secara optimal. Perawat diharapkan dapat mendampingi dan menerapkan intervensi ini secara konsisten sebagai bagian dari asuhan keperawatan neonatal. Kata kunci: Bayi Berat Lahir Rendah, Stimulasi Oral, Peningkatan Berat Badan
Title: Analisis Praktik Keperawatan Dengan Intervensi Stimulasi Oral Terhadap Peningkatan Berat Badan BBLR
Description:
Latar Belakang: Bayi BBLR memiliki sistem fisiologis yang belum matang, termasuk fungsi oral-motor, sehingga berisiko tinggi mengalami masalah menyusui tidak efektif.
Kondisi ini dapat menyebabkan asupan nutrisi yang tidak adekuat, keterlambatan peningkatan berat badan, serta memperpanjang lama perawatan.
Permasalahan tersebut memerlukan intervensi keperawatan yang bersifat non-farmakologis, aman, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung kemampuan menyusu dan pertumbuhan bayi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan stimulasi oral pada bayi BBLR dengan masalah menyusui tidak efektif di ruang NICU serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan berat badan dan kematangan refleks menyusu.
Metode: Metode yang digunakan adalah analisis kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan komprehensif yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
Subjek adalah bayi BBLR yang dirawat di ruang NICU RSUD Inche Abdoel Moeis dengan diagnosis menyusui tidak efektif.
Intervensi berupa stimulasi oral diberikan secara terstruktur sesuai standar operasional prosedur rumah sakit selama periode perawatan.
Evaluasi dilakukan berdasarkan perubahan berat badan serta respons refleks oral-motor bayi.
Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemberian stimulasi oral secara rutin memberikan dampak positif terhadap kondisi bayi.
Terjadi peningkatan berat badan meskipun belum sepenuhnya mencapai target optimal sesuai usia gestasi.
Selain itu, ditemukan perbaikan refleks hisap dan refleks rooting sebagai luaran tambahan yang diamati secara objektif selama proses evaluasi keperawatan.
Respons ini menunjukkan adanya adaptasi fisiologis bayi terhadap intervensi stimulasi oral yang diberikan.
Simpulan: Penerapan stimulasi oral pada bayi BBLR dengan masalah menyusui tidak efektif menunjukkan hasil yang positif dalam mendukung peningkatan berat badan dan kematangan refleks menyusu.
Stimulasi oral dapat direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan di ruang NICU untuk membantu proses menyusu dan menunjang pertumbuhan bayi secara optimal.
Perawat diharapkan dapat mendampingi dan menerapkan intervensi ini secara konsisten sebagai bagian dari asuhan keperawatan neonatal.
Kata kunci: Bayi Berat Lahir Rendah, Stimulasi Oral, Peningkatan Berat Badan.

Related Results

The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
ABSTRACT Infant morbidity and mortality rates are influenced by various factors, including the circumstances at birth, in this case babies born with low birth weight or LBW. One of...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Faktor Resiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Anutapura Palu
Faktor Resiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Anutapura Palu
Kejadian BBLR di Indonesia merupakan penyebab kesakitan dan kematian bayi baru lahir dan tertinggi terjadi di Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor Risiko ...
Pengaruh Edukasi tentang BBLR terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil di Desa Malangga Wilayah Kerja Puskesmas Galang
Pengaruh Edukasi tentang BBLR terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil di Desa Malangga Wilayah Kerja Puskesmas Galang
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat badan lahir kurang dari 2500 gram. BBLR merupakan penyebab utama kematian pada masa prenatal. Di desa Malangga tiap tahun terdapat kasu...
Pengaturan siklus pencahayaan dan nesting terhadap berat badan bayi prematur
Pengaturan siklus pencahayaan dan nesting terhadap berat badan bayi prematur
Bayi prematur sebagian besar lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Perawatan bayi prematur membutuhkan perhatian yang intensif. Perawatan ini bertujuan untuk meningkatkan b...
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
Abstrak: BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, yang bisa menyebabkan asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi bayi yang tida...

Back to Top